
Chapter 4
Kotak Bewarna Silver
Pemimpin sekte mengepal tangannya marah. Wajahnya menjadi buruk.
"Ada apa pemimpin sekte?" tanya tetua pertama penasaran.
"Cepat! Periksa kediaman tetua keempat!" ucapnya lantang.
"Ini-" tetua kedua hendak berbicara namun terpotong.
"Tidak ada alasan! Cepat periksa!" ujarnya lagi.
Tetua ketiga dan kedua saling berpandangan kemudian mengangguk, "Baik pemimpin." kemudian mereka berdua pergi dengan cepat.
Wajah tetua keempat menjadi pucat pasi, "A-Apa m-m-maksud pemimpin memeriksa kediaman saya?" tanyanya terbata bata.
"Diam!" pemimpin sekte menatap tajam tetua keempat.
Tetua keempat merasa tubuhnya lemas. Tetua keempat menatap tajam Xiu Ya, "Semua karena bocah itu!" tetua keempat menggertakan giginya.
Xiu Ya menyunggingkan senyum mengejek.
Tetua keempat sangat marah, "Bocah! Kau berani menuduh tetuamu sendiri!"
Xiu Ya mengacuhkannya, "Pemimpin, tugas saya sudah selesai, saya undur diri." ucapnya sembari memberi hormat.
Pemimpin sekte mengangguk, "Terimakasih Xiu Ya."
Para tetua lainnya hanya diam dan memperhatikan. Perasaan mereka saat ini campur aduk, antara bingung, penasaran, takut, dsb semuanya bercampur menjadi satu.
__ADS_1
"Pemimpin!" teriak seseorang dari arah pintu.
Tetua kedua berlari tergesa gesa dan berlutut didepan pemimpin sekte.
"Bagaimana?" niat membunuh keluar dari tubuh pemimpin sekte.
Para tetua gemetar hebat sedangkan kulit tetua keempat berwarna putih tanpa darah.
"T-telah ditemukan sejumlah obat obatan, racun, cicin ruang, dan artefak-artefak yang berasal dari sekte di kediaman tetua keempat." jelas tetua kedua.
Para tetua tercegang.
"Tidak!!!!" teriak tetua keempat
"Kemudian....." tetua kedua mengepal tangannya.
"Apa lagi yang kau temukan tetua kedua? Cepat beritahu kami." ucap tetua kelima.
Para tetua sangat marah, aura membunuh mengebu ngebu dikeluarkan semua penatua.
Tetua keempat terguncang hebat, "aku akan mati.....aku akan mati...." lirihnya takut.
Xiu Ya berjalan dengan tenang mendekati tetua keempat, "Hey....para tetua, apa kalian ingin membunuhku? Dengan niat membunuh kalian, anak seumuranku akan langsung terbunuh....."
Pemimpin sekte dan para penatua baru sadar bahwa ada anak berumur 8 tahun disini. Siapa lagi jika bukan Xiu Ya. Namun, yang lebih mencegangkan lagi adalah dengan tekanan sebanyak itu, Xiu Ya masih berjalan dengan tenang seakan tidak terjadi apa apa.
Para tetua menarik niat membunuhnya masing masing.
Xiu Ya menarik kasar dagu tetua keempat kemudian memasukkan sesuatu kedalam mulutnya.
"Hukkk Apa yang kau masukkan?!" tetua keempat memegangi lehernya.
__ADS_1
"Racun." jawab Xiu Ya.
Sedetik kemudian, tetua keempat merasa tubuhnya terbakar.
"Argh! Arghhh! Panas! Sakit!! Aaaa! Hentikan! Kumohon!!" tetua keempat terus berteriak pilu.
Para tetua bergidik ngeri, "Apakah ini yang dilakukan anak berumur 8 tahun? Mengerikan." batin mereka.
Beberapa saat kemudian teriakkan tetua keempat menghilang.
"Sudah mati?" Xiu Ya menyeringai.
Xiu Ya meninggalkan aula dan bergerak menuju kamarnya.
Para tetua menghembuskan nafasnya lega. Pemimpin sekte pun memerintahkan para tetua untuk membersihkan mayat tetua keempat.
Xiu Ya memasuki kamarnya yang terletak di kediaman tetua kedua. Xiu Ya menutup pintu dan mengambil posisi untuk berkultivasi.
Xiu Ya memeriksa dantiannya, "Sial, tubuhku saat berumur 8 tahun ini benar benar sampah. Seluruh meridianku juga terkunci." umpatnya kesal.
Xiu Ya beranjak dari kasur nya dan berjalan kearah meja rias, "Kalau tidak salah ada disini." Xiu Ya mencari sekotak jarum perak yang tidak pernah disentuhnya dulu.
Seingat Xiu Ya, kotak itu milik ibunya dulu. Ibunda Xiu Ya bernama Mu Yin. Mu Yin meninggal setelah melahirkan Xiu Lan. Alasan Mu Yin meninggal setelah melahirkan Xiu Lan adalah karena Xiu Lan memiliki tubuh spesial, dimana energi Yin milik Mu Yin berpindah ke tubuh Xiu Lan. Karena energi Yin miliknya sudah diserap habis, Mu Yin meninggal.
Mu Yin ahli menggunakan jarum perak. Saat Mu Yin remaja, Mu Yin adalah seorang jenius, wajah Mu Yin juga tak main main. Kecantikannya dapat meruntuhkan satu kerajaan. Selain ahli menggunakan jarum perak, Mu Yin juga ahli dalam hal racun dan pengobatan.
Setelah membuka seluruh lacinya, mata Xiu Ya mengarah ke kotak berwarna silver di laci terakhir yang dibukanya. "Dapat."
_______________________
Yak! revisi chapter ini hanya penambahan informasi menegenai Ibundanya Xiu Ya!
__ADS_1
That's All!!