
20 menit kemudian
"Akhirnya selesai juga .Lama banget sih?" protes Sina.
"Ya maaf namanya juga cewek kan" jawabku.
...Aku berdiri mematung melihat Sina yang tiduran di lantai yang tak berkarpet sambil ngemil keripik ,itu gunanya sofa sama karpet dilantai buat apa ya?....
Srekkkk...
Aku menyibakkan gorden seketika kamarku menjadi terang.
"Wuihh bagus banget fi" ucap Sina yang melihat betapa indahnya kebun mamaku.
"Iya dong itu kebun mamaku .Setiap Minggu aku dan mama slalu berkebun untuk menanam bunga atau sekedar memberi pupuk" ucapku sambil mengoles pelembab diwajahku.
"Oooo"bibirnya membulat.
"Ambil sana tuh kursi atau mau berdiri aja" aku menunjuk kursi dekat meja tempat lampu.
" Oke".
Aku menyisir rambut panjangku kemudian mengucirnya tinggi.
"Ini ,foto siapa fi ?" tanya Sina sambil berjalan ke arahku.
" Ee bukan siapa2 kok.Sini fotonya" aku dengan cepat mengambil foto itu dari tangan Sina.
" Aduh kenapa ada yang jatuh segala sih?" batinku.
...Aku pun binggung hendak berkata apa karna memang aku belum pernah menceritakan nya pada Sina....
"Hai hai " teriak Ani dan Lia yang tiba-tiba muncul.
"Ngagetin aja sih kalian tuh" jawabku.Untung aja nggak loncat jantungku.
" Untung aku gak punya jantung " ucap Sina .
" Nggak punya jantung kok hidup ,haha" ucap Lia .
" Maksudku nggak punya penyakit jantung" ucap Sina dengan malu.
"Maaf emang tadi rencananya mau ngagetin ,hehe" ucap Ani .
" Oh kamu ini temen kuliahnya Syafi ya "tanya Lia pada Sina.
" Iya ini temen kuliahku,namanya Sina " aku menjawab pertanyaan yang bukan tertuju untukku.
" Hai kenalin aku Lia yang imut " ucap lia dgn ekspresi sok cute.
"Apaan sih Li( menyenggol lengan Lia ).Oh ya aku Ani salam kenal (berjabat tangan)" ucap Ani ramah.
" Ya salam kenal Ani ,Lia " Sina tersenyum manis.
" Manggilnya sin apa na nih?" tanya Lia .
"Kalau aku sih sin" jawabku.
"Aku sih yes" ucap Ani seperti Anang Hermansyah .
" kalau gitu aku manggil Cos aja " ucap Lia.
"Ya udah kalau gitu aku ganti Tan " ucap Ani .
" Nama panjangku ganti jadi sindemi cossami tandesa dong" gurau Sina.
"Yah malah jadi rumus trigonometri sih,haha " ucapku.
Seperti biasa agenda sebagai pembukaan saat bertemu adalah nonton satu film terbaru.
selesai nonton film...
...Kami masih lesehan dilantai dengan bungkus cemilan yang berserak.Waktu pun telah menunjukkan pukul 13.00 wib waktu memang cepat berlalu....
" Wah si Reno udah nggak nempel didinding " goda Lia .
"Eh iya kemana fi ?" tanya Ani .
"Aku telen " ucapku ngasal.
" Hebat dong kayak pesulap" ucap Lia.
" Reno?" tanya Sina yang dari tadi gak tau topik yang sedang di bicarakan.
" Reno mantannya Syafi" jawab Lia dengan santainya yang langsung mendapat tatapan tajam dariku tapi dia malah nyengir doang.
...Sina pun terlihat kaget dengan apa yang di dengarnya karna memang tak pernah sekalipun aku membicarakan atau keceplosan soal aku punya mantan ....
"'Oh jadi pas kamu bilang Ren.. itu mau bilang Reno fi?" tanya Sina.
" Hmm" jawab ku.
" Dia ngakunya apa sin?" tanya Ani .
"Nggak ngaku sih tapi aku nyangkanya rentenir"Sina tersenyum malu .
" Busett gak sekalian debt colector sin" ucap Lia .
...Setelah itu Ani dan Lia menceritakan tentang Reno yang sudah mendapat persetujuan dariku pastinya.Aku pun hanya diam melamun kayak patung....
______________
Curhat time...
______________
"Lucnat banget ya jadi cowok" tanggapan Sina .
"Iya, makanya kamu harus segera lupain dia dan buka hati buat yang lainnya fi " ucap Ani kepadaku.
__ADS_1
"Hmm" Hanya itu yang keluar dari mulutku dari tadi.
" Kalau kalian gimana? "tanya Sina pada Ani dan Lia .
...Aku hanya melihat mereka bertiga ngobrol nampaknya mereka sudah mulai akrab walaupun aku yang harus jadi korban ghibah.Aku seperti cabe yang disingkirkan di pinggir piring....
"Kita sih jomblo " jawab Ani .
" Ya cerita soal mantan gitu" ucap Sina.
"Nggak minat ah" ucap Ani .
" Kenapa ? " tanya Sina .
" Males aja " jawab Ani . "Mending Lia nih yang bentar lagi kayaknya bakalan gak jomblo lagi" tambah Ani .
" Kenapa cerita dong Li?" ucapku yang akhirnya semangat buat gabung ngobrol karna udah nggak ghibahin aku.
"Ya kamu inget cowok yang aku ceritain saat kita telponan waktu itu kan" ucap Lia dengan malu2.
" Yang gamer itu Li? " tanyaku.
"Hmm iya ,tiba2 dia minta nomorku dan sekarang kita sering chattan atau sekedar makan bareng di kantin kampus" ucap Lia yang terlihat bahagia.
" Yah dan aku jadi kayak obat nyamuk sama ngusirin lalat" curhat Ani .
"Sama kayak aku dong ni" ucap sina.
" Maksudmu? ".
" Ya sama2 cuma jadi penonton gitu.Tapi bedanya kalau Lia pasti mesra ,ketawa tawa , becanda sama doinya bikin kamu iri kan.Beda sama aku yang liat Syafi setiap ketemu ribut mulu bahkan diawal pertemuan udah debat aja jadi pusing aku liatnya dan mendengar kan ceritanya" celoteh Sina panjang lebar.
"Jadi penasaran deh sama orangnya" ucap Lia .
" Dia orangnya gimana fi ?" tanya Ani .
" Nyebelin" jawabku datar.
" Terus?".
" Ngeselin".
" Yah bukan itu jawaban yang ku inginkan .Kamu jawab keren kek apa kek gitu" protes Lia .
"Yah kalian nanya tentang kak Diksa sama Syafi ya jawabannya cuma nyebelin sama ngeselin " ucap Sina .
"Oh namanya Diksa .Ya udah aku nanya kamu aja deh ,kamu lebih seru daripada syafi" ucap Lia aku yang mendengar hanya membulat kan netra.
" Dia itu ganteng ,keren ,tinggi ,putih pokoknya tampan tapi sayangnya dingin poll.Ya dia itu kayak kulkas keluaran terbaru gitu ,dingin tapi banyak yang pengen punya ,wkwk" ucap Sina .
" Wah kalau gitu aku juga pengen beli dong" ucap Lia.
"Beli beli kayak barang aja" ucap Sina .
...Karena mereka memaksaku untuk bercerita maka dengan berat hati aku menceritakan semuanya tanpa terkecuali termasuk tentang si nenek sihir itu....
...Pokoknya aku menceritakan semuanya ! mulai dari tabrakan sama alien es yg nyungsep tong sampah ,di datengin nenek sihir hingga munculnya manusia iblis kemarin pagi....
" Cewek galak emang tak terkalahkan berani nonjok segala" komen Lia .
"Si nenek sihir itu pasti makin panas kamu ati2 lho fi" ucap Ani .
" Iya aku tau tapi kalian tenang aja bisa ku atasi itu mah" ucapku pura2 tidak apa-apa aslinya mah takut juga.
****
"Eh cari makan yuk ,kayaknya udah wayahe lunch deh" ucap Lia .
"Nggak karuan amat sih Li pemakaian bahasamu ,di campur2 gitu" ucapku.
" Kita masak aja gimana?seru deh kayaknya" saran Sina .
"Emang kamu bisa masak? " tanya Ani .
"Dikit sih,coba liat tutorial masak gitu" ucap Sina .
" Ya ayo di coba dulu" ucapku.
...Kami pun pergi ke dapur dan memutuskan untuk masak sop ayam ,tempe goreng dan sambel karna itu makanan yang simpel dan bahannya pun semua tersedia di kulkas ....
" Udah lengkap semua belum nih semua bahannya terus pertama ngapain dulu" ucapaku sembari meletakkan bahan di meja.
" Kita bagi tugas aja ya, Sina sama Lia nyiapin semua bumbunya sedangkan aku dan Syafi motong bahan² lainnya" Ani membagi tugas masing.
10 menit kemudian
...Setelah semua bumbu tlah siap dan bahan lengkap sudah dipotong kami hanya saling menatap tanpa ada yang memulai memasak....
Akhirnya pun Ani yang bersedia memasak sop nya.
.
.
.
" Pertama tumis bumbu halus ,serai , lengkuas, jahe,daun jeruk dan daun salam sampai harum" pandu Sina yang terpaku pada ponsel.
" Terus?" tanya Ani .
" Masukin ayam masak sebentar lalu masukin airnya trs nanti baru sayurnya" jelas Sina .
" Bener gak nih ? " tanya Lia.
" Bener,mamaku kalau masak juga gini .Kalau salah ya udah terima aja" ucapku.
...Setelah 20 menit masak sop hingga berganti 4 x orang yang masak akhirnya sop ayam pun sudah siap saji.Tinggal acara goreng menggoreng saja....
" Udah panas belum minyaknya? " tanyaku.
" Mana saya tau udah panas apa belum" ucap Lia yang membawa tameng tutup panci.
__ADS_1
"Celupkan tanganmu biar tau ,haha" gurau Sina.
" Udah sini aku aja yang goreng" ucapku geram... Lia pun segera menyingkir senang hati dari depan kompor.
...srengg srengg ...tempe pun meluncur ke minyak panas sedangkan ketiga makhluk tadi hanya duduk diam serius melihatku....
"Walaaa tempe goreng dah siap " ucapku sambil membawanya ke meja makan.
"Tinggal buat sambelnya sana fi" suruh Lia.
" Situ enak tinggal nyuruh" ucapku sambil berjalan ke kompor .
" Awas kalau goreng cabe suka meletus, muncrat deh minyak nya" ucap Lia aku pun tersenyum jahat .
" Eh sini deh liat ini apaan sih " ucapku memancing mereka agar menghampiriku dan benar saja mereka menurut saja.
" Kenapa fi ? cabe nya baik' aja " tanya Ani .
" Itu liat " aku menunjuk ke penggorengan.
...Saat mereka sibuk mengamati penggorengan aku mundur perlahan dan mengambil hpku untuk mencari sound yang tepat....
" Kenapa sih fi " ucap Lia dan mereka bertiga masih binggung fokus menatap penggorengan.
"Aku kerjain kalian haha " batinku ketawa mengamati mereka dari belakang .
...Setelah menemukan soundnya aku pun maju perlahan tanpa mereka sadari....
" Dorrrrrrr Awas cabenya meledak" teriakku keras dan ditambah efek suara minyak dari hpku yang makin mendukung.
" Aaaaaaa" teriak mereka yang langsung lari menjauh dari penggorengan.
" Hahaha kalian kenapa " aku pun tertawa terbahak-bahak melihat mereka .
"Ih Syafi bikin jantungan aja kirain beneran meledak tuh cabe" ucap Lia dengan cemberut .
" Kalau di potong gitu gak bakal meledak tauk" ucapku.
" Udah sana nanti gosong lho " ucap Ani .
...Setelah bertempur semua makanan sederhana kami matang dan tersaji rapi di meja makan kami pun telah duduk manis bersiap untuk makan....
" Fi nggak dibersihin dulu? ,liat tuh dapurmu kayak abis kena angin topan" ucap Sina ,kami berempat menatap dapur yang miris nasibnya.
"Makan aja dulu nanti aja bersihinnya setelah makan" ucapku.
" Siapa yang mau nyobain duluan" ucapku.
"Kamu!!" ucap mereka bertiga secara serentak .
" Kalau ada apa2 biar kamu duluan" ucap Lia .
"Jahat " ucapku pura2 marah.
...slurrrp..aku pun menyeruput kuah sop ayam dengan wajah datar dan terkesan mencurigakan lalu menggigit tempe goreng yang sudah ku colek ke sambal....
" Gimana fi?" Tanya Lia.
" Gak enak ya? ekspresi mu kayak chef juna" imbuh Ani .
" Coba aja sendiri" jawabku dan mereka pun mencoba nya sendiri.
"OMG ini enak,gak sesuai ekspetasi ku tadi yang antara asin atau malah hambar" ucap Lia .
" Iya dong kan kita bikinnya bareng 2 " ucap Ani .
Kami pun makan menikmati hasil karya kami yang tak sia-sia.
_______
" Ya ampun kenapa dapur mama jadi begini!!" teriak mama yang tiba2 datang.
"He he tadi kita masak ma jadi berantakan deh tapi tenang nanti kita beresin kok tenang aja ma"ucapku berusaha menenangkan.
" Duh 4 serangkai ini bikin berantakan dapur ya.Masak apa kalian ? " tanya mamaku dengan tatapan ragu dan tak percaya.
"Sop ayam,tempe sama sambel mama mau coba?" tanyaku dan mamaku pun menyendok sop di mangkukku.
"Emm lumayan,tante minta ya ? eh iya ini Tante juga bawain ayam goreng buat kalian" ucap mama pada teman2ku.
" Iya tante makasih" ucap Sina.
"Kamu teman kuliahnya Syafi ya ?" tanya mama pada Sina.
" Iya tante saya Sina " jawab Sina.
"Oh bantu cariin Syafi cowok ya di kampus" ucap mama ,kami berempat pun melongo mendengar nya.
...Mamaku tiba tiba saja nyeletuk soal cowok lagi sangat lah membuat ku malu benar benar di waktu yang tak tepat....
" Mama apaan sih malu tau".
" Ha ha" tawa serentak ke 3 sahabat ku.
" Kalian juga nyariin" ucap mama pada Ani dan Lia yang memang udah akrab karna kita memang sudah temenan semenjak kami SD.
" Saya aja ogah nyari buat diri sendiri malah suruh nyariin buat Syafi tan" ucap Ani .
" Ya km sekalian nyari juga ni jangan jomblo mulu" ucap mamaku.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih sudah mau mampir 😘.Jangan kapok ya.