
Chapter 2
Kembali?
Tiba tiba tubuh Xiu Ya di kelilingi bola bola cahaya.
"Hangatnya...." lirih Xiu Ya.
Setelah beberapa saat, Xiu Ya merasa silau.
"Bukankah aku sudah mati? Kenapa silau sekali?" Xiu Ya membuka matanya.
"Dimana ini? Hutan?" gumamnya.
"Sebentar, suara siapa ini?" tanya Xiu Ya bingung.
Xiu Ya menoleh ke kanan dan kiri, "Kenapa hutan ini terasa familiar?"
Xiu Ya bangun dan bergerak ke arah danau.
Xiu Ya terkejut, "Gadis kecil?.....Bukan! Ini diriku saat umur 8 tahun. Apakah aku-" Xiu Ya menyeringai.
"Hahaha! Aku kembali! Hahahah!" Xiu Ya tertawa jahat.
"Kakak perempuan? Kenapa kau tiba tiba tertawa?" ucap seorang gadis kecil berumur 7 tahun bergidik ngeri.
Xiu Ya menghentikan tawanya, "Suara ini...." Xiu Ya berbalik.
Terlihat gadis kecil berwajah menggemaskan dibalik pohon.
Xiu Ya bergetar, "Xiu Lan....." ucap Xiu Ya berlinang air mata.
Xiu Lan terkejut, "Kakak perempuan? Kenapa kakak menangis?" tanya Xiu Lan berkaca kaca.
Xiu Ya menggeleng kemudian menghapus air matanya, "Tidak ada...." ucapnya sembari tersenyum hangat.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu, Lan'er akan sedih bila kakak perempuan menangis." ucapnya.
Xiu Ya tersenyum penuh kasih, 'Lan'er....di kehidupan sebelumnya aku tidak bisa melindungi mu, di kehidupan ini.....aku akan melindungi mu.' tekad Xiu Ya dalam benaknya.
Xiu Lan mendatangi Xiu Yu dan menarik tangannya, "Ayo kak kita kembali, bibi kedua sudah menunggu." ucapnya bersemangat.
Wajah gadis kecil itu semakin menggemaskan saat sedang bersemangat.
Xiu Ya tersenyum kecil, "Baik, ayo kembali."
Setelah berjalan kurang lebih 1 batang dupa, terlihat bangunan bangunan besar berdiri kokoh.
"Sekte 100 Obat.....aku kembali." lirih Xiu Ya.
Di pintu gerbang sekte, 2 orang laki laki tampan melihat kearah Xiu Ya dan Xiu Lan yang semakin mendekat.
"Kakak sepupu pertama!" teriak Xiu Lan
Xiu Lan berlari dan memeluk laki laki itu.
"Kakak sepupu pertama?" Xiu Ya mengerutkan dahinya, "Xiu Wang ya....bakatnya lumayan." nilai Xiu Lan dari kejauhan sembari manggut manggut.
"Lan'er....kau tidak memeluk kakak sepupu kedua mu ini?" tanya laki laki lain dengan wajah sebal.
Xiu Lan menoleh, "Tidak mau, Kak Xiu Jie menyebalkan." ucapnya dengan cemberut.
"Huhuhu Lan'er membenciku." ucap Xiu Jie dengan wajah sedih.
Xiu Lan memperhatikan wajah Xiu Jie, "Lan'er cuman bercanda....." ucapnya dengan tampang berkaca kaca.
Xiu Jie menjadi panik, "Eh?! Lan'er....jangan nangis.....kakak juga cuman bercanda." jelasnya panik.
"Benarkah?" tanyanya dengan wajah menggemaskan.
Xiu Jie mengagguk kepalanya dengan cepat, "Benar benar."
__ADS_1
Wajah Xiu Lan kembali cerah, "Baguslah....." Xiu Lan lega.
"Huft.....hampir saja." Xiu Jie menghembuskan nafasnya lega.
Xiu Wang hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik adiknya.
"Lan'er...." panggil Xiu Ya semakin mendekat.
Xiu Lan, Xiu Jie, dan Xiu Wang menoleh.
"Kakak perempuan!" Xiu Lan berjalan ke sisi Xiu Ya kemudian menarik tangannya.
Mengabaikan tangannya yang ditarik Xiu Lan, Xiu Ya memperhatikan Xiu Wang dan Xiu Jie dengan wajah datar, "Halo, kakak sepupu pertama dan kedua."
Xiu Wang dan Xiu Jie mengangguk, "Halo, adik sepupu."
"Kakak sepupu, kami pergi dulu. Bibi kedua sudah menunggu kami." ucap Xiu Lan.
"Baiklah....." ucap Xiu Wang.
Xiu Lan dan Xiu Ya meninggalkan kedua laki laki itu.
Sekte 100 obat, sekte yang sudah berdiri selama ratusan tahun. Setengah anggota sekte tersebut setidaknya dapat membuat satu pil tingkat rendah, hal tersebutlah yang membuat banyak sekte ingin bekerjasama dengan sekte 100 obat. Namun sekte 100 obat bukanlah sekte yang ingin terkekang, jadi mereka selalu menolak kerjasama dengan sekte sekte tersebut. Walaupun sekte 100 obat bukan sebuah sekte besar, namun sekte 100 obat memiliki pengaruh tersendiri dikalangan para pendekar dan kultivator. Selain itu, para anggota sekte 100 obat juga memiliki wajah diatas rata rata. Hal tersebut bukanlah hal yang aneh, karena setiap bulan para anggota sekte tersebut diberi 1 pil penghalus wajah oleh pemimpin sekte.
Sumber pendapatan sekte 100 obat terdapat dari hasil penjualan pil tingkat menengah dan atas. Segala pencapaian sekte 100 obat membuat sekte kalajengking iri dan marah. Sekte 100 obat dan sekte kalajengking selalu bermusuhan dan berkompetisi. Namun sekte 100 obat tak pernah menanggapinya dengan serius. Hal itulah yang membuat sekte kalajengking menyimpan dendam dan kebencian pada sekte 100 obat.
Sekte 100 obat berada di tengah hutan herbal. Sehingga para murid setiap harinya akan pergi mencari tumbuh tumbuhan herbal di dalam hutan herbal. Hutan herbal memang memiliki tumbuh tumbuhan herbal yang melimpah, namun hal tersebut tak luput dari banyaknya hewan spiritual kuat yang tinggal didalamnya. Jika alasan kenapa 100 obat masih dapat berdiri kokoh, itu karena sekte 100 obat memancarkan suatu aroma yang membuat para hewan hewan tersebut jinak. Dan masih banyak hal hal lainnya yang masih misterius dari sekte 100.
_____________________
Untuk chapter ini, hanya ditambahkan beberapa informasi seputar Sekte 100 Obat dan perbaikan typo.
Namun apabila kalian masih melihat typo, segera komen yaa, agar An dapat segera memperbaiki.
Terimakasih!
__ADS_1