
...Akhirnya masa ospek pun usai juga ,hari ini pun juga hanya ada satu mata kuliah.Karena malas untuk pulang aku dan Sina pun bertengger di kantin dulu rencananya nggak lama mungkin 3 jam aja....
" Hei " ucap dengan dingin cowok kemarin lusa yang tiba tiba duduk menatapku tajam saat aku sedang asyik menguyah bakso.
" Uhuk uhuk " alhasil bakso dalam mulutku kaget dan berlari ke kerongkongan yang membuat ku tersedak.
" Minum fi " Sina segera menyodorkan minuman padaku tapi cowok di depan ku seakan terkena kutukan es, diam membeku.
...Aku menstabilkan napas sambil mengelus dada dengan sesekali melihat ke arah cowok di depanku.Pikiranku pun langsung terarah ke kejadian kemarin lusa yang belum ada kejelasan....
"Ada apa ? " ucapku dengan jutek setelah baksoku telah meluncur aman ke perut.
...Dia meletakkan dengan kasar sebuah gantungan kunci punyaku yang sudah putus asa ku cari , raut wajah ku pun berubah aku sangat senang karna itu....
"Makasih " ucapku tersenyum lebar.
" Ada lagi yang hilang " ucapnya dingin.
" Serpihan hatiku hilang kak!" ucapku dengan di susul cengiran aku seakan lupa jika harusnya aku stay cool.
" Kalau itu sama saja " ucapnya dengan tersenyum tipis tapi itu sangat manis .
" Kamu bisa senyum?" tanya ku dengan polosnya sambil memandangi nya dan seketika ekspresi wajah nya berubah menjadi datar lagi.
" Maafkan aku " ucapku .
...Aku spontan menunduk entah mengapa aku begini biasanya tidak tapi dia malah tertawa aku pun mendongak tak percaya dia bahkan tertawa sekarang....
...Aku menatap Sina yang juga tampak keheranan.Manusia datar di depanku ini bahkan bisa dihitung dengan jari berapa kali dia tersenyum ataupun tertawa saat ospek. Aku tau itu walaupun sebenarnya aku jarang melihatnya tapi aku yakin akan hal itu. Karena harus diakui langit lebih menarik daripada melihatnya ....
"Dimana kamu menemukan ini ?" tanyaku datar.
" Di lapangan " ucapnya singkat, padat, jelas tanpa ekspresi kembali seperti biasanya.
" Kenapa kamu bisa tau ini milik ku? " tanyaku.
"Bukan urusan mu, banyak nanya! " ucapnya dengan muka datar tapi sedikit ngegas.
"Cuma nanya gitu doang.Jadi cowok aneh banget ,emosian ,nyebelin,datar banget tuh muka udah gitu dinginnya ngalahin kulkas 2 pintu" ucapku kesal.
" Apa loe bilang !" ucap nya yang terdengar menakutkan.
...Dia mendekatkan wajahnya menatapku tajam aku yang terkejut seketika menahan napas ku dan terpaku sejenak....
" Ma mau apa kau " ucapku.
...Dengan takut dan terbata bata aku berusaha menjauhkan wajahku namun dia menarik dagu ku dan kini wajahku menjadi lebih semakin dekat dengan wajah nya ....
__ADS_1
" Ayo ulangi lagi kata katamu " ucapnya dengan menatapku tajam .
" Ak aku hanya becanda " ucapku dengan takut karena dia masih memegang daguku dan terus menatapku tajam.
" Masalah kita belum selesai tunggu pembalasan ku " ucapnya serius lalu makin mendekatkan wajah nya
...Wajahnya sangat dekat hingga hampir bersentuhan dengan wajahku .Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat mengenai wajahku. Aku menutup rapat mataku dan menahan nafas.Jantung ku berdebar kencang mungkin jika telinganya tajam dia bisa mendengar detak jantungku saking kencangnya ....
" Tunggulah saja CANTIK!" ucap nya.
...Dia berbisik di telingaku dan seketika leherku merinding, jantungku berdegup semakin kencang lalu aku mencoba membuka sedikit mataku dan pertama yang ku lihat dengan samar samar adalah leher nya ternyata dia masih dalam posisi berbisik ,aku pun kembali memejamkan mataku....
