
...Di pagi yang cerah ini aku kuliah dengan semangat serta hati gembira,dah kayak anak TK aja.Entah kenapa padahal harusnya aku merasa was-was dan khawatir dengan ancaman nenek sihir. Apa aku mau ketemu sama pangeranku ? kira-kira dia jurusan apa ya? he he khayalan tingkat tinggi....
Hari ini aku juga berangkat lebih awal dari jadwal yang harusnya jam 09.00 WIB dan sekarang baru jam 07.50 WIB aku sudah ada di kampus.
" Huhh"aku menghela napas panjang lalu melangkah meninggalkan parkiran dengan di iringi nyanyianku yang fals.
" Hei cantik" ucap seorang laki-laki yang bersandar di tembok .
" la la la la la " aku tak menghiraukan nya dan tetap berjalan santai dengan berdendang ria.
"Mau kemana ? kenalan dulu boleh lah" ucap laki-laki itu yang tiba-tiba menghadang di depan ku.
...Aku terus berusaha menghindar dan memberi alasan tapi dia terus saja menghalangi ku untuk pergi....
" Maaf saya buru-buru " ucapku Yang mulai risih .
"Saya mau pergi tolong minggir!!!!" bentak ku tapi dia terus saja menghalangiku untuk pergi.
"Bentar dong cantik gak usah buru-buru" ucapnya dengan mengelus pipiku.
"Nggak sopan banget ya anda!" ucapku dengan kesal dan segera menyingkirkan tangannya dari wajahku dengan kasar.
" Jangan galak-galak gitu dong " ucapnya dengan ekpresi yang membuatku mau muntah.
" Emang kenapa ?" tanyaku dengan judes.
Dan tiba-tiba dia menarik tanganku.
" Lepasin! kamu mau bawa aku kemana?" teriakku.Aku berusaha melepaskan tanganku dari cengkraman nya yang sangat kuat.
"Diem!!" bentaknya.
...Aku sangat takut melihat kesekitar yang tanpa ada satupun orang terlihat aku pun merasa menyesal berangkat sepagi ini....
Dia membawaku ke sebuah ruangan yang seperti tak terawat ,kumuh lalu dia mendorongku masuk hingga aku jatuh tersungkur di lantai yang penuh debu .
" Mmau apa kkau" ucapku dengan ketakutan karena dia mulai mendekat ke arahku .
" Mau apa? ya suka-suka gue lah mau apain kamu" ucapnya dengan senyum jahat terpancar.
" Jangan apa-apain aku ! " aku pun terus terpundur dalam posisiku yang masih terduduk di lantai dan dia semakin mendekat.
"Kenapa? kamu nggak ingin bermain denganku ?" ucapnya dengan wajah mesum.
" Tolong!!" teriakku dengan keringat dingin bercucuran.
Bukk.. tubuhku menghantam tembok itu tandanya aku telah di sudut ruangan yang membuat ku semakin panik.
"TOLONG!!!!!"teriakku .
" Kenapa kamu minta tolong ? gak ada yang bakal nolongin kamu, ha ha" dia lebih mendekat ke arahku.
"Jangan mendekat!! pergi!! pergi!!! " teriakku dengan sangat ketakutan.Kakiku serasa lemas hingga tak bisa berdiri.
...Dia mendekati ku dan berjongkok di depanku lalu menyentuh lembut pipiku dengan tersenyum tipis yang licik....
" Jangan sentuh aku, tolong!!!" aku mendorong tubuhnya sekuat tenagaku sampai dia terjatuh dan terhempas cukup jauh.Aku pun berdiri mencoba melarikan diri.
" Kuat juga ya loe " ucapnya sambil berusaha bangun lalu mendekatiku lagi.
" Bukk bugh" Karna panik aku pun memukul perut cowok iblis itu sekuat mungkin.
"Aww, sialan" cowok itu memegangi perutnya.
...Brakk!!brakk!! tiba ² ada yang mencoba mendobrak pintu dari luar aku pun melihat ke arah pintu.Aku merasa lega karna akan ada bantuan yang menyelamatkan ku....
" Sialan!! " ucapnya yang tiba² tanpa aku sadari memelukku dari belakang.
