
...Setelah kelas berakhir aku dan Sina segera meluncur ke kantin seperti biasanya....
" Fi kamu jadi bikin kue buat kak Diksa nggak?" tanya Sina saat hendak menyedot minumannya.
"Iya " jawabku singkat.
" Kapan mau dikasih orang nya?" tanya Sina.
" Auu ah mending dimakan sendiri aja" jawabku sambil meletakkan kue buatan ku di meja.
" Yah jangan gitu dong" ucap Sina namun ku abaikan.
...Aku sangat binggung,takut, canggung bila harus memberikan kue ini pada Diksa.Terngiang muka tengilnya saat nanti menerima kue pemberian ku atau lebih parahnya malah nggak diterima cuman diliatin aja.Tapi ini kan sebagai ucapan terimakasih ku padanya,huh pusing....
" Fii !!" Sina menyenggol lengan ku.
"Apaan? " tanyaku.
" Tuh" ucap Sina memberi isyarat mata padaku.
...Nampaklah segerombolan cowok yang salah satunya adalah si alien dengan sedikit terukir senyum di wajahnya( astaga manis sekali).Aku secara tak terkendali terus melihatnya tapi segera ku palingkan pandangan ku saat mereka semakin dekat dengan tempat dudukku....
...Saat melewati tempat dudukku tiba² alien menoleh ke arahku dengan wajah datarnya lalu beranjak untuk memesan makanan.Tuhkan beda lagi sikapnya....
...Aku melanjutkan makan dengan menunduk menatap mangkok ku sambil memikirkan cara memberikan kue ini padanya....
^^^Tekk.....ada seorang yang menaruh kasar mangkoknya di depanku .Aku pun mendongak untuk melihat orang yang sangat tak sopan itu.^^^
"Kau??" tanyaku spontan saat melihat alien telah duduk dengan santainya.
" Kenapa hah?aku mau duduk di sini"ucapnya yang kini sifatnya sudah nnyenelin nya sepenuhnya kembali.
" Tapi .....
" Hustt diam dan makanlah" ucap alien dengan menatapku tajam.
...Aku cuman pasrah tanpa bisa menyuruh nya pergi lagipula mungkin ini waktu yg tepat untuk memberikan kuenya daripada harus nyari dia keliling kampus....
"Emm Al" panggilku.
"Apa? " sahutnya tanpa melihat kearahku. Ternyata dia mau ku panggil Al.
"Emm anu aku mau..." ucapan ku terhenti.
" Cepat katakan!" ucap Diksa yg meletakkan sendok ya dan melihat ku seperti hendak makan orang saja.
...Belum sempat aku meneruskan ucapanku ada salah seorang teman alien tadi memanggil nya dengan nampan ditangannya....
" Diksa!!" teriak cowok berbaju abu².
"Duduk sini aja" ucap alien mengangkat tangannya.
"Hey!! mana bisa seenaknya saja kau ini" protes ku .
"Tidak menerima protes harap diam " ucapnya.
"Nggak papa kalik fi " ucap Sina yang malah setuju teman Diksa duduk bersama kita pasti udah ada target nih.
...Ketiga teman Diksa pun duduk bersama kami dan lagi² aku hanya bisa pasrah sedangkan Sina malah terlihat santai sedari tadi sambil menikmati makanan nya....
" Ga lanjutin "perintah Diksa padaku .
"Oh nggakk jadi " ucapku sambil menggeleng.
"Cepat katakan atau kau takkan bisa bicara lagi"ancamnya tapi aku malah menunjukkan muka bayi yang memelas.
...Mana berani aku ngasih kue ini di depan teman² Diksa bisa bisa disangka apa nanti, suka? ogah banget.Mending dimakan sendiri aja kuenya buat cemilan nonton drakor....
" Fi kasih aja kenapa sih ribet amat" bisik Sina.
" Ogah malu tau" jawabku.
"Mau ngasi orang kok malu " ucap Sina.
" Caranya?" tanyaku tapi Sina hanya menunjuk jidatku.
" Yah disuruh mikir" batinku.
