
"nona,semua nya sudah siap"ucap robby
"kirim mereka sekarang"perintah teona
"baik nona"lalu robby menelfon bawahannya dan menyuruh mereka ke markas GTD
sesampainya dimarkas GTD mereka bertemu dengan anggota inti GTD
"kalian ngapain ke sini!bawa alat berat lagi!"tanya leo kaget
"kita bakal ngancurin markas kalian"ucap salah satu bawahan teona itu
"lawak lo badut hadepin kita dulu"bentak leo
"iya nj***!lawan kita dulu"bentak mike
"males!mendingan langsung gue ancurin aja,soalnya gue cuma disuruh buat ngancurin markas kalian bukan ngehabisin kalian"ucap orang itu
"mental tempe!"ledek marcel
"yang nyuruh kalian kesini siapa!kok beraninya keroyokan!solo berani ga!"bentak thomas dengan nada tinggi,dan tiba tiba ada mobil sport berwarna merah yang mendekati markas dengan kecepatan tinggi,lalu mobil sport itu berhenti tepat diantara alat berat dan anggota inti GTD
"uhuk...uhukk....lo siapa sih anj***!lo ga ada otak atau gimana!"bentak leo sembari batuk karena debu yang berterbangan akibat laju kecepatan mobil sport tadi
"uhuk...uhuk...ini siapa sih!ga punya mata ya!"bentak mike
lalu pemilik mobil itupun keluar dan membanting pintu mobilnya
"punya kok!otak gue masih ada,mata gue masih ada dan gue berani solo"ucap teona sembari menyandarkan tubuhnya dimobil sport itu dan menyilangkan tangannya
"jadi elo yang bawa semua ini?"tanya mike,mereka semua keheranan pasalnya ini kali pertama mereka melihat teona membawa alat berat dan itupun untuk menghancurkan markas mereka
"iya,kenapa?tenang smeua kebagian kok"ucap teona
"maksud lo apa?"tanya mike kaget sekaligus bingung
"maksud gue,bukan cuma markas kalian yang gue ancurin tapi juga perusahaan,dan rumah kalian,jadi selamat ya!"ucap teona seraya melangkahkan kakinya dan mengulurkan tangannya kepada mike,namun mike tak mau menjabat tangan teona
"kenapa?ga mau salaman sama gue?padahal gue udah ngasih kejutan loh buat lo sama temen temen lo"ucap teona sembari menarik tangannya dan memasukkan tangannya kesaku celananya
"sebenernya maksud lo apa sih!?"ucap mike dengan nada tinggi sembari menatap tajam teona yang masih berada didepannya
"maksudnya dia itu ngedeketin kita cuma buat bertahan hidup,karna dia tau kalo kita bisa ngelindungin dia sampe dia bener bener berkuasa dinegara ini"ucap leo sembari menatap tajam teona
'ternyata gini ya pendapat elo ke gue,yaudah deh terserah lo aja,yang penting elo seneng'batin teona
"lumayan,lumayan,tapi yang bener gue kesini buat manfaatin kalian,karna gue bisa pake laptop kalian buat neror keluarga naro"ucap teona sembari tersenyum sinis
"terus kenapa gue ga percaya sama omongan lo?"tanya thomas sembari menatap teona dengan lembut
__ADS_1
"kalo lo emang ada niat buat ngancurin kita,lo ga perlu nunggu berkuasa dinegara ini dulu,karna dari segi kekuasaan kita itu sama,tapi dari segi kekuatan kita 10 lo 11,jadi tolong kasih tau gue alesan lo yang sebenernya"ucap thomas
"aduh sayangnya gue males banget ngeladenin orang ga penting kaya kalian"ucap teona lalu teona berjalan mendekati mobilnya
"hancurkan!"perintah teona lalu merekapun mengangguk dan mulai menghidupkan alat berat itu
"gaa!ga boleh kaya gini!teona gue yakin lo lagi kebakar emosi!tolong tenangin diri lo dulu!jangan kaya gini"teriak nana sembari berdiri menghadang alat berat itu
"nana!kesini buruann!"perintah leo
"ga!gue ga mau!teona harus berhenti buat ngancurin markas ini dulu!"bentak nana,teona hanya diam dan melihat pertunjukkan itu sembari mengambil popcorn dari dalam mobilnya
"minggir!"perintah salah satu bawahan teona,namun tiba tiba eliza,amara,novita dan mita pun ikut menghadang alat berat itu
"kita ga bakal minggir!kalo kalian berani habisin aja gita sekalian!"teriak eliza
sontak semua bawahan teonapun langsung menatap teona yang tengah memakan popcorn itu
"kak,kakak pasti lagi emosi,novita yakin!jadi tolong kak!jangan sampe emosi kakak ngelukain orang lain!"teriak novita
