
____________________
Berhari-hari kemudian.....
" Hai Syafi " sapa seorang cewek senior dengan senyum ramah saat aku melewati nya.
" Hai kak" balasku dengan sedikit kaku lalu melanjutkan langkah.
...Aku menatap ke sekeliling orang yang berubah baik dan tersenyum begitu ramah padaku.Tanpa sadar tersungging senyum smirk diwajahku saat menanggapi itu semua....
" Syafi , kamu aslinya cantik banget ya" puji seorang cewek cantik yang menghampiri ku.
" Makasih kak, kakak juga cantik banget" balas memuji.
" Makasih,oh ya kenalin aku Sera mahasiswi jurusan fashion desain" dia mengenalkan dirinya
"Pantesan gayanya modis banget " batinku sambil menatap nya dari bawah hingga atas.
" Salam kenal kak, maaf aku ke kelas duluan kak" ucapku yang beranjak dari tkp( tