Kembalinya Sang Ratu

Kembalinya Sang Ratu
8. Kota Emas [Revisi]


__ADS_3

Chapter 8


Kota Emas


"Tak apa Lan'er." balasnya sembari tersenyum hangat.


"Untuk sekarang mari kita mencari penginapan." ucap Xiu Wang.


Semua orang mengangguk.


Tidak seperti biasanya kota Emas sangat ramai dengan para kultivator. Tentu saja hal tersebut karena kontes pemburuan. Kontes pemburuan ini biasanya mengundang tokoh tokoh penting atau perwakilan dari akademi. Perwakilan dari akademi akan memilih beberapa anak muda berbakat dan menjadikan mereka murid akademi.


Kota emas dinamakan seperti itu karena jika melihat dari kejauhan, kota ini akan seperti gunungan emas. Tanah yang terkena sinar matahari pun terlihat berkilauan. Selain itu, kota emas sendiri, sangat terkenal dikalangan para pendekar, kultivator, maupun pedagang. Apalagi, jika diadakannya kontes perburuan ini.


"Xiu Wang." panggil Feng Shu tiba tiba.


Xiu Wang menghentikan langkahnya, "Ada apa?"


"Bagaimana kalau aku saja yang mencari penginapan? Kalian bisa mencari informasi atau berjalan jalan terlebih dahulu." tawar Feng Shu.


Xiu Wang berpikir sejenak, "Baiklah, maaf merepotkan."

__ADS_1


"Tak apa, ada yang mau ikut?" tanya Feng Shu pada 4 orang perwakilan termasuk Xiu Ya dan Xiu Lan.


"Lan'er, kau pergilah bersama Kakak seperguruan Feng. Bukankah kau tidak menyukai hawa yang terlalu panas?" ucap Xiu Ya.


Kota Emas memang memiliki suhu yang sedikit lebih tinggi dari kota kota lainnya.


Xiu Lan diam sejenak, "Baiklah kakak perempuan."


Feng Shu mengulurkan tangannya, "Ayo Lan'er."


Xiu Lan menyambut tangan Feng Shu. "Kau tidak ikut Xiu Ya?" tanya Feng Shu.


"Baiklah kalau begitu." ucap Feng Shu. Kemudian mereka berdua meninggalkan Xiu Wang dan lainnya.


"Kita akan membagi menjadi 2 kelompok. Saudara Si dan Jie, kalian sekelompok. Xiu Ya, kau bersamaku." ucap Xiu Wang menjelaskan.


"Baik." ucap Dong Si dan Xiu Jie serempak.


"Mengerti." ucap Xiu Ya. "Sebenarnya aku berniat menyelinap pergi secara diam diam, tapi kurasa tak apa." batin Xiu Ya.


"Ayo Xiu Ya." ucap Xiu Wang.

__ADS_1


Xiu Jie dan Dong Si pergi ke arah selatan sedangkan Xiu Wang dan Xiu Ya ke arah barat.


"Xiu Ya, kita akan pergi ke paviliun bintang." ucap Xiu Wang.


"Paviliun Bintang?" batin Xiu Ya. Kemudian secara tiba tiba Xiu Ya berhenti melangkah.


Xiu Wang menyadari Xiu Ya yang berhenti. "Ada apa Xiu Ya? Apa ada yang salah?" Xiu Wang mengerutkan keningnya.


"Ah." Xiu Ya tersadar dari lamunannya, "Tidak ada, maaf membuatmu khawatir." jawabnya canggung.


"Baiklah kalau begitu, ayo jalan." ucap Xiu Wang.


Xiu Ya mengangguk.


Pikiran Xiu Ya sedikit terganggu akibat mendengar paviliun bintang. Jika Xiu Ya tidak salah ingat, 10 tahun kemudian paviliun bintang akan hancur akibat serangan mendadak dari sekte angin fajar.


Sekte angin fajar adalah sekte yang memfokuskan diri pada kecepatan. Sehingga murid murid sekte tersebut rata rata memiliki pekerjaan sampingan sebagai pembunuh bayaran dan assasin. Akibat pekerjaan sampingan para murid sekte, banyak pendukung pendukung kuat yang melindungi sekte angin fajar di balik layar.


"Tapi apa alasan sekte angin fajar menghancurkan paviliun bintang?" gumam Xiu Ya. "Aku akan mengerti cepat atau lambat." batinnya kemudian menghela nafas.


Xiu Wang mengernyit berkali kali, "Apa yang sedang mengganggu pikiran Xiu Ya?" batinnya bingung. "Lupakan saja." Xiu Wang membuang rasa penasarannya pada Xiu Ya.

__ADS_1


__ADS_2