Kembalinya Sang Ratu

Kembalinya Sang Ratu
6. Xiao Huo [Revisi]


__ADS_3

Chapter 6


Xiao Huo


"Dimengerti, terimakasih pemimpin." Xiu Ya memberi hormat dan pergi untuk mencari Xiu Lan. Di perjalanan Xiu Ya tersenyum licik. "Tidak mengikuti kontes perburuan? hanya orang bodoh yang menuruti permintaan tersebut" batin Xiu Ya.


Sesampainya di depan kamar Xiu Lan, Xiu Ya mengetuk pintunya.


Tok Tok Tok


"Lan'er...." panggil Xiu Ya.


Pintu pun dibuka, "Kakak perempuan!!" Xiu Lan memeluk Xiu Ya erat.


"Ada apa kakak perempuan?" ucap Xiu Lan penasaran.


"Lan'er mau ikut kakak ke sekte tombak emas tidak?" tanya Xiu Ya sembari mengelus pucuk rambut Xiu Lan.


Seketika mata Xiu Lan bercahaya, "Mau! Lan'er mau ikut kakak perempuan!" ucapnya bersemangat.


Xiu Ya mengangguk, "Baguslah, kalau begitu."


Xiu Ya dan Xiu Lan berbincang bincang sebentar. Setelahnya, Xiu Ya pamit kembali ke kamarnya. Sebelum kembali ke kamarnya, Xiu Ya pergi mencari Xiu Wang dan Xiu Jie. Kebetulan, mereka berdua sedang berdiskusi dengan perwakilan lainnya di aula.


"Kakak sepupu pertama, kakak sepupu kedua." panggil Xiu Ya.


Xiu Jie dan Xiu Wang menoleh, "Oh! Adik sepupu."


"Bagaimana?" tanya Xiu Wang serius.


"Pemimpin mengijinkan....." ucap Xiu Ya tenang.


Xiu Jie dan Xiu Wang terkejut, bagaimana pun Xiu Ya dan Xiu Lan masih anak anak. Kenapa pemimpin mengijinkan? Namun pemikiran tersebut langsung ditepis Xiu Wang dan Xiu Ya. "Pemimpin pasti punya alasan." batin mereka berdua.


"Kakak sepupu?" Xiu Ya mengangkat alisnya.


Xiu Wang dan Xiu Jie kembali sadar, "Itu bagus jika pemimpin mengijinkan." ucap Xiu Wang sembari tersenyum.


Xiu Jie mengangguk, "Dengan begini kita bisa berpartisipasi dengan kontes pemburuan." ucapnya sembari melirik perwakilan sisanya.


"Oh benar, pemimpin bilang kami berdua hanya menonton." ucap Xiu Ya.


Xiu Wang mengangguk, "Ya, kami juga sadar bahwa tidak mungkin kalian berpartisipasi dalam kontes pemburuan."


"Itu benar adik seperguruan." ucap perwakilan lainnya yang merupakan anak dari tetua ketiga, Feng Shu.


Xiu Ya membuang wajahnya, "Tidak mungkin? Kalian yang tidak mungkin." Xiu Ya mengumpat sebal.

__ADS_1


"Oh benar." Xiu Ya membalikkan wajahnya, "Kapan kontes pemburuan itu dimulai?" tanya Xiu Ya.


"Sekitar 3 bulan lagi." ucap salah satu perwakilan yang lain.


"Namun kita akan berangkat 1 bulan sebelumnya." Xiu Jie menambahkan.


"Baiklah, Xiu Ya undur diri." Xiu Ya meninggalkan aula dan pergi menuju hutan.


"Aku harus mencapai Alam prajurit tingkat 5 selama 2 bulan ini." Xiu Ya memijat dahinya yang sakit.


2 bulan kemudian.....


Boom!


Xiu Ya membuka matanya, "Alam prajurit tingkat 5." Xiu Ya menyeringai puas.


Jika orang orang tau apa yang dilakukan Xiu Ya selama 2 bulan ini, dapat dipastikan mereka akan menggali lubang karena malu.


Selama 2 bulan ini, Xiu Ya mencari obat obatan di hutan terdalam, bertarung dengan binatang buas, berlatih dibawah air terjun, dan masih banyak hal hal gila lainnya yang dilakukan Xiu Ya.


Bulan ini, usia Xiu Ya genap 9 tahun. Sedangkan 1 bulan sebelumnya Xiu Lan berusia 8 tahun. Xiu Lan juga sudah mencapai Alam prajurit tingkat 2. Hal tersebut membuat 1 sekte gempar. Bakat seperti itu dapat dikatakan sebagai bakat super jenius.