...Dengan tetap setia menguyah aku terus memikirkan cara untuk memberikan kuenya agar tidak memalukan. Sebenarnya dari awal aku dengan alien memang sudah tidak jelas tiba-tiba debat terus baik saling menolong dan membantu terus kayak orang asing begitu aja terus....
"Ha ha ha " suara tertawanya menggelegarkan jiwa,eaa.
...Cowok didepanku tertawa keras tapi aku berusaha untuk tetap cuek dan acuh.Namun bukannya berhenti namun tawanya malah makin menjadi hingga sampai memukul mukul meja .Aku pun menatap heran dan tak percaya ke arahnya sungguh keajaiban.Dia bisa tertawa selepas ini sungguh mengesankan....
"Kenapa ekspresi mu kayak gitu?" tanyanya ketika menyadari aku menatap kearah nya.
__ADS_1
" Kau benar-benar yang tertawa tadi?" .
" Ya kenapa?" ucapnya masam.
Ya Tuhan ini sulit dipercaya sangat sulit ini mustahil benarkah ini?
" Kenapa ada masalah? " tanyanya lagi.
"Tidak papa .Oh ya aku punya kue " aku membuka kue di depanku nggak nyambung emang tiba tiba nawarin kue.
" Buat gue?" tanya alien.
" Emm untuk semuanya " ucapku binggung, astaga salah nih pasti.
" Satu untuk semua kayak Chanel tv nasional,wkwk" lawak teman alien baju hitam yang garing kriuk kress.
...Aku melihat ke arah Sina yang terlihat frustasi dengan perbuatan ku dia sampai memegangi jidatnya dan aku cuma bisa cengar cengir melihat itu....
" Oke silahkan di cicipi " ucapku berusaha tersenyum .
" Langsung di comot pakai tangan gitu " ucap teman Diksa.
" Oh maaf,sebentar aku pinjam pisau dulu".
...Aku beranjak dari kursi dan segera meminjam pisau pada Bu kantin tapi saat menunggu bu kantin mengambil kan pisau tiba- tiba aku teringat akan kartu ucapan di dalam kotak kue yang lupa ku ambil....
" Pinjam sebentar ya Bu " setelah ibu kantin mengiyakan aku segera kembali ke tempat dudukku.
...Segera ku potong kue itu menjadi beberapa bagian sambil mencari kartu ucapan yang entah nyelip kemana,mati aku ....
"Oke silahkan dimakan" ucapku ramah.
" Sin kartu ucapan nya dimana ya kok ilang? " bisikku pda Sina.
" Lah mana saya tau saya kan......" ucap Sina yang malah sekeras toa tapi untung ia segera berhenti.
" Ikan" ucap si baju abu2 yang malah menyahuti ucapan Sina.
" Haha nyangkut aja kek layangan" ucap Sina.
"Gak loe kasih racun kan? " tanya atau tepatnya tuduh alien.
" Enak aja ini bikinnya pakai bahan kue bukan bahan bangunan jadi aman lah kamu pikir pake semen tiga r*da" jawabku .
" Kamu beneran yang bikin Ga? buat siapa bikin ginian? beneran gak dikasih racun? awas kalau aku kenapa²" cerocos Diksa yang sangat curiga padaku.
" Enak kok ga ,ini beneran kamu yg bikin ?" tanya cowok baju putih.
" Oh makasih, ini aku sendiri yang bikin masih belajar sih" ucapku tersipu malu-malu monyet.
" Terpaksa belajar lebih tepatnya" celetuk Sina .
" Apaan sih.. tapi bener juga sih hehe" ucapku.
...Tiba tiba Diksa berdiri dari tempat duduknya dan asal pergi gitu aja tanpa sepatah kata apapun, kebiasaan....
" Mau kemana tuh ? " tanyaku spontan.
" Biarin aja entar juga balik lagi udah gede juga" ucap cowok baju hitam.
" Dia emang aneh sekarang tapi dia baik kok orangnya" ucap baju putih.
" Ohh gitu ya kak" ucapku yang sebenarnya agak binggung dan penasaran dengan definisi kata sekarang.
" Kenalin aku Reza, biar lebih akrab jangan panggil kak panggil nama aja" ucap cowok baju putih ramah.
" Aku Rizal atau biasa orang manggil Ijal " ucap cowok baju Abu2 dengan cool, lumayan nih.
