Kenangan Cinta

Kenangan Cinta
penjelasan


__ADS_3

...Diksa mengulurkan tangannya meraih tanganku aku yang menyadari itu pun menggenggamnya dengan kuat dan berlari mengikuti nya dengan senyum merekah....


.


.


...Aku melirik Diksa yang berdiri tegak sampingku matanya sibuk melihat setiap sudut ruangan yang dipenuhi barang yang entah apa, sebagian besar ditutupi kain putih lusuh....


" Emm... kita sudah berdiri disini selama 30 menit " aku menarik lengan bajunya.


"Benarkah?" ucapnya kaget dan aku hanya mengangguk pelan.


...Dia terdiam sejenak lalu beranjak keluar ruangan sedangkan aku hanya berdiri tegak heran menatapnya yang pergi begitu saja, aneh.Tiba- tiba dia kembali lagi berdiri di depan pintu menatap ku dengan kedua tangan terlipat didada....


"Ayo ,disini banyak mbak Kunti" ucapnya datar .


"Itumah temen aku?" jawabku bercanda sambil berjalan ke arahnya.


...Diksa mengerutkan dahinya menyipitkan matanya melihat ke arah sudut di belakangku aku pun ikut menoleh karena penasaran tapi penglihatan ku hanya mendapati sebuah kursi usang ....


"Ada apa.....( aku menoleh bertanya)"


"Ayo cepetan fi!"teriak diksa panik sambil berlari pergi aku yang ikut panik berlari menyusulnya bahkan aku sudah hendak menangis hingga terus berteriak sepanjang lorong karena dia berlari begitu cepat .


.


.


.


...Huh...aku menghela napas memasang muka kesal melihat orang di depanku yang berjalan santai dengan terus tertawa ....


" Teruslah tertawa.. kamu pikir ini lucu. Kirain ada tante kunti atau ponakannya ternyata cuma hewan berkaki enam bernama jangkrik " ucap ku kesal sambil mencubit lengan nya beberapa kali.


" Maaf maaf aku hanya bercanda...haha " aku semakin kesal dia masih tetap menertawakan ku ...


" Bercanda kamu pik...


"Aku suka liat kamu marah²" dia menghentikan langkah dan berbalik menatap ku dengan tersenyum tipis lalu kembali berjalan dengan santainya.


"Isshh nyebelin banget sih " kali ini telapak tangan mendarat di punggungnya .


" Jadi tambah cantik "sambungnya lalu menoleh ke arahku sambil tersenyum.


deg ..aku memalingkan wajah menghindari tatapannya namun manusia ini malah terus saja mengikuti palingan wajahku dengan tersenyum lebar.


.


.


.


...Aku terus diam menunggu manusia disampingku memulai ucapannya,dia sesekali menghela napas lalu menoleh kearahku lalu kembali menatap senja....


" Sebenarnya kapan kamu mau mulai menjelaskan padaku?" tanyaku padanya karena ini sudah terlalu lama.


"Aku menunggumu bertanya" ucapnya dengan senyum tanpa dosa.


" Apa katamu cepat jelaskan!" ucapku.


.


.


flashback on...

__ADS_1


...Diksa menghampiri iswa yang telah menunggunya sedari tadi yang disambut senyum merekah sedangkan Diksa terus mendatarkan wajahnya....


" Cepet ,kamu mau apa? aku ada urusan lain" ucap Diksa dengan nada bicara sedikit meninggi.


"Aku mau kamu nurutin kemauanku selama 2 bulan " ucap iswa tersenyum .


" Gila ya aku nggak mau" tolak Diksa.


" Mana janji seorang Diksa yang katanya menerima syarat apapun.Turutin mau ku atau Syafi yang harus mengganti nya" iswa menatap penuh kemenangan pada Diksa.


...Akhirnya mau tidak mau Diksa harus menerima permintaan dari iswa Karna dia sendiri yang setuju menerima syarat apapun yang diberikan iswa agar mau mengaku pada semua orang bila telah memfitnah Syafi tempo hari....


satu hari kemudian...


...Diperjalanan pulang setelah Diksa mentraktir teman2 nya karna kalah basket dengan syafi....


"Ga jadi kamu mau minta apa?" tanya Diksa setelah sedari tadi hanya syafi yg slalu bertanya.


"Emm aku boleh meminta apapun?" tanya Syafi ragu.


" Ya jangan yang susah dong ga" jawab Diksa sambil tertawa.


...Syafi berpikir sejenak wajahnya memancarkan raut kebingungan yang sesekali menggigit bibirnya . Dia seperti ragu untuk berbicara tentang keinginannya....


" Ga?malah diem" ucap Diksa menyadarkan Syafi dari lamunan.


"Aku ....aku mau kita nggak usah ketemu lagi" ucap Syafi yang membuat Diksa seketika tersentak.


Cittt.............bunyi rem berdecit.


