
Chapter 15
Keributan Yang Tak Diperlukan
"Xiu Ya kau sudah ditunggu semuanya di meja makan penginapan." ucap Xiu Jie.
Xiu Ya bangun dari tidurnya, "Aku mengerti kakak sepupu, aku akan menyusul." ucapnya sedikit malas.
"Baik." setelahnya Xiu Jie pergi dari depan pintu kamar Xiu Ya.
Hari ini Xiu Ya menggunakan hanfu merah pucat dengan rambut yang digerai bebas. Saat keluar dari kamar, Xiu Ya bertemu Xiu Lan.
"Ah! Kakak! Kau tidak memakai jubahmu?" tanya Xiu Lan yang melihat Xiu Ya takjub.
"Apa lebih baik kakak menggunakan jubah saja?" tanya Xiu Ya. Sebenarnya dia sedikit tidak nyaman jika harus melepas jubahnya.
Xiu Lan menggeleng cepat, "Tidak! Kakak lebih cantik seperti ini." ucapnya bersemangat.
"Lebih baik aku memakai jubahku lagi." Xiu Ya kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Xiu Lan hendak menghentikan Xiu Ya namun tak bisa, "Kenapa kakak suka sekali memakai jubah?" gerutu Xiu Lan. Xiu Lan terus menggerutu sambil menunggu Xiu Ya, terkadang Xiu Lan menggembungkan mulutnya kesal.
Xiu Ya ke luar dari kamarnya dengan jubah hitam yang melekat di tubuhnya.
"Ayo...." ucap Xiu Ya. Xiu Ya dapat mengerti dari ekspresi Xiu Lan yang cemberut kalau dia ingin aku melepas jubah ini. Namun ini bukan saatnya Xiu Lan.
"Maaf Lan'er...aku berjanji tidak akan memakai jubah di kontes perburuan nanti." ucap Xiu Ya.
"Benarkah? Baiklah kakak sudah janji." ucap Xiu Lan dengan mata berbinar. Xiu Lan terlihat sangat menggemaskan.
Tidak seperti biasanya, Xiu Lan akan makan bersama di ruang makan. Karena biasanya Xiu Lan makan bersama Dong Si di kamar Dong Si. Kondisi Dong Si sudah membaik walaupun masih belum bisa bergerak bebas. Saat menuruni anak tangga, Xiu Ya dan Xiu Lan menjadi pusat perhatian. Lebih tepatnya mereka melihat ke arah Xiu Lan yang memiliki paras yang luar biasa.
"Hei lihat gadis kecil itu, apa dia dari keluarga bangsawan yang terhormat?" ucap salah seorang pengunjung.
"Aku tidak tau saat besar nanti rupanya akan seperti apa." ucap pengunjung yang lain.
Xiu Ya dan Xiu Lan mengabaikan para pengunjung dan mencari Xiu Wang, Xiu Jie, dan Feng Shu.
"Ah! Itu mereka. Ayo kak." ucap Xiu Lan.
__ADS_1
Xiu Ya tidak menjawab dan hanya mengikuti Xiu Lan.
"Mencolok sekali...." ucap Xiu Ya seraya terkekeh pelan. Bagaimana tidak? Hanya 1 meja yang diisi oleh orang orang berjubah hitam. Dan itu adalah kelompok mereka.
"Ah.....Lan'er akan makan bersama kita? Itu bagus." ucap Xiu Jie.
"Baik baik ayo kita makan sekarang." ucap Xiu Wang.
Setelah beberapa saat datang seorang pria paruh baya ke meja mereka.
"Gadis kecil....." panggil pria paruh baya itu.
Xiu Lan menoleh, "Ya?" tanya nya.
"Kenapa kau bersama orang orang berjubah hitam ini? Apakah kau tidak takut mereka akan melakukan suatu hal yang buruk? Kenapa kau tidak bergabung bersama tuan muda kami saja?" tanya nya berturut turut sembari menunjuk meja yang diduduki seorang pria muda.
Pria muda yang ditunjuk hanya tersenyum.
Para pengunjung lain mulai berbisik bisik.
__ADS_1
Xiu Lan menaikkan alisnya, "Apa maksudmu paman? Mereka bukan orang lain, mereka kakak kakakku." jelas Xiu Lan.
"Haish....gadis kecil jangan berbohong pada kami." ucap pria paruh baya itu.