Kenangan Cinta

Kenangan Cinta
ALIEN....!!!!!!


__ADS_3

" Apa maksudnya ini jelasin sekarang!" ia menyodorkan tangannya.


" Itu cuma ...


" Cuma apa?"tanya alien dan aku cuma terdiam saja.


" Matilah aku" batinku .


..


" Apa ini Ga !?"bentaknya.


" Itu ....kertas ,masak kamu gak tau sih" jawabku polos.


"Aku tau ini kertas bukan cicak tapi kertas apa?" ucapnya dengan muka frustasi.


...Astaga kenapa kertas itu bisa sampai ditangan Diksa selain nyebelin ternyata dia tangannya juga jago nyelip .Sumpah rasanya gak karuan keciduk kayak gini....


" Itu kartu ucapan terimakasih " ucapku sok santai padahal panas dingin nih badan.


" Buat siapa?" interogasi nya.


"Emm... temen iya temen aku " jawabku ngasal.


" Temen? emangnya di....


" Sttttt.... dah jangan banyak nanya Al " potongku yang berani²nya nyuruh dia diem.


" Oke" jawabnya tanpa perlawanan.


...Aku pun segera berjalan meninggalkan nya dengan rasa penuh kebanggaan dan senyum kebebasan. Senyum kebebasan karna berhasil lolos dari interogasi nya dan yang kedua sangat bangga pada diriku karna bisa menyuruhnya untuk diam dan hebatnya dia nurut....


" Nanana.." senadungku diantara langkah mungilku.


" Ga kamu nggak tau satu hal lagi" ucap Diksa yang berhasil menyusul ku.


" Apa? " ucap ku dengan nada sombong.


...Ku lihat ke arah Diksa yang terlihat ada niat menyebalkan tersembunyi di balik wajah datarnya....


"Sina mungkin bisa ngasi tau" ucap Diksa lalu segera berlari ke arah kantin.


" Hei Al !! tunggu jangan gitu dong. Al... berhenti!!!" teriakku sambil mengejarnya.


" Bodo amat" ucapnya menoleh padaku dan menjulurkan lidah.Sungguh langka harusnya aku memfotonya tadi.


...Aku terus mengejar Diksa yang entah kenapa malah berlari keluar jalur dari rute jalan ke kantin, bukannya dia mau menemui Sina .Tapi biarlah yang terpenting aku harus bisa membuat nya berhenti sebelum Sina mengucap kata² yang pasti telah ditambahi bumbu tambahan yang menyebabkan malapetaka bagiku....


" Al berhenti ......Alien berhenti!!!!!!!" teriakku sekencang mungkin.


" Malu galak dilihatin orang" ucap Diksa yang akhirnya berhenti dan mendekat ke arah ku.


" Hah apa? yang ada itu dilihatin hantu,orang sepi gini"gerutuku.


" Udahlah males, mau ketemu Sina aja" ucapnya yg hendak pergi.


Aku pun panik melihatnya hendak pergi dengan spontan menarik tangannya.


" Tunggu !! aku akan memberi tau mu tolong jangan tanya pada Sina ,okeyy" ucapku masih memegang erat tangan nya.


" Oke katakan sekarang" ucapnya sambil melirik ke lengannya aku yang tersadar pun segera melepaskan peganganku.

__ADS_1


...Aku malah hanya mengigit gigit bibirku karna gugup .Aku bingung harus jujur aja atau jujur banget karena ini menyangkut harga diri seorang Syafi yang pernah berkata tak akan memberi apapun pada seorang Diksa....


" Katakan dari mulutmu atau aku harus menanyakan pada Sina " ancamnya.


" Ucapan itu untukmu...aku menulis itu untukmu" ucapku cepat .


" Ohh" hanya itu yang terdengar dari mulutnya dengan sorot mata yang seolah bicara lanjutkan ucapanmu.


Diksa mengamati kartu ucapan yang sedari tadi masih di genggamnya dengan ekspresi yang tak terduga yaitu senyuman entah senyum senang atau senyum mengejek aku sungguh tak bisa membedakannya.


" Kue tadi sebenarnya ingin ku berikan untukmu sebagai tanda terimakasih karna kau telah menolongku tapi karna kau bersama temanmu jadi aku malu untuk memberikan nya padamu" ucapku dengan sekali tarikan nafas.


" Kau memberi kue untukku?" Al malah tertawa puas.


" Hei !! aku membuat kue itu dengan susah payah aku rela dimarahi mamaku karna membuat dapur seperti kapal pecah tapi kau malah tertawa ,apa nya yang lucu sungguh menyebalkan" gerutuku kesal.