"Tolong aku!!!!!" teriakku sekencang mungkin.
...Bruuakk...pintu itu berhasil di dobrak dan ternyata itu adalah Sina dan alien es.Cowok iblis itu segera melepaskan ku saat melihat diksa aku pun segera berlari ke arah Sina....
Buk... pukulan kencang mendarat di pipi kiri laki-laki itu hingga darah menetes dari sudut bibirnya tapi dia segera membalas pukulan diksa hingga beberapa kali.
Buk!!..Bukk!... alien es memukul perut cowok itu dengan kencang hingga berulang kali sampai cowok itu tersungkur lemah di lantai sambil memegangi perutnya.
"Akkkhh" laki-laki itu merintih kesakitan.
__ADS_1
"Berdiri !!" ucap alien yang mencengkram kuat kerah laki-laki itu .
"aAku minta maaf gue cuman di suruh" ucapnya dengan kesakitan.
...Ternyata dia adalah suruhan orang,.Siapa yang tega melakukan ini padaku ,punya masalah apa dia denganku?...
"Siapa yang nyuruh ?" tanya Diksa.
" Aku mau bilang asalkan kalian nggak ngomong kalau aku yang ngasi tau ."
"Oke, cepat katakan!! " tanya Diksa dengan sangat menyeramkan.
" Iswa is..iswa yang nyuruh .Aku nggak akan ganggu cewek mu lagi aku beneran kapok apalagi cewek cantik itu juga nonjok perut ku " ucap cowok itu aku pun tersenyum menang mendengar itu.
" pergi sekarang.. " ucap Diksa sambil melepas tangannya dengan kasar yang sedari tadi masih mencengkram kuat kerah cowok itu.
___________________________________
...Kami bertiga pun berjalan dalam hening aku pun masih syok dengan kejadian tadi . Banyak pula tanda tanya dalam otakku ini .Siapakah si iswa? kenapa dia lakukan ini ?....
...Di tengah perjalanan kami yang hening kami berpapasan dengan nenek sihir yang menatap sinis ke arahku.Sangat mengecewakan ..ku bayangkan bertemu pangeran malah ketemu makhluk gaib ( cowok tadi dan nenek sihir)....
" Kamu nggak papa?" ucap Diksa sambil menoleh ke arahku dan aku hanya mengangguk pelan.
" Setan yang tadi lewat itu si iswa " ucap Diksa.
...Tak terpikirkan oleh ku jika iswa itu ternyata adalah si nenek sihir padahal cuma dia orang yang bermasalah denganku setelah Diksa....
" Jadi nenek sihir itu namanya iswa " ucapku pelan.
"Nenek sihir gak ke bagusan tuh" ucap Sina saat tau aku menyebut iswa nenek sihir.
"Kamu diapain sama dia ?" ucap Diksa dengan nada khawatir yang mulai keluar walau tetep aja kalau datar ya tetep aja datar tuh muka.
"Nggak diapa-apain cuman dia nuduh aku kasih pelet ke kamu dan aku jawab iya aku kasih pelet ikan sama cacing" ucapku dengan santai.
"Ha ha emang bener² ya kamu" ucap Sina sedangkan Diksa hanya menyipitkan mata tak ada senyum apalagi ketawa ,mana bisa?.
" Nggak dipelet juga udah kepelet " ucapnya lalu ia berhenti di depanku aku pun diam tak percaya dengan apa yang kudengar .
" Inget kalau ada apa-apa bilang aku " ucapnya lalu pergi dengan kedua tangan di saku almamater dan menghilang di persimpangan koridor.
...Sesampainya di kelas dan saat kelas dimulai aku cuman diem sambil memperhatikan dosen pokoknya cuman napas ,kedip,dan gerak secukupnya....
"Kamu nggak papa fi?" tanya Sina saat nunggu kelas berikutnya.
" Aku jadi sedikit takut deh Sin sama nenek sihir" ucapku .
" Yang mana sih orangnya tuh ?" tanya Sina .
"Ya ampun Sina yang cewek berpapasan sama kita tadi " ucapku .
"Oh ya ?aku gampang lupa kalau sama orang jahat.Emangnya kamu ada masalah apa sih ? kamu kenal sama dia ? Kemarin kamu di datengin dimana ? dia sendiri atau sama temen? Dia sangar apa kalem ? dia apanya Diksa fi terus ....
Aku memotong pertayaan Sina sebelum sepanjang rel gigi( behel) yang tak beraturan.
Aku pun menceritakan semua kejadian kemarin yang ku pikir takkan sampai seperti ini jadinya.
"Gimana dong? tapi berarti dia ingkar janji."
" Entahlah alien(Diksa) emang bikin masalah " ucapku dengan tangan kiri menyangga dagu.
"Ya kamu ngomong sama kak Diksa biar gak nemuin kamu dulu" saran Sina.
"Eh emang dia mau ketemu aku lagi " ucapku.
" Ya siapa tau ,lagian dia tadi care banget sama kamu ".
" Tapi walaupun aku nggak ketemu lagi sama alien si nenek sihir pasti tetep bikin masalah " ucapku dengan pasrah.
...Aku menghela napas panjang memikirkan nasibku yang sudah tak baik bahkan baru di awal memasuki bangku perkuliahan....
" Coba cerita kenapa kamu bisa dateng sama Diksa? langsung to the point aja ke inti" ucapku. Kalau nggak waktu dia ( Sina )di lampu merah aja bakal diceritain.
" Jadi aku liat kamu ditarik cowok itu aku cari bantuan kebetulan ada kak Diksa.Karna teriakanmu kayak toa kita jadi kita bisa denger kan dan nolongin kamu deh, dah singkat kan " jelas Sina.
...Sina adalah salah satu orang yang cerewet tapi nggak bisa menjadi narasumber yang baik....
__ADS_1
"Jadi Diksa tadi kelihatan khawatir banget lho padahal biasanya berantem juga "ucap Sina yang menjadi saksi selama 2 Minggu ini slalu debat sama Diksa.
"Apaan sih gak usah berlebihan orang lain juga akan gitu kalau kamu mintain tolong bantuin aku" responku.
" Jadi dia itu sikapnya memang dingin sedingin kulkas tapi perkataanya bisa hangat seperti..." Sina pun berhenti sebelum waktunya .
" Hangat seperti apa ya fi ?" tanya Sina sambil menggaruk kepalanya.
" Wedang ronde,teh jahe ,sekoteng, bubur kacang ijo haji Ali" jawabku sekenanya dan sedapetnya.
" Ya anget sih tapi..." ucap Sina.
"Jadi sikapnya memang dingin sedingin kulkas tapi perkataanya bisa hangat seperti teh jahe ,gitu?" lanjut Sina yang diakhiri muka cemberut.
"Ih ribet banget sih sini aku bikinin ."
Sikapnya memang dingin sedingin serpihan salju tapi perkataanya seperti mentari yang menghangatkan kalbu
" Wah bagus ya kata-kataku" ucap Sina yang seketika dapat tatapan tajam dariku.
" He he maksudku kata-katamu yang terselip secuil kata- kataku " ucap Sina .
" Ha ha nggak kok ini kata-katamu aku cuman melengkapi dan sekarang yang penting aku udah agak gak sedih kan, makasih ya" ucap ku.
"Iya lagian gak usah dipikirin orang dia cuma orang bayaran, nggak mungkin nglakuin aneh-aneh .kamu jangan mikirin kejadian tadi lagi ya"ucap Sina.
" Iya juga sih"
" Dan masalah iswa aku slalu akan bantu kamu kok"
" Makasih ya" aku memeluk Sina.
" Iya jadi kamu setuju kalau ucapanya tadi hangat?"Sina membalas pelukanku.
" Entahlah aku masih nggak percaya dia bisa ngomong gitu" ucapku.
" Ada kehangatan dibalik dinginnya sikap fi" ucap Sina.
" Besok lama² sikapnya juga hangat fi" goda Sina .
" Apaan sih" ucapku malu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah mampir😘.
Jangan lupa tinggalkan
like👍
comment
favoritin ♥️
bye.
KENANGAN CINTA 🎡
__ADS_1