...Sedang apa dia? tadi ku pikir dia ingin menciumku ,he he.Apa tadi dia benar benar memanggilku cantik apa aku tidak salah dengar?tapi aku kan memang cantik (batinku) ....
Aku pun tersenyum tipis memikirkan itu semoga dia tidak menyadari nya.
" Ehemm obat nyamuk obat nyamuk seribuan mari beli mari beli" sindir Sina yang menyadarkan kami berdua .
...Aku yang tersentak segera membuka mata dia pun juga menjauhkan wajahnya berdiri tegap dengan ekspresi biasa saja nya itu lalu pergi tanpa mengatakan apapun....
*********
__________________
Beberapa hari kemudian
Depan kampus..
__________________
" Ojek " ucap ku ketus .Sifat nya memang aneh!aku bisa ikut aneh nanti kalau terus bersama dia.
" Aku anterin! " ucapnya lagi ²tanpa melihat ku.
" Nggak mau mending jalan kaki " ucapku ketus dia pun langsung menoleh dengan tatapan tajam padaku .
" Ayo cepat naik!! " bentak nya .
" Nawarin tebengan kok kayak mau nyulik " gerutuku pelan dengan kedua tangan terlipat di dada dan muka cemberut.
" Apa katamu !" ucapnya menatapku tajam ternyata dia mendengarnya .Tajam banget pendengaran nya padahal lumayan jauh.
" Aku nggak mau pulang sama kamu! " ucapku dengan keras lagi pula kenapa tiba-tiba dia baik ,sangat mencurigakan.
" Cepat naik atau perlu aku seret" ancam nya yang bersiap membuka pintu mobil dan kali ini dengan kesal aku terpaksa menurutinya sebelum dia menarik ku dengan paksa.
" Sudah " ucapku dengan kesal. Udah di bentak bentak dan nggak dibukain pintu sebagai cowok harus nya kan bukain pintu.
...Hari ini aku memang berangkat dengan ojek lagi karena motorku bocor lagi ,lebih tepatnya lubang yang kemarin di tambal kembali menganga lebar.Mungkin waktu nambal bapaknya agak ngantuk atau emang udah takdir ku dan rezeki tambal bannya....
__ADS_1
" Kamu semester berapa?" tanyaku mencoba membuka pembicaraan.
" Punya rumah??" tanyaku lagi tp tak ada sahutan atau tolehan sama sekali.
"Perempatan depan belok kanan!!" ucapku yang mulai agak kesal lagi.
" Kacang sekarang mahal ya kak" aku berusaha menyindir tapi hasilnya nihil.
...Di sisa perjalanan tak ada sedikitpun percakapan saling diam menatap jalan .Gimana mau ngobrol dia aja kayak patung cuma bisa kedip doang ditanya gak jawab disindir gak kena dan aku pun juga udah diselimuti kesal .Tapi kalau di pandang ganteng juga nih kakak senior .Keren juga sih tapi sayangnya ternyata orangnya membosankan....
"Makasih " ucapku berusaha ramah dengan senyum tersungging indah walau di paksakan.
"Siapa namamu?" tanyanya seperti petugas debt colector nagih utang tapi akhirnya dia mau ngomong juga sih setelah lama membisu.
"Syafi" ucap ku tp tak ada sahutan atau respon darinya hanya ada tatapan dingin saja.
"Kok bisa ya es teh itu dingin terus ada pait paitnya gitu kayak orang di depanku" ucap ku yang spontan saja terucap tapi dia malah melaju pergi begitu saja.
" Apa dia marah?dasar persis anak kecil aja deh" colotehku sambil memandangi mobil nya yang mulai tak terlihat.
...Sebenarnya bagaimana sifat nya itu kenapa sangat menyebalkan.Dia mengantarkan ku tapi sangat cuek , apa dia punya kepribadian ganda?...
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa !
like 👍
comment ( silahkan jika ada kritik dan saran)
favoritin ♥️
vote ⭐
__ADS_1
Terimakasih 😘.
KENANGAN CINTA 🎡