"kamu sendiri yang pernah berkata nggak akan ngasih apapun sama aku" ucap Diksa .


... Aku pun mencoba mencari alasan apa yang harus aku katakan .Sungguh sial kenapa dia masih saja ingat padahal perdebatan kita sangat banyak harusnya dia sudah melupakan tentang itu....


" Itu kan saat aku sedang kesal tapi sebenarnya aku juga ogah banget sih ngasi apapun ke kamu kalau bukan karna kamu udah nolongin aku walaupun sebenarnya kau lah penyebab masalah ku itu".


" Coba katakan lagi" ucapnya dengan menatapku tajam.


" Oh tidak tidak ,maksudku saat itu aku sedang kesal jadi aku mengatakan itu .Aku sungguh ingin berterima kasih padamu".


" Lalu?".


Oke aku sekarang berada dalam masalah aku mengucapkan kata yang salah ,salah bicara ,aku salah .


" Emm aku tak sungguh sungguh waktu itu jadi..


"Yah kok gitu sih maksa deh" ucapku sambil cemberut.


...Baru kali ini aku nemuin orang perhitungan banget sampai minta sesuatu buat ucapan terimakasih....


" Aku mau kamu traktir aku selama satu Minggu" minta Diksa.


" Kamu gila ya satu minggu lama ,Bambang" ucapku spontan menepuk lengannya.


" Nama ku Diksa ,Maimunah".


" Kirain dah ganti Bambang" aku tertawa kecil.


...Setelah rapat debat meja tak kasat mata usai kita segera kembali ke kantin secara bergantian walau sebenarnya tetap ada perdebatan siapa yang kembali ke kantin lebih dulu tapi akhirnya Diksa lah yang lebih dahulu karna dia yang lebih dulu pergi sebelum nya dia memberikan kembali kertas ucapan ku ....


...Dan yang tak ku ingat adalah aku menulis namanya di kertas ini sungguh bod*h dia hanya menguji kejujuran ku tadi....


.


.


...Aku pun menyadari bahwa makanan dan minum ku telah hilang dari meja saat aku berencana hendak melanjutkan acara makanku begitupun kue ku yang hanya tinggal kotaknya saja....


"Dimana mie ayamku? tanyaku.


" Ya udah diberesin bu kantin kamu kelamaan sih" jawab Sina.


" Iya mampir ke mars kah lama nya itu lho" ucap Dimas.


" Padahal masih banyak lho kan sayang masih laper aku tuh" rengekku .

__ADS_1


" Ya udah pesen lagi aja" saran Reza.


...Aku pun bangkit dari kursi dan bersiap memesan makan dan minum lagi tapi semua nya kandas sudah....


"Ayo pulang bro ( ucap Diksa pada teman² nya) .Ga ayo pulang !!" ucap Diksa.


" Tapi aku kan baru mau pesen ma .....


" Udah ayo " ucap Diksa yang terdapat isyarat tersembunyi dari gerakan matanya yang membuat ku langsung paham.


" Ya udah deh ayo" ucapku kecewa.


...Aku pun membututi Diksa dengan jarak lumayan jauh menuju parkiran yang disusul oleh Sina yang terlihat tergesa-gesa....


" Fi kamu tadi kemana sih sama kak Diksa?" tanya Sina yang langsung nyasar ke inti.


" Siapa yang sama Al?" jawabku berusaha mengelak.


" Alah gak usah bohong segala fi udah ketauan .Kamu pikir aku nggak denger ada suara bergema manggil alien kenceng banget, pasti kamu kan?" jelas Sina.


Aku melotot kaget mendengar penuturan Sina ternyata teriakan ku benar² sangat keras tadi.


" Kalian dengar? terus temen2 Al gimana?" tanyaku panik.


" Bukan cuma dengar tapi sangat mendengar untung aja aku gak keceplosan" .


Karna aku terlalu panik sampai tak menyadari Al yang berdiri mematung memperhatikan aku dan sina.


" Nanti aja ngrumpinya" ucap Diksa yang terlihat kesal.


"Mau kemana kalian? cerita dulu baru boleh pergi" tanya Sina dengan tatapan curiga.


" Makan " jawab Diksa to the poin.


"Makan ... bareng?"goda sina.


"Aku ntraktir Al untuk ucapan terima kasih,udah jangan nanya lagi oke " ucapku to the poin daripada ribet.


.


.


.


.


.


..


.


Makasih sudah mau baca sampai eps ini ya semoga kalian suka.


sepi amat sih krik krik...


Jangan lupa saran atau kritik sangat membantu asal jangan keterlaluan 😂.


see you next episode..


KENANGAN CINTA 🎡

__ADS_1


__ADS_2