Kembalinya Sang Ratu

Kembalinya Sang Ratu
17. Teknik Pedang Langit [Revisi]


__ADS_3

Chapter 17


Teknik Pedang Langit


Xiu Ya mengangguk tanda mengerti


"Ya'er ayo ikut kakek."


"Baik." jawab Xiu Ya.


Kemudian mereka berdua melesat menuju hutan. Setelah masuk lebih dalam ke hutan, terlihat sebuah gubuk kecil terawat dengan ladang yang ditumbuhi tanaman obat.


"Ayo masuk." ajak Kakek Bai.


Sesampainya di gubuk Kakek Bai pergi mengambil sesuatu di lemari obat miliknya.


"Apa kau sudah dapat berkultivasi Ya'er?" tanya Kakek Bai.


Xiu Ya mengangguk.


"Itu bagus. Apa kau sudah memasuki Alam prajurit tingkat 2?" tanya Kakek Bai lagi.


"Kakek.....Ya'er sudah mencapai Alam prajurit tingkat 6." ucap Xiu Ya datar.


Kakek Bai merasa jantungnya dapat keluar kapan saja saat ini, "T-tingkat 6?" tanya nya lagi.


"Ya...." jawab Xiu Ya acuh.


Kakek Bai menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya. Murid seperti apa yang dia miliki saat ini? Terlalu mengerikan.


"Jadi....kenapa Ya'er ingin kakek menjadi gurumu?" tanya Kakek Bai. Bagaimanapun dengan bakatnya saat ini, akan mudah membuat tokoh tokoh terkenal menjadi gurunya.

__ADS_1


"Bukankah Ya'er sudah mengatakannya di pasar kalau Ya'er bertemu kakek adalah takdir?" jelas Xiu Ya.


Kakek Bai hanya mengangguk ngangguk.


Karena merasa sedikit panas, Xiu Ya membuka tudung kepalanya.


Kakek Bai tertegun sejenak, "Ya'er kau memiliki bakat menentang langit dan paras yang sempurna. Sepertinya aku beruntung karena dapat bertemu denganmu." ucap Kakek Bai sembari mengusap kepala Xiu Ya.


Xiu Ya hanya tersenyum menggemaskan.


"Kalau kau sudah dapat berkultivasi artinya pil ini sudah tidak berguna." ucap Kakek Bai kemudian menyimpannya kembali di lemari obatnya.


"Kakek Bai! Ya'er ingin teknik berpedang yang cocok untuk pedang kristal." ucap Xiu Ya. Xiu Ya yakin gurunya memiliki teknik tersebut karena di kehidupan sebelumnya gurunya memberikannya pedang kristal beserta teknik pedangnya.


Kakek Bai sekali lagi merasa jantungnya dapat keluar setiap saat jika sedang bersama Xiu Ya, "K-kau tau tentang pedang kristal Ya'er?" tanya Kakek Bai memastikan.


Xiu Ya mengangguk kemudian mengeluarkan pedangnya.


Kakek Bai tertawa keras, "Hahaha! dewa sungguh murah hati memberikan ku murid yang begitu luar biasa." ucapnya bangga.


Xiu Ya mengingat setiap gerakan yang muncul di otak nya. Setelah beberapa gerakan mengalir Xiu Ya menyadari sesuatu, "[Teknik Pedang Langit]" Xiu Ya segera keluar dari gubuk tersebut kemudian mulai mempraktekan gerakan yang ia ingat.


Kakek Bai mengikuti Xiu Ya dan sekali lagi Kakek Bai terkejut. Dalam sekali coba Xiu Ya dapat menyempurnakan [Teknik Pedang Langit]. Entah ini berkah atau malah malapetaka.


Boom


Xiu Ya menghancurkan sebuah batu besar. Xiu Ya menghela nafas kemudian melihat ke arah langit. "Sepertinya sudah waktunya aku kembali." gumam Xiu Ya.


"Kakek...." panggil Xiu Ya.


Kakek Bai tidak merespon.

__ADS_1


"Kakek?" panggil Xiu Ya lagi.


"Hm? Ada apa Ya'er?" tanya Kakek Bai yang berhasil sadar dari keterkejutannya.


"Xiu Ya akan kembali lagi besok." pamit Xiu Ya.


"Baiklah...." ucap Kakek Bai.


Setelahnya Xiu Ya melesat pergi meninggalkan Kakek Bai.


Keesokan Harinya


Seperti biasa, Xiu Ya, Xiu Lan, Xiu Wang, Xiu Jie, dan Feng Shu sarapan bersama pagi ini.


"Aku dengar hari ini para peserta kontes perburuan harus mendaftar terlebih dahulu." ucap Xiu Jie memulai diskusi.


Xiu Wang berpikir sejenak, "Baiklah kita akan berkumpul di depan Sekte Tombak Emas siang nanti." ucapnya mengambil keputusan.


"Lalu bagaimana dengan Lan'er?" tanya Xiu Lan.


"Lan'er tidak perlu ikut." ucap Feng Shu.


"Baik, tapi besok Lan'er akan ikut dengan kalian ke sekte tombak emas." ucap Xiu Lan memaksa.


Xiu Ya mengangguk, "Baik, aku akan mencari seseorang untuk menjagamu di sekte tombak emas nanti." ucap Xiu Ya.


Xiu Wang, Xiu Jie, dan Feng Shu mengangguk


"Oh ya, besok aku ingin kalian melepas jubah kalian." pinta Xiu Lan memaksa.


"Ini...." Xiu Wang sedikit trauma mengingat kejadian di paviliun bintang.

__ADS_1


Xiu Lan menunjukkan wajah sedihnya.


"Ba-baik baik kami akan melepas jubah ini...." ucap Xiu Wang terpaksa.


__ADS_2