
Masih flashback.....
Kejadian selama 2 bulan Diksa menjadi budak iswa !
2 bulan sebelumnya...
...Diksa melangkah pelan menyusuri koridor,netra nya menangkap sosok Syafi yang terlihat seperti sedang mencari seseorang .Saat Syafi menuju ke arahnya dia segera berbelok ke arah lain ditempelkan nya punggungnya pada tembok seperti cicak ..oh tidak seperti Spiderman....
" Udah pulang mungkin fi" ucap Sina yang terengah-engah.
" Apa dia gak masuk kuliah ya sin udah lama aku nggak liat al" ucap Syafi lesu.
"kita cari besok aja ya" bujuk Sina .
...Mereka pun beranjak pergi dengan Diksa yang masih terdiam disana,dia mendengar semua namun diam saja....
...Saat hendak pergi tak terduga ternyata iswa sedari tadi telah ada disamping nya yang membuat Diksa terkejut.Diksa tersenyum kecut pada Iswa,kali ini dia meminta hal yang sulit....
"Katakan itu pada Syafi cuma itu saja" Iswa tersenyum licik.
" Oke aku akan melakukan nya" Diksa pada akhirnya menyetujui permintaan iswa.
Di taman kota....
" Kenapa kamu nyari aku?"ucap seseorang secara tiba-tiba.
...Syafi mendongak dan terlihat Diksa yang berdiri tegak di depannya dengan tangan disaku jaket ,menatapnya ketus.Syafi terdiam sejenak tanpa bisa menanyakan apapun bahkan sekedar berbasa-basi bertanya mengapa dia bisa tau dia berada di tempat ini ....
...Melihat mukanya yang ketus membuat Syafi putus asa dan tak percaya semua akan baik-baik.Hadirnya memang ditunggu tapi bukan dengan sikap seperti ini....
" Aku mau minta maaf ......
" Gak perlu minta maaf semua yang udah berakhir gak bisa kembali hanya dengan permintaan maaf "potong Diksa ketus.
" Aku menyesal aku mengaku aku salah jadi tolong maafkan aku "Syafi menunduk sendu.
" Aku udah maafin kamu tapi seperti yang udah aku bilang semua gak bisa kembali... jadi sekarang jangan temuin atau cari² aku lagi!. Waktu itu kamu yang minta untuk kita gak usah ketemu lagi jadi sekarang giliran aku yg akan minta kita untuk gak usah ketemu lagi...!!"ucapnya tegas.
...Diksa terlihat begitu serius mengatakan itu semua tapi Syafi serasa tak ingin mempercayai perkataan itu....
...Syafi hanya terdiam wajahnya serasa tertampar dia tak mampu membalas satu kata pun.Dia yang bersalah disini dia yang mengakhiri semua namun dia juga yang menyesal.Dari awal harusnya dia tak menuruti iswa ,kenapa juga dia terlalu khawatir pada Reno....
" Hapus nama ku dalam pikiran mu karena aku sudah melupakan nama mu dalam otak ku" ucap Diksa lalu beranjak pergi meninggalkan Syafi.
...Setelah menatap lama kepergian Diksa ,Syafi pun beranjak pergi dengan langkah berat...satu persatu rintik hujan mulai jatuh mengenai kulitnya....
...Hujan pun turun semakin deras tapi Syafi tak sedikitpun mempercepat langkahnya malah berhenti menatap langit. Dia terduduk memeluk erat lututnya dan tertunduk di dinginnya guyuran air hujan. Terisak meluapkan rasa sesal , sedih berserta kesal yang berpadu jadi satu....
.
__ADS_1
.
...Diksa mematung, dia melihat Syafi menangis terisak. Tubuhnya kaku tak bisa melakukan apapun.Dia mengusap kasar wajahnya apakah dia berlebihan .Syafi pasti sekarang membencinya itu yang ada dalam pikirnya ,dia melangkah lunglai meninggalkan tempatnya berdiri serta Syafi yang masih terisak disana....
...Telapak tangannya serasa begitu dingin matanya pedih, Diksa terus berjalan tanpa arah dibawah hujan .Apa ini tidak terlalu bodoh kenapa bisa dia mengatakan kata2 itu pada Syafi ,kenapa dia serasa begitu di kontrol dan menurut pada Iswa....
...Namun terselip pemikiran Syafi yang ingin pergi terlebih dahulu, itu yang membuatnya berani mengatakan itu.Otaknya sudah dipenuhi emosi Karna lebih dulu merasa ditinggalkan.Itu membuat nya terlalu kacau melakukan tindakan....
.
.
.
...Hari demi hari berlalu dan semua semakin menjauh ,saling menyimpan rasa terbelenggu atas kuatnya ego masing².Rasa yang ada hanya untuk disimpan tak berniat di sampaikan....
"Fi udah temuin lagi aja coba minta maaf lagi" bujuk Sina tapi Syafi terlihat acuh.
" Udahlah aku yang salah dia mungkin kecewa sama aku.Biarlah dia udah ngomong kayak gitu .Sekarang waktunya berdamai dengan keadaan" ucap Syafi santai.
"Bohong sama perasaan diri sendiri itu nggak baik"tambah Sina.
...Syafi tersenyum tipis dia tak membohongi perasaannya dia telah mengakui semua namun biarlah tersimpan saja.Ini salahnya jadi terima saja apapun yang terjadi dan jalani yang terjadi .Dia kembali silahkan jika tidak yasudah begitu pikirnya....
.
.
.
.
...Syarat yang di sanggupi demi membersihkan nama Syafi namun akhirnya jadi begini.Kerap kali Diksa mencoba menolak permintaan Iswa namun dilain sisi Iswa bisa melakukan apapun pada Syafi jika Diksa menolak permintaan nya....
...Sebenarnya apakah dia yang terlalu bodoh atau memang tidak ada pilihan lain.Dia sekarang kehilangan sosok yang ternyata begitu ditunggu hadirnya....
...Muak sebenarnya dengan permintaan iswa yang tak ada habisnya serta tentang rasa yang masih keruh rupanya.Namun bukankah sebenarnya sekarang semua tergantung padanya ,Syafi telah mengaku salah tapi keadaan membuat nya menolak dan mengakhiri semua.Ah sudahlah rumit rasanya....
.
.
.
...Ketika ego telah ada dalam sebuah perasaan maka jangan harap akan ada pertemuan diantara dua manusia yang saling menjauhkan diri.Tak mau berusaha atau hanya pasrah dan berpikir jika yang terjadi saat ini sudah yang terbaik....
Flashback off...
Aku dan Diksa hanya saling terdiam sesekali menghela nafas lalu tertawa ,hubungan kita memang seaneh ini.Terasa singkat tapi kenapa bisa serumit ini.
__ADS_1
"Sepertinya kita memang sangat bodoh" aku menoleh serius kearah Diksa.
" Iya, kenapa kita bisa sebodoh ini ?"ucap Diksa setuju.
"Kamu yang membuat ku bodoh " ucapku sembari tertawa.
" kalau begitu kamu juga yang membuatku sebodoh ini,aku terlihat benar² bodoh melakukan semua itu" ucap Diksa dipenuhi raut frustasi.
" Memang, kau memang bodoh al"ejekku.
...Aku tak menyangka manusia dingin itu sekarang telah berubah dan kini berada disampingku.Walaupun harus diakui kita sangat bodoh tapi Diksa lebih bodoh dariku,iya kan?....
Serumit ini sampai aku pusing ketika memikirkan nya.Tapi setelah dipikir kita begini agar bisa sadar dengan perasaan masing-masing.
" Tapi semua ini kulakukan untukmu jadi kamu....
" Aku kenapa!"potongku.
"Emm.. tidak² aku yang salah ,sudah ya " ucapnya begitu panik.
" Nggak kok kita sama ² salah karena menuruti ego masing-masing .Makasih ya kamu udah mau bantuin aku dengan cara menuruti kemauan iswa ,aku tau pasti berat banget ya " ucapku sembari tersenyum tipis.
" Itu kan udah janji aku untuk menerima syarat apapun dari iswa"jawabnya.
"Tapi kenapa ya kita dulu nggak saling kerja sama aja untuk pura-pura saling menjauh" ucap Diksa sambil tertawa.
"Kamu kenapa nggak gitu aku kan udah pernah minta maaf tapi kamu nolak " ucapku membela diri.
" kepikiran nya baru sekarang nggak bisa diulang lagi ya ceritanya" candanya.
" Nggak bisa author males mikir ulang cerita" ucapku menyindir autor .
"Kita dari tadi nggak ada serius²nya,sedih saya " ucap Diksa heran.
" Salahin authornya"
"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Author sudah pusing sekian terimakasih.