
Chapter 16
Bertemu Kembali
"Haish....gadis kecil jangan berbohong pada kami." ucap pria paruh baya itu.
"Ta-" Xiu Lan hendak mengatakan sesuatu namun terpotong.
"Jika anda tidak memiliki urusan lain silahkan pergi." ucap Xiu Wang sembari menyesap tehnya.
"Kau-" wajah pria paruh baya itu memerah karena marah.
"Maaf paman, Lan'er tidak akan ikut dengan paman dan tuan mudamu itu." ucap Xiu Lan sedikit kesal.
"Kenapa?! Tuan mudaku lebih baik daripada orang yang kau sebut kakak kakak mu itu!" ucap pria paruh baya itu.
Xiu Lan menghela napas, "Menyebalkan sekali, kekuatannya hanya Alam prajurit tingkat 7. Kenapa sombong sekali? Bahkan kakak sepupu lebih tinggi tingkatannya." gerutunya kesal.
"Tuan, jika anda tidak memiliki urusan lagi, silahkan pergi." ucap Xiu Jie sembari memakan cemilan.
"Sombong!" pria paruh baya itu hendak menarik tangan Xiu Lan namun dihentikan oleh suara pria muda.
"Gou! Hentikan tindakan lancangmu!" teriak pria muda tersebut.
__ADS_1
"Maaf tuan." ucapnya kemudian kembali sembari mengepalkan tangannya.
"Ayo kembali ke kamar." ucap Feng Shu menggeleng kepalanya.
"Mungkin aku akan pergi ke hutan sekarang kak." ucap Xiu Ya.
"Ah? Kebetulan aku dan Xiu Wang juga akan kesana. Pergi bersama?" tanya Feng Shu.
Xiu Ya menggeleng, "Tidak perlu, sebelum ke hutan Xiu Ya ingin mengunjungi suatu tempat terlebih dahulu." ucap Xiu Ya.
"Baiklah kalau begitu." ucap Feng Shu mengalah.
Setelahnya semua orang melakukan urusannya masing masing.
"Gadis kecil, apakah kau mau membeli daganganku?" tanya nya.
Tubuh Xiu Ya sedikit bergetar. Suara pria tua itu mirip dengan suara gurunya. Xiu Ya segera menoleh, terlihat seorang pria tua menggunakan jubah compang camping. Xiu Ya mengeluarkan air mata, "Guru....." lirihnya.
Pria tua itu sedikit kebingungan, "Kenapa gadis kecil itu menangis? Apa aku menakutinya?" tanya nya dalam benaknya.
Xiu Ya segera menghapus air matanya, "Kakek.....apa aku boleh menjadi muridmu?" ucapnya memohon.
Pria tua itu mengernyit, "Apa maksudmu gadis kecil? Kenapa kau ingin menjadi muridku?" tanya nya.
__ADS_1
"Tentu saja karena kau guruku di kehidupan sebelumnya." batin Xiu Ya. "Sejak kecil Xiu Ya punya kepekaan terhadap seseorang. Dan Xiu Ya merasa Xiu Ya dan kakek ditakdirkan untuk saling bertemu." ucap Xiu Ya lugu.
"Kepekaan? Omong kosong." ucap Xiu Ya dalam benaknya.
Pria tua itu mengelus dagunya, "Gadis kecil namamu tadi Xiu Ya?" tanya nya.
"Benar guru!" ucap Xiu Ya.
"Tapi aku hanyalah seorang pria tua miskin. Lihat, bajuku bahkan sudah compang camping." ucapnya sembari terkekeh geli.
"Tak apa! Xiu Ya juga gadis kecil miskin." ucap Xiu Ya bersemangat.
Pria tua itu melongo tak percaya. Namun setelahnya pria tua itu tertawa keras, "Hahaha! Gadis kecil kau sangat menarik, baiklah aku akan mengangkatmu menjadi muridku." ucapnya sembari tersenyum hangat.
Xiu Ya segera memberikan hormatnya, "Xiu Ya memberi hormat kepada guru."
Pria tua itu mengangguk, "Mulai sekarang panggil aku Kakek Bai." ucapnya sembari membereskan dagangannya.
Xiu Ya memiringkan kepalanya, "Kakek tidak ingin dipanggil guru?" tanya Xiu Ya. "Ini tidak terjadi di kehidupan sebelumnya. Sepertinya masa depan akan banyak berubah." batin Xiu Ya.
"Tidak, aku menganggap mu seperti cucuku sendiri. Jadi aku ingin kau memanggilku Kakek." ucapnya santai.
Xiu Ya mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1