" Turun !!!" ucap Diksa dingin.


...Syafi menatap Diksa yang sibuk mencari jas hujan di tasnya ,langit tiba² berawan abu- abu sekarang.Syafi berdiri mematung, terlihat sesekali ingin mengatakan sesuatu namun sungkan....


"Aku mau ini terakhir kali kita bertemu dengan sengaja ?"Syafi kembali bicara hal itu lagi dengan suara bergetar.


.


.


.


Disisa perjalanan hanya ada keheningan terlihat muka masam Diksa yang dilihat jelas oleh Syafi dari kaca spion ...Syafi pun sekuat mungkin menahan air matanya mengingat dia terpaksa melakukan ini atas suruhan iswa.


Sampai di rumah Syafi......


"Makasih, Al kau...


" Jika itu emang kemauan mu oke kita nggak usah ketemu lagi!!! jika memang ingin pergi... silahkan pergi !!! tapi jangan nyalahin aku kalau kamu menyesali semua " potong Diksa dengan kesal


" Baiklah, terimakasih atas semuanya... sampai jumpa" ucap Syafi yang bahkan memaksa bibirnya untuk tersenyum .


...Diksa pun melaju pergi dan Syafi hanya menatap sendu kepergian nya dari balik pagar, ini akan merubah semuanya....


"Maaf Al... maafkan aku."


Diksa POV...


...Diksa melajukan motornya ngebut pikirannya kalut hingga beberapa kali hendak menabrak kendaraan lain.Dia juga sudah diteriaki berulangkali oleh pengendara lain yang hampir menjadi korban....


...Diksa menepikan motornya dipinggir jalan dan melepas kasar helmnya.Dia merogoh polselnya di saku celana....


"Kamu mau aku ngejahuin Syafi kan ? itu masalah kecil aku nggak akan ketemu dia lagi" ucap Diksa dengan orang diseberang telpon lalu mematikan telpon dan kembali melajukan motornya.


.

__ADS_1


.


...Diksa menyesap rokoknya yang entah sudah keberapa ,dia tersenyum kecut mengingat kejadian tadi . Sekarang sudah pukul 2 namun netranya enggan diajak terpejam ,dia tak yakin dengan perasaannya ....


...Kepalanya dipenuhi tanya kenapa Syafi mengatakan hal itu padanya .Semua terdengar seperti lelucon yang kacau.Bukankah permintaan nya terdengar bodoh ,kenapa ? apa salahnya.Namun dia juga menjadi menuruti permintaan Iswa....


.


.


.


2 bulan kemudian.....


...Diksa menyusuri koridor barang kali melihat Syafi dari kejauhan,sudah 2 bulan saling menjauh juga memutus komunikasi namun yang ditemui malah iswa yang sedang berbicara pada teman-temannya....


"Iya bego banget Syafi segitunya banget sampai aku suruh jauhin Diksa nurut aja.Diksa juga langsung mau aja nurutin buat ngejahuin Syafi padahal ini semua udah rencana aku" ucap iswa yang asyik bercerita pada teman nya.


" Aishh hebat deh kamu bisa buat Diksa tunduk sama kamu " ucap temannya.


"Ternyata Diksa bego juga mau aja percaya sama semua perkataan mu tentang Syafi.liat aja Diksa tetap seperti ini"tambah iswa.


...Diksa yang mendengar itu seketika emosi bisa-bisanya juga dia begitu menurut pada ucapan iswa bukan beberapa hari namun 2 bulan lamanya.Diksa pun segera menghampiri iswa yang masih belum sadar Diksa mendengar semua percakapan nya....


" Udah 2 bulan perjanjian kita selesai jangan cari aku lagi" ucap Diksa yang membuat iswa panik seketika.


" Diksa jangan gitu dong " bujuk iswa memegangi lengan Diksa


"Aku nurutin kamu demi Syafi jadi jangan sok-sokan!" ucap Diksa meninggi sembari melepas tangan iswa lalu beranjak pergi.


.


.


.


.


...Diksa mengeluarkan secarik kertas serta menggenggam pena ditangannya.Dia berulang kali mengulang tulisannya, sudah ada setumpuk gumpalan kertas dibawah mejanya....


" Nah ini sudah bagus" Diksa menatap tulisannya yang menyerupai tulisan anak TK .


...Diksa menoleh ke sekeliling mencari mangsa jasa kurir gratis dan tak berapa lama ada manusia malang melintas di depannya....


" Ingat jangan salah orang ,awas kalau salah " ancam Diksa.


" Iya kak " ucap mahasiswa tak berdosa itu dengan takut.


.


.


.


.


.


.


.


akhirnya setelah sekian lama ada keinginan up juga 😂


percaya deh kalau bacanya diskip² pasti gagal paham.

__ADS_1


yok dibantu support nya


krik ..krik..krik


__ADS_2