"terus apa kabar sama pemimpin kalian yang suka kebakar emosi sampe berani ngelukain tangan kanan gue"bentak teona dengan nada tinggi,kini emosi teona sudah tak terbendung,bahkan malah semakin menjadi
"aduh gimana nih kaya nya kak teona udah ga bisa di tenangin lagi deh"gumam novita
"elo sih!"ucap amara menyalahkan novita
lalu teonapun naik ke atas alat berat itu
"minggir atau mati!"bentak teona
lalau novita,eliza,amara,nana dan mita pun gemetar ketakutan
tanpa pikir panjang teona langsung melajukan alat berat itu,lalu kelima gadi itupun lari berhamburan,teona yang tenagh emosipun akhirnya telah menghancurkan markas GTD dalam sekejap mata
"markas kita!"ucap leo sembari terus menatap kehancuran markas yang sedari dulu selalu menjadi tempat nya untuk berbagi suka dan duka
"udah gapapa"ucap mike sembari menepuk nepuk punggung leo
"ini semua salah rasya!kenapa dari dulu dia selalu suka bikin ulah!kenapaa!"teriak leo frustasi karena mereka membangun markas itu dengan nominal uang yang tidak sedikit
setelah turun dari alat berat itu teona langsung berjalan mendekati mobilnya dan saat hendak membuka pintu mobilnya ia dipanggil oleh thomas
"teona"panggil thomas lalu teonapun menoleh
"apa yang harus gue lakuin supaya gue bisa jadi anggota mafia elo?"tanya thomas serius
sontak pertanyaan thomaspun membuat semua mata tertuju padanya
"lo gila ya?"bentak leo
__ADS_1
"percuma kalo kita nyoba ngehindarin teona,kekuasaanya bahkan udah ga bisa dipertanyain,ga ada tempat buat sembunyi!"ucap thomas
"apa yang harus gue lakuin supaya gue tetep bisa sekolah?"tanya eliza
"kenapa lo pengen sekolah?"tanya teona
"gue pengen menuhin janji gue sama kakek,gue dulu udah janji bakal namatin sekolah dan ngejar mimpi dia,karna dia ga bisa ngegapai mimpinya jadi gue yang harus menuhin mimpi itu,dokter,gue pengen jadi dokter dan menuhin mimpi kakek gue"jelas eliza sembari meneteskan air mata
"gue juga mau sekolah buat menuhin janji gue ke nenek"ucap nana sembari meneteskan air mata
"kak,aku masih pengen sekolah,aku pengen ngejar cita cita aku"ucap novita sembari menangis
"kak,kau juga masih pengen sekolah,aku pengen menuhin janji aku ke kakek"ucap amara sembari menangis
"gue juga mau kesekolah buat menuhin janji gue ke ibu"ucap mita lalu mita mendekati teona berjongkok didepan teona dan memegang kedua kaki teona
"tolong!gue pengen menuhin permintaan terakhir ibu gue"ucap mita
"tolong...hiks....tolong"ucap mita sembari terus meneteskan air mata
"semua orang punya mimpi,kita juga punya,kita punya janji yang harus kita tepatin,tapi sekarang kondisinya malah kaya gini"ucap leo,lalu leo,thomas,mike dan marcel pun menundukkan kepalanya
seketika teonapun mengingat kejadian yang menimpanya bertahun tahun lalu
"tolong...hiks...bantu gue buat menuhin permintaan terakhir ibu gue"ucap mita sembari terus memegang kaki teona
"bangun"perintah teona
"ga!gue ga mau!hiks..."tolak mita
"lo ga mau menuhin permintaan terakhir ibu lo?"tanya teona sembari menatap mita dan tersenyum hangat sontak perkataan teona membuat semua mata melirik kearahnya,lalu mitapun berdiri
"se..serius...hiks...?"tanya mita
"iya"ucap teona,sontak perkataan teona membuat mita bahagia dan mitapun menangis semakin kencang,lalu teonapun mendekap mita
"udah kali gausah nangis"ucap teona sembari menghapus air mata mita dan mengelus elus kepalanya,mita yang merasa nyaman pun akhirnya membalas pelukan teona
"makasih"ucap mita didalam pelukan teona
"cuma mita atau kita semua?"tanya thomas
"cuma mita"ucap teona dengan wajah datar lalu semua orangpun langsung menundukkan kepalanya kecewa
"tapi boong"ucap teona sembari terkekeh
"jadi kita juga?"tanya leo antusias
lalu teonapun tersenyum karena bahagia mereka pun ikut memeluk teona dan mengucapkan "terimakasih" didalam pelukan teona
__ADS_1