
...Aku membuka mataku dengan susah serta kepala yang sangat pening hingga sekitar 15 menit aku hanya memandangi langit langit kamarku lalu berusaha bangun dengan susah payah....
" Uhhh,"aku memegangi kepalaku yang serasa berputar putar lalu melangkah terhuyung huyung menuju meja rias .
...Ku pandangi pantulan wajah ku di cermin wajahku yang sangat sangat amburadul dengan mata bengkak dan menghitam kayak panda di tambah lagi rambut panjang ku seperti habis terkena badai ,ya kena badai dusta tepatnya.Ku usap wajah ku yang terasa sangat lengket ini karna habis ku basuh air mata semalaman....
...Srekk ..ku sibakkan gorden dan ku buka jendela ,seketika udara sejuk pagi menusuk jiwa . Ku seret kursi dan duduk bersandar memandangi hamparan bunga bunga indah di taman mama sambil menikmati hangat nya sinar mentari pagi....
...Ceklek ...tiba tiba pintu kamar ku terbuka yang membuat ku terkejut hingga hampir loncat terjun melalui jendela lantai 2 kamarku ini. Begitu pun dengan mama ku yang terkejut melihat ku yang sudah seperti orang gila ini....
" Fi, itu kamu ?" ucap mama sambil menunjuk ke arah ku yang sudah ku duga akan sangat syok melihat rupaku yang seperti ini .Aku pun hanya mengangguk dengan raut muka sedih .
" Aku ini anakmu ma,huwaa aa " tangis ku dalam batin.
" Kesini " ucap mama dengan lembut yang sekarang tlah duduk selonjor di kasur ku. Aku pun segera menghampiri mamaku dan tidur di pangkuan nya.Memang tak akan ada yang bisa mengalahkan kenyamanan tidur di pangkuan seorang ibu . Walau di singgasana raja berlapis sutra emas pun tak akan bisa.
" Kamu kenapa fi cerita sama mama" ucap mama dengan mengusap lembut rambut ku.
" Nggak papa ma " ucapku dengan suara lirih,parau dan tertahan dengan tersenyum tipis.
" Jujur sama mama .Semalem mama lihat kamu pulang sambil nangis ,kamu kenapa?" ucap mama yang ternyata melihatku saat pulang tadi malam.
" Emmm,aku putus ma" akhirnya kata itu terlontar juga dari mulutku .
" Kok bisa ?memangnya ada masalah apa fi?" ucap mamaku selembut tahu sutra .
" Gak ada tapi mungkin dia udah punya yang lain " ucapku dengan nada berpikir.
__ADS_1
bla bla ..aku menceritakan semua pada mamaku.
" Jadi Reno bukan di takdirkan jadi mantu mama yang bantuin benerin genteng ,benerin kran jebol ,benerin pintu seret ,angkatin galon ,nyangkul di taman mama ,ngangkatin plus masangin gas elpiji dan lain lain " ucap mama yang berusaha menghibur ku .Aku pun seketika menghentikan tangisku karna mendengar rentetan pekerjaan yang harus di kerjakan suami ku kelak ,kasihan sekali .
" Nggak sekalian nguras kolam pake gayung ma" ucapku.
" Ide bagus nanti berdua sama kamu."
"Ma apa syafi kurang baik jadi Reno ninggalin Syafi." aku terduduk lalu menatap mamaku menunggu jawaban.
...Pikiran ini tiba-tiba muncul dalam benakku,apakah ada yang salah dari ku....
" Sayang brarti dia bukan jodohmu, bukan ayah dari anak anakmu kelak" ucap mama yang sudah suangatt sering aku dengar saat orang mengalami perpisahan.
"Kenapa kamu sudah bosan mendengar kata2 ini?( aku mengangguk dengan tersenyum tipis).Fi Reno meninggalkan tapi bukan berarti kamu yang salah ataupun kamu yang memiliki kekurangan."
" Belum tentu . Sekarang mama tanya memangnya kamu tau darimana dia udah punya yang lain( aku hanya terdiam). Ada banyak orang yang memiliki cara yang berbeda tentang apa serta bagaimana dia mengambil sebuah tindakan dan tak jarang pula caranya itu membuat orang yang melihat nya juga memiliki pandangan yang berbeda beda tentang tindakan yang dia ambil."
"Jadi aku menganggap Reno memperjuangkan wanita lain tapi bisa saja menurut orang lain bukan itu .Jadi menurut mama apa alasan nya meninggalkan Syafi ?"
" Dengerin mama nggak harus semua hal itu terlalu di pikiran hingga bercabang-cabang terkadang bersikap bodo amat itu lebih baik . Kalau menurut mu Reno ninggalin kamu Karna wanita lain yaudah itu bukan salah kamu dan kamu nggak usah nyalahin diri nyari dimana letak kesalahan mu.Sekarang kamu biasain diri berusaha ngomong sama diri sendiri untuk bersikap bodo amat nyakinin diri kalau dia pergi yasudah nggak masalah "aku mengangguk paham.
" Susah ma gabisa " ucapku tanpa dosa.
"Dicoba aja belum fi " mamaku menghela nafas panjang.
"Nggak bisa deh beneran ma susah " ucapku disusul cengiran .
"Kamu paham kan sama yang mama omongin?"
__ADS_1
"Paham banget tapi yaudah biarin gini aja ma Syafi nggak nyalahin diri lagi kok sedih sih tapi Syafi nggak mau ngelupain " mendengar ucapku mamaku langsung meninggalkan kamar ku dengan muka frustasi.
*
...Bukannya aku tak mendengarkan nasihatnya aku mendengarkan dengan seksama yang menurutku teruntuk semua umat yang sedang patah hati.Tapi walaupun begitu dari awal aku memang tak ambil pusing memikirkan cara melupakan nya Karna memang tak ingin....
...Pikiranku menerima semua itu dengan baik dan membenarkannya tapi hatiku hanya bisa membenarkan tanpa bisa menerima....
Entahlah aku belum bisa merelakan nya dan melupakannya entah kenapa aku masih berharap dia adalah jodohku .
...Aku memang sakit karna dalam pikirku dia meninggalkan ku karna wanita lain tapi jika takdir membawanya kembali padaku aku akan menerimanya .Terdengar bod*h memang tapi mau gimana .Intinya aku akan tetap berjalan tanpa berusaha melupakan ataupun terlalu berharap dia kembali....
...Semoga saja aku terus bisa berdamai dengan perasaan ini dan tidak menyesal karena telah bertekad untuk tidak berusaha melupakannya dan jika ternyata nanti aku secara tidak sadar telah melupakan nya berarti aku sudah memiliki pengganti....
Aisshh entahlah terkadang aku pun tak bisa memahami tentang pemikiran ku sendiri dan sekarang aku pun pusing tentang apa yang kupikirkan.
.
.
.
.
.
.
Makasih sudah mau membaca ,maaf jika cerita ku ini terlalu membosankan.
jangan lupa tekan jempolnya ya!
__ADS_1
comment jika suka atau jika ada kritik dan saran yang membuat novel ini lebih baik.Bye bye di eps selanjut nya( kalau mau baca ,he he )😘.