
Chapter 24
Xiu Ya Hilang
Xiu Ya mengamati token giok ditangannya sejenak. "Apa aku telah membunuh salah satu murid sekte angin fajar? Dan lagi, siapa yang ingin membunuhku?" tanya Xiu Ya pada dirinya sendiri.
"Lupakan saja, sekarang aku harus segera menyusul mereka." ucap Xiu Ya sembari menghancurkan token giok ditangannya.
Xiu Ya segera melesat menuju Sekte Tombak Emas.
____________________
Xiu Wang dan yang lainnya telah sampai di Sekte Tombak Emas. Dan seperti biasa, mereka menjadi pusat perhatian. Penjaga gerbang sekte Tombak Emas meminta tanda pengenal Xiu Wang dan yang lainnya.
"Berikan tanda pengenal kalian." ucap penjaga tersebut.
Xiu Wang menaikkan alisnya bingung, "Bukankah kemarin sudah?" tanya Xiu Wang.
"Kemarin? aku tak pernah melihat kalian kemarin." jawab penjaga tersebut.
Xiu Wang berpikir, mungkin karena mereka kemarin memakai jubah, penjaga tersebut tak mengenalnya. "Baiklah kalau begitu." ucap Xiu Wang sembari menyerahkan token giok sekte 100 obat.
Penjaga tersebut mengernyit bingung, "Bukankah perwakilan dari sekte 100 obat memakai jubah?" tanya penjaga tersebut.
"Hm..benar, kemarin kami memakai jubah. Apa ada yang salah?" jawab Xiu Wang.
Tidak, tidak ada masalah, silahkan masuk. Oh benar, pergilah ke arah barat, patriak meminta kami menggiring para peserta kelapangan sekte." ucap penjaga tersebut mempersilahkan Xiu Wang beserta rombongannya.
Xiu Lan mengikuti Xiu Wang dan yang lainnya dengan semangat. Tapi entah kenapa, Xiu Lan merasa ada yang hilang? Namun Xiu Lan mengabaikannya dan mengamati bangunan bangunan di sekte tombak emas.
Sesampainya di lapangan Sekte Tombak Emas, Mereka menjadi pusat perhatian (lagi). Banyak pemikiran pemikiran di kepala para peserta setelah melihat Xiu Wang dan yang lainnya. Dan seperti biasa, mereka berempat mengabaikannya.
"Teman teman." panggil Feng Shu.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Xiu Wang dan Xiu Jie bersamaan.
"Aku merasa sepertinya ada yang hilang dari kita." jelas Feng Shu.
"Benarkah? Siapa?" tanya Xiu Wang sembari memperhatikan sekitarnya.
"Itu tidak mungkin, benarkan Xiu Ya?" panggil Xiu Jie.
Namun yang dipanggil tak terdengar suaranya. Xiu Lan menoleh.
"Xiu Ya?" panggil Xiu Jie lagi.
Namun sekali lagi, yang dipanggil tak terdengar suaranya.
"Ah!" pekik Xiu Lan menyadari sesuatu.
"Jangan jangan-" Xiu Wang menggantung kalimatnya.
"Xiu Ya hilang!" pekik Xiu Jie mulai panik.
Keempat orang tersebut mulai panik dan mencari cari Xiu Ya.
"Haatchu." Xiu Ya bersin, "Apa ada yang sedang membicarakanku?" pikir Xiu Ya. Xiu Ya segera mempercepat langkahnya menuju Sekte Tombak Emas.
"Aaa bagaimana ini?" tanya Xiu Jie panik.
"Tenang, jangan panik. Xiu Ya mungkin akan segera menyusul." yakin Feng Shu.
"Kakak perempuan! cepatlah kemari." gumam Xiu Lan penuh harap.
"Aku akan kembali ke gerbang sekte, kalian tunggulah disini." ucap Xiu Wang.
Semua orang mengangguk, "Baiklah."
__ADS_1
Xiu Wang segera melesat menuju pintu gerbang sekte. Patriak Gong yang mengawasi dari kejauhan, sedang mencari keberadaan Xiu Ya. Dan Patriak Gong melihat salah satu rombongan terlihat panik. Setelah diteliti, Patriak Gong baru menyadari jika rombongan tersebut adalah rombongan yang sama dengan Xiu Ya kemarin. Tanpa basa basi, Patriak Gong segera mendatangi rombongan Feng Shu.
Kedatangan Patriak Gong mengejutkan Feng Shu dan yang lainnya.
"Ah! hormat pada patriak Gong." ucap Feng Shu dan yang lainnya.
Patriak Gong mengangguk, "Dimana nona Ya?" tanya Patriak Gong.
Yang ditanya menaikkan alisnya bingung, "Nona Ya? apa maksud anda Xiu Ya?" tanya Feng Shu memastikan.
"Benar." jawab Patriak Gong.
"Sebenarnya...." Feng Shu menjelaskan segalanya.
"Apa?!" pekik Patriak Gong terkejut.
"Begitulah patriak, kami juga tak tau ada dimana Xiu Ya." ucap Feng Shu malu.
Patriak Gong mengelus dagunya, "Baiklah kalau begitu. Jika Nona Ya sudah datang, sampaikan salamku." pamit Patriak Gong dan segera menghilang.
Di lain sisi, para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Patriak Gong menyambut tamu tamu tersebut dan mempersilahkan mereka duduk. Namun, Patriak Gong juga mencari cari salah satu tamu undangan yang belum hadir.
"Apakah master tak akan datang?" batin Patriak Gong sedikit kecewa.
Salah satu tamu undangan melihat raut kecewa Patriak Gong. Ada apa Patriak? apa ada masalah?" tanya seorang wanita.
"Ah, tidak, hanya saja salah satu tamu undanganku sepertinya menolak hadir. Terimakasih atas perhatiannya tetua." jawab Patriak Gong.
"Tak perlu terlalu formal Patriak Gong." balas wanita tersebut.
Beberapa langkah sebelum pintu gerbang sekte tonbak emas, Xiu Ya melihat seorang pria tua sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Setelah diteliti Xiu Ya menyadari sesuatu.
"Kakek?" panggil Xiu Ya.
__ADS_1