Lalu bagaimana reaksi semua orang jika mengetahui pada umur 8 tahun Xiu Ya sudah menembus Alam prajurit tingkat 4? Mungkin mereka akan pingsan karena terkejut.


Tiba tiba, Xiu Ya merasakan hawa mencekam dari dalam hutan. Xiu Ya yang penasaran, segera bergerak menuju sumber hawa mencekam tersebut. Setelah melesat dengan kecepatan tinggi, Xiu Ya sampai di depan sebuah gua yang amat besar.


"Apa yang ada didalam sebenarnya?" tanya Xiu Ya pada dirinya sendiri.


"Siapa itu?! beraninya kau memasuki tempat milikku!" suara mengerikan terdengar di telinga Xiu Ya.


Xiu Ya menjadi waspada, "Hanya penasaran." ucap Xiu Ya jujur.


Suara mengerikan tersebut terdiam, "Hahahah sungguh menarik gadis kecil." suara tersebut tertawa keras.


"Eng....langsung saja, siapa kau?" tanya Xiu Ya.


"Aku merasa kau tidak memiliki niat jahat, masuklah kedalam gadis." ucap suara tersebut tenang.


Tanpa basa basi terlebih dahulu, Xiu Ya masuk lebih dalam. Sesampainya di ujung gua Xiu Ya dikejutkan dengan sesuatu.


"Eh?"


"Akhirnya kita bertemu gadis kecil." ucap seekor burung kecil di hadapannya.


"Pfttt." Xiu Ya tertawa terbahak bahak.


"Kau!" burung kecil dihadapannya marah. Namun entah kenapa hal tersebut malah terlihat menggemaskan bagi Xiu Ya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Xiu Ya berhenti tertawa.


"Apa kau tidak tau siapa aku?" tantang burung kecil dihadapannya.


Xiu Ya memutar matanya malas, "Jadi, kenapa kau ada disini Phoenix kecil?" tanya Xiu Ya.


Burung kecil dihadapannya tersentak kaget, "Jadi kau sudah mengetahuinya? Kenapa kau tidak takut?" tanya nya heran.


"Untuk apa aku takut" ucap Xiu Ya acuh. "Tapi karena aku sudah menemukanmu, KAU bentuk kontrak denganku." ucap Xiu Ya menekankan kata kau.


"Hump, siapa kau ingin menjadi tuan ku?" ucapnya angkuh.


"Aku tak peduli, lakukan dengan sukarela atau.." Xiu Ya tidak melanjutkan omongannya namun menyunggingkan senyum iblisnya.


Aura mencekam keluar dari tubuh Xiu Ya. Phoenix kecil merasa tertekan akibat aura yang dikeluarkan Xiu Ya.


"Baik! baiklah! aku akan membuat kontrak denganmu. Tapi...Apa yang kudapatkan?" ucap Phoenix kecil tersebut.


"Kujamin, kau tak akan rugi." Xiu Ya tersenyum misterius.


Phoenix kecil hanya tersenyum kecut. Namun saat ini, yang dapat dilakukannya adalah pasrah. Setelah melakukan kontrak darah, Xiu Ya memulai obrolan dengan burung kecil dihadapannya.


"Jadi, siapa nama mu?" tanya Xiu Ya.


"Tak ada tuan." jawab phoenix kecil.


"Baiklah, nama mu sekarang Xiao Huo (Api kecil / Little fire)"


"Apa? Namaku terdengar lemah." ucap Xiao Huo sembari cemberut.


"Aku tak peduli." ucap Xiu Ya acuh.


Xiao Huo hanya terus mengoceh tak jelas.


"Sekarang, bagaimana aku membawamu Xiao Huo?" tanya Xiu Ya.


"Aku bisa menyatu dengan tubuh tuan, namun aku masih harus tinggal disini." ucap Xiao Huo.


"Ah? begitu? baiklah. Aku akan kembali kesini lagi nanti, namun tak dalam waktu dekat." jelas Xiu Ya sembari mengelus kepala kecil Xiao Huo.


"En baiklah. Lagipula kita masih bisa saling berkomunikasi lewat telepati." ucap Xiao Huo panjang lebar.


"Baiklah, sampai jumpa." pamit Xiu Ya.


Xiu Ya segera melesat pergi menuju sektenya.


__________________________

__ADS_1


Yak, chapter ini benar benar banyak berubah. Semoga suka dengan perubahan baru nya.


Happy Reading readerssss


__ADS_2