
Chapter 25
Menuju Hutan Beast
Pria tua tersebut segera berhenti tepat di depan gerbang sekte Tombak Emas.
"Ya'er?" tanya pria tersebut memastikan.
Xiu Ya mengangguk.
Penjaga gerbang yang melihat kedatangan pria tua dan gadis kecil dengan beberapa pakaian sobek terkejut. Xiu Wang yang tak jauh dari pintu gerbang sekte segera mendatangi Xiu Ya.
"Xiu Ya! akhirnya kau datang. Tunggu, kenapa pakaianmu sobek sobek?" ucap Xiu Wang.
"Itu benar Ya'er, apa yang terjadi?" tanya pria tua tersebut yang tak lain adalah Kakek Bai.
"Nanti saja aku jelaskan." jawab Xiu Ya malas.
"Baiklah ayo kita masuk dulu." ajak Xiu Wang.
Saat mereka bertiga akan memasuki sekte, penjaga gerbang menghentikan Kakek Bai.
"Maaf, tapi anda siapa?" tanya penjaga gerbang.
"Bisakah anda memberikan tanda pengenal anda?" tanya penjaga gerbang lagi.
"Tanda pengenal?" Kakek Bai mengelus jenggotnya. "Sepertinya aku lupa membawanya." ucap Kakek Bai santai.
Xiu Ya menepuk dahinya, "Dari dulu guru memang pelupa."
"Maka anda tak bisa masuk, silahkan pergi." usir penjaga.
Kemudian Kakek Bai memaksa untuk masuk, sang penjaga juga tetap pendiriannya untuk mengusir Kakek Bai. Kemudian terjadi perdebatan.
"Xiu Ya, kau kenal pria tua itu?" tanya Xiu Wang.
__ADS_1
"Ya, dia guruku." jawab Xiu Ya.
"Guru?" tanya Xiu Wang lagi memastikan.
"Ya." jawab Xiu Ya singkat.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" ucap Xiu Wang.
"Sebentar." Xiu Ya menggunakan telepati untuk menghubungi Patriak Gong.
"Patriak." panggil Xiu Ya lewat telepatinya.
_________________
Patriak Gong sedang berdiri dihadapan para peserta. Saat Patriak Gong hendak berpidato, suara Xiu Ya terdengar di kepala Patriak Gong.
"Patriak." panggil Xiu Ya.
Patriak Gong diam membeku.
"Nona Ya?" tanya Patriak Gong pelan.
"Ya, ini aku." jawab Xiu Ya.
"Apa ada yang anda butuhkan?" tanya Patriak Gong lagi.
"Tolong jemput aku dan salah satu tamu undanganmu di gerbang." jawab Xiu Ya.
"Salah satu tamu undanganku?" pikir Patriak Gong. "Jangan jangan-" wajah Patriak Gong menjadi cerah.
Para peserta dan tamu undangan bingung dengan sikap Patriak Gong. Pertama tama, Patriak Gong seperti sedang berbicara sendiri, kemudian wajahnya tiba tiba menjadi cerah. "Apa Patriak Gong masih sehat?" pikir semua orang.
Salah satu tamu undangan memberanikan diri untuk bertanya. "Patriak Gong, apa anda baik baik saja?" tanya seorang pria tua.
Patriak Gong mengembalikan kesadarannya, "Ya! aku baik baik saja! Tetua, mohon ambil alih tempat ini, ada yang harus saya lakukan." Patriak Gong segera melesat menuju pintu gerbang sekte.
__ADS_1
Para peserta dan tamu undangan semakin bingung, namun mendengar 'ada yang harus dilakukan' mungkin ada hal yang sangat mendesak. Akhirnya tetua yang bertanya ke Patriak Gong segera berpidato.
Di gerbang sekte, Xiu Ya dan Xiu Wang masih memperhatikan pertengkaran Kakek Bai dengan penjaga gerbang. Tak berselang lama, Patriak Gong datang.
"Salam Patriak." ucap Xiu Wang dan penjaga gerbang pada Patriak Gong.
Patriak mengangguk, "Master, akhirnya anda datang." sambut Patriak Gong pada Kakek Bai.
Kakek Bai hanya mendengus kesal, "Jika bukan karena cucuku, aku tak sudi berada disini." jelas Kakek Bai terang terangan.
Patriak Gong tidak tersinggung akan hal tersebut. Sebaliknya, Patriak Gong bingung, "Cucu? anda punya cucu master?" tanya Patriak Gong.
"Ya'er adalah cucuku." ucap Kakek Bai bangga.
"Ya'er? Ya? Nona Ya? Xiu Ya?!" pekik Patriak Gong segera melihat ke arah Xiu Ya.
Xiu Ya hanya tersenyum canggung.
"Nona Ya ini, memang tak sederhana." batin Patriak Gong.
"Akhirnya anda datang Nona Ya, teman teman anda terlihat panik saat anda menghilang." ucap Patriak Gong ramah.
Xiu Ya menoleh ke arah Xiu Wang, "Maaf."
"Baiklah, ayo kita masuk." ajak Patriak Gong.
Mereka segera bergerak menuju lapangan sekte. Xiu Ya dan Xiu Wang berkumpul dengan yang lainnya dan Kakek Bai menuju kursi tamu undangan. semua orang gempar melihat Kakek Bai. Siapa yang tak kenal dengan master alkemi dan pengobatan? Selain itu, tingkat kultivasinya juga tak main main. Dan sekarang dihadapan mereka adalah master yang sering dibicarakan itu? Bagaimana mereka tak heboh?
Patriak Gong segera bersiul, 3 burung gyrfalcon raksasa mulai berdatangan. Sesuai instruksi, semua peserta segera menaiki burung tersebut. Namun sebelumnya, Xiu Ya menitipkan Xiu Lan ke Kakek Bai. Kemudian para gyrfalcon raksasa segera mengepakkan sayapnya dan terbang menuju Hutan Beast.
________________
Chapter ini, benar benar sangat bertele tele dan tidak To The Point. Maaf ya!
Dan maaf telat :) Nanti malam update lagi okey!
__ADS_1