" Aku Dimas Wijaya Kusuma ,terus nama kamu siapa ga?eh bentar silahkan ditebak kawan" ucap cowok baju hitam pose barbar emang paling beda nih orang.
" Gaga,Gabriel , Gadis,Gayatri,Gisel?" tanya Reza.
" Gisel terus pikiran kamu pasti namamu ga ..gayung kan" ucap Dimas dengan ekspresi lucu.
... Ternyata mereka berpikir namaku benar benar ada kata Ga mungkin karena Diksa tadi slalu memanggil ku dengan sebutan Ga....
" Syafi " jawabku dan benar saja mereka langsung mode on muka terkejut.
"Syafi?" tanya Reza memastikan.
" Iya " ucapku sambil menahan tawa.
" Nama panjangnya?" tanya Dimas.
"Syafi Anindita Septiana" ucapku ramah.
__ADS_1
" Lah darimana Ga nya ya?" ucap Rizal makin terkejut.
"Terus Diksa kok manggilnya Ga mulu?" tanya Dimas .
"Namanya juga orang aneh" ucapku mumpung orangnya gak ada.
...Aku menatap kesekeliling waspada jika orangnya tiba-tiba kembali dia kan sering muncul dan hilang tiba-tiba....
" Kalian ditipu sebenarnya itu adalah panggilan spesial ,Syafi juga manggil kak Diksa Al bukan Diksa " kompor Sina mulai nyala.
" Yang bener kok bisa?( menunjuk arah Sina) ...emm siapa namamu" ucap Rizal pada Sina.
" Sina " .
" Kok bisa sin ?" tanya Rizal dan sina hanya menggeleng kan kepala,teman baik.
"Hei jangan ghibah" sindir ku.
" Hehe maaf " ucap Sina.
...Sudah lumayan lama pergi tapi Diksa belum juga kembali aku jadi penasaran dia pergi kemana.Apa jangan2 dia pingsan di toilet atau kecebur selokan atau nabrak tong sampah lagi....
" Emm bentar ya aku ke toilet dulu" ucapku yang sebenarnya cuma mau iseng nyari Diksa.
" Mau aku temenin" tawar Sina.
"Gak usah aku sendiri aja" .
...Tempat yang pertama aku tuju adalah toilet agak takut emang takutnya aku dituduh pengintip cowok....
" Ada gak ya tapi kok kayak petugas pembayaran jasa toilet deh aku nunggu disini" gumamku pelan lalu aku pun memutuskan untuk pergi saja.
"Haaaaa!!" teriakku kaget karna tiba-tiba ada yang memegang pundakku tepat baru 3 langkah aku meninggalkan pintu toilet.
" Ngapain kamu disini? " ucap cowok itu yang sudah jelas adalah suara Diksa.
" Emm mau ke toilet lah tapi malah salah toilet" elak ku.
...Aku pun segera masuk ke toilet cewek masuk wc menghidupkan keran dan cuma berdiri menunggu hingga beberapa menit lalu membuat suara seolah aku menyiram klosetnya agar nggak ketahuan kalau aku bohong ....
...Aku keluar dari wc dengan santainya mampir ke wastafel sambil ngaca baru keluar toilet ....
" Lama banget ngapain aja tidur " ucap Diksa yang berdiri bersandar tembok di samping pintu toilet yang membuat ku kaget .
" Ngapain kamu disini ?" tanyaku .
"Nunggu kamu" jawabnya datar.
" Ih kenapa kurang kerjaan banget sih" ucapku cuek padahal hatiku salting setengah mati.
" Mau ngasih ini."
...Diksa mengangkat rendah tangan kirinya dengan tatapan tajam.Dia memegangi benda yang telah jelas milikku yang tak terduga bisa ada padanya....
" Kenapa itu ada padamu?" tanyaku gugup.
" Apa maksudnya ini jelasin sekarang!" .
" Itu cuma ...
" Cuma apa?"tanya Diksa dan aku cuma terdiam saja.
" Matilah aku" batinku .
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa kasih saran yang menjadikan cerita ini lebih baik ya karna cerita ini masih banyak kekurangan ❤️.
__ADS_1
KENANGAN CINTA 🎡