
Chapter 20
Sekte Tombak Emas
"Ya! Sampai jumpa kek." Xiu Ya melesat pergi meninggalkan Kakek Bai.
Xiu Ya melihat Xiu Wang, Xiu Jie, dan Feng Shu didepan sekte tombak emas, "Apa aku terlambat?" gumam Xiu Ya.
Xiu Jie menyadari Xiu Ya yang mendekat, "Oh, Xiu Ya kau sudah datang."
Xiu Ya mengangguk.
"Baiklah ayo masuk." ucap Xiu Wang.
Mereka berempat memasuki sekte tombak emas setelah menyerahkan tanda pengenal sekte 100 obat. Sekte tombak emas merupakan salah satu sekte besar dari golongan putih. Meskipun tidak memiliki bangunan yang mewah, sekte tombak emas memiliki berbagai sumber daya yang melimpah. Sekte tombak emas juga memiliki berbagai tempat latihan dan kultivasi bagi murid murid sekte tersebut.
__ADS_1
Seperti namanya, sekte tombak emas memiliki berbagai teknik tombak. Ciri khas murid murid sekte tersebut juga menggunakan tombak sebagai senjatanya.
Setelah berjalan beberapa saat, terlihat ratusan orang sedang berkumpul di aula sekte tombak emas. Tak sedikit para remaja jenius yang terlihat. Namun hal tersebut tak membuat mereka berempat berkecil hati, mereka justru semakin bersemangat untuk berkompetisi dengan mereka.
Kedatangan mereka berempat sedikit mencolok, mungkin karena mereka berempat mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka. Tak sedikit cemoohan terdengar dari mulut mereka, namun mereka berempat tak mengubris hal tersebut. Bagaimanapun murid murid sekte 100 obat memang memiliki pengendalian emosi yang luar biasa. Karena tanpa hal tersebut, akan sulit untuk menjadi seorang alkemis hebat.
Setelah beberapa saat, Xiu Ya menatap tajam kearah panggung di aula, "Berani sekali orang tua itu mengeluarkan aura dahsyat ini, apa dia mau membunuh anak anak ini?!" batin Xiu Ya sedikit marah.
Tiba tiba aura mencekat mencekik leher anak muda di aula. Para anak muda tersebut tak dapat bernafas. Tak sedikit para anak muda yang jatuh berlutut. Beberapa anak muda juga mengeluarkan air mata dan lendir dari hidungnya (ingus maksudnya(T▽T)). Namun masih ada beberapa anak muda yang masih berdiri walau tidak tegak. Xiu Wang, Xiu Jie, dan Feng Shu juga merasa lehernya tercekik. Lutut mereka menjadi lemas namun mereka tetap bertahan.
Xiu Ya menatap tajam seorang pria yang sedang berdiri diatas panggung.
Pria diatas panggung tersebut bergidik, merasakan tatapan seseorang dengan niat membunuh yg kuat. "Apa ada seorang ahli disini?" batinnya sedikit ketakutan.
"Kuberi kau peringatan." suara mengerikan berdengung di kepala pria tersebut. Seketika wajah pria tersebut berubah pucat. "Hentikan apa yang sudah kau lakukan atau......" suara mengerikan tersebut menggantung kalimatnya.
__ADS_1
Pria tersebut segera menghilangkan aura miliknya, "Maafkan junior ini yang telah menyinggung anda senior." ucapnya terbata bata dengan keringat dingin bercucuran.
"Hanya kali ini saja." ucap suara mengerikan tersebut. Pria tersebut menghela nafasnya lega. "Apa ada salah satu anak muda disini yang memiliki hubungan dengan senior tersebut?" pikir pria tersebut. "Lebih baik aku berhati hati mulai sekarang." tekad pria tersebut.
Namun yang tidak diketahui pria tersebut adalah bahwa suara mengerikan tersebut dilakukan oleh seorang gadis kecil berumur 9 tahun. Siapa lagi jika bukan Xiu Ya?
Xiu Ya tertawa pelan namun berisi kepuasan, "Hahaha, berani melakukan hal tersebut pada orang terdekat ratu ini? Rasakan akibatnya." ucap Xiu Ya pelan.
"Ehem." pria tersebut batuk pelan.
Para anak muda yang sudah mengembalikan kesadarannya segera melihat ke arah panggung.
"Hormat kami pada patriak Gong." ucap mereka serentak namun lemah.
"Bagi mereka yang telah kehilangan kesadarannya tak diijinkan untuk mengikuti kontes perburuan besok." ucap Patriak Gong.
__ADS_1