Kenangan Cinta

Kenangan Cinta
Apa mungkin dapat berubah..


__ADS_3

Perpustakaan......



...Sekarang.. aku tengah duduk melamun menatap deretan rak buku yang berjajar rapi sambil memegangi buku yang tadi hanya ku buka² saja tanpa ku baca. Kejadian tempo hari itu masih teringat jelas dalam pikiran betapa sikap bodohku dibalas telak oleh ucapannya ....


...Kejadian itu membuat hariku bertambah buruk bukannya menjadi baik seperti yang ku pikir.Aku bahkan tak tau dengan perasaan ku saat ini adalah perasaan menyesal atas kebodohan yang ku buat atau karna aku....tak rela dia pergi....


...Tiba-tiba ada 2 orang yang datang dan duduk tak jauh dariku ,aku tak melihat jelas siapa mereka karna aku cuma melihat lewat penglihatan ekor mata ku dan malas rasanya untuk menoleh....


"Hai fi" terdengar suara cewek itu mendekat ke arahku .


...Dengan malas aku menoleh ke arahnya dan mataku seketika terbelalak melihat sosok nya..... iswa ya dia yang menghampiri ku tapi bukan itu saja yang membuat syok tapi juga ada diksa yang berdiri tegak membuang pandangan dariku....


...Aku menoleh kearah Sina yang ternyata lagi² dia menghilang saat ku butuhkan.Sungguh sial ingin rasanya aku berlari dari tempat ini sekarang juga ,bukankah tadi mereka telah duduk mengapa tiba-tiba berdiri di sini?...


" Hai kak " aku pun membalas sapanya dengan kaku .


" Baca buku apa?" tanyanya berbasa- basi.


"Novel" jawabku singkat.


" Oh aku juga mau baca novel untung diksa mau nemenin " ucapnya dengan tertawa kecil sambil menoleh kearah Diksa yang tanpa ekspresi.


...Aku pun berpura-pura membaca buku yang kupegang langsung pada halaman tengah. Tiba-tiba iswa mendekat ke arahku dan berlagak mengambil serangga dari rambutku .Aku pun tau dia punya maksud lain mana mungkin dia memegang serangga itu tapi aku diam dan mengikuti permainannya....


"Kau kalah sekarang" bisik nya.


"Tidak akan!" bisikku tegas.


" Tapi dia lebih memilih ku daripada kau ..j*lang!."


"Aww...." dia menarik rambutku cukup kencang.


" Oh maaf enggak sengaja tapi serangga nya udah ilang kok" ucap si drama queen nenek sihir.


" Makasih" ucapku yang sebenarnya ingin balik menjambak rambutnya.


...Tak berapa lama Sina datang dan terlihat kaget melihat 2 sosok di sebelahku hingga sempat berhenti sebelum menghampiri ku, akupun segera mengajak Sina pergi meninggalkan si ratu nenek sihir dan pangeran es agar bisa bersama sepuasnya....


°°°°

__ADS_1


...Aku pun segera ke kantin karna aku harus makan bukan menangisi dia... kenapa juga aku harus menangis iyakan, aku lebih sayang perutku daripada amarahku ....


...Sudah tersaji dua mie ayam dan es jeruk di depanku namun Sina belum juga muncul .Tadi sengaja dia ku tinggal di tempat peminjaman buku karna antriannya cukup banyak....



...Kuraih gelas tapi belum aku menyentuh gelas itu tiba tiba melayang eh becanda maksudnya terbang ...hehe diambil Sina deh....


" Ih... ini punyaku sin itu yang punyamu."


"Oh yang itu ...yaudah nih aku balikkin" Sina menyodorkan gelas kosong padaku.


" Udah abis dibalikin sana beli lagi " ucapku sembari menuang saos beserta kerabatnya.


" Kamu gak papa kan fi " tanya Sina yang menatap ku sebagai seorang sahabat.


"Yang kamu liat gimana? udah enggak usah di bahas sana kamu beli es lagi aja " Aku tersenyum menyakinkan nya.


...Kadang menyembunyikan rasa sakit' itu lebih baik ketimbang harus memberi tau orang lain bahwa aku sakit.Aku tak tau kenapa semua bisa secepat ini berubah rasanya baru tempo hari aku menabraknya hingga dia marah marah ,rasanya baru lusa kami saling berdebat, rasanya baru kemarin aku tertawa bersama dengan nya tapi ternyata waktu telah banyak berlalu dan telah sangat berbeda....


______


 


Brukkkk....


"Maaf Bu saya tidak sengaja" ucapku sambil memungut buku Bu dosen yang berjatuhan.


"Kalau jalan yang hati² mbak!"ucap Bu Dwi yang sangat marah dengan tangan berkacak pinggang.


"Maaf Bu ini bukunya" aku memberikan tumpukan buka makalah itu.


"Kok di kasih ke saya? bawakan ke kantor!"ucap Bu Dwi dan aku yang kaget langsung berteriak kaget lalu pelototan maut pun mengarah padaku.


...Aku pun membawakan 5 makalah dan 2 buku tebal milik Bu Dwi berat sekali.Aku berjalan di belakang Bu Dwi yang berjalan sangat pelan....


...Tiba-tiba ada 2 mahasiswi menghentikan Bu Dwi dan perasaan ku menjadi nggak enak saat melihat kedua siswi itu membawa makalah dengan warna yang sama dengan makalah di tanganku....


" Kami mau ngumpul tugas Bu ....sekalian sama punya muna dan Ima yang tadi izin " ucap mahasiswi itu.


...Dengan perintah tegas Bu Dwi menyuruh mereka memberikan makalah itu padaku dan aku hanya bisa tersenyum ramah menahan beban berat di tangan....

__ADS_1


________


...Aku berjalan meninggalkan kantor dengan memijit mijit tanganku kenapa buku itu seperti 10 kali lebih berat dari biasanya.,Apa ada setan yang duduk di atas nya? atau karna ini buku fisika jadi lebih berat ....


" Hei wanita murahan" ucap seorang wanita di belakang ku namun aku enggan berbalik dan terus melanjutkan langkah ku.


" Syafi! apa kau sungguh tak mengakui kekalahan, dirimu yang begitu menyedihkan " ucap wanita itu dan aku segera berbalik dan menghampiri nya.


" Apa kau mau ku tunjukkan bagaimana kekalahan? nampaknya kau belum mengerti akan itu" ucapku.


" Tak usah repot-repot karna aku telah melihatnya di depan mata .Disaat dagangan tak lagi dilirik oleh pembeli nya ,sungguh kasihan bukan" dia menatapku remeh.


" Menurutmu aku harus memanggilmu nenek sihir atau nenek lampir ,eh sebentar kurasa nenek sihir saja karna sudah ada nenek lampir di SMA ku dulu"ucapku .


"Apa kau tak tau diri ? kau itu hanya wanita murahan yg pantas di tinggalkan.Kau lihat sekarang diksa menjadi milikku dia lebih memilih diriku! dan dia meninggalkanmu walaupun aku yang menyuruh mu menjauhi nya tapi kau bukan cuma menjauhi tapi memutuskan segalanya dengan satu tindakan tapi tak apa itu sangat bagus untukku, kerja bagus" iswa tersenyum licik menatap ku.


...Aku hanya bisa terdiam tertampar oleh kata kata yang mungkin memang benar adanya.Iswa memang yang menyuruh ku untuk menjauhi Diksa tapi aku kenapa harus menuruti kata-katanya....


" Kau hanya untuk mainan tak pantas berharap terlalu tinggi .Walau mainan belum rusak tapi jika pemainnya sudah bosan maka mainan itu tak akan dimainkan akan tetapi di buang .Uh kasihan sekali kau ini, sini sini " dia mengusap rambutku lalu tertawa kecut lalu pergi meninggalkan ku.


"Ya aku sekarang merasa bodoh karena masuk terjebak masa lalu aku percaya pada nenek sihir seperti mu.Harusnya aku sadar bahwa kau hanya frustasi karna tak bisa mendapatkan diksa makanya membuat ancaman serta tawaran sampah itu padaku tapi lagi lagi aku yang bodoh membantu mu agar tidak gila "ucapku .


" Oh ya siapa bilang aku kalah liat saja nanti ,nenek sihir yang jahat takkan memiliki kemenangan abadi"tambahku.


" Apa katamu jaga ucapanmu" ucap nya tak terima.


"Jaga sikapmu maka aku juga akan menjaga ucapanku" ucapku beranjak meninggalkan nya.


.


.


...Aku terisak sepanjang jalan menangis sambil mengendarai motor seperti ini memang terbaik.Apa dia bisa kembali padaku setelah apa yang dia katakan tempo hari.Kalah ... sebenarnya aku memang telah kalah namun semua bisa berubah .Huhh kuakui aku memang bodoh....


.


.


.


Terimakasih buat yang udah mampir nyempetin buat baca makasih juga yang udah like ❤️

__ADS_1


Agak tidak jelas tapi tidak apa2


Kenangan cinta 🎡


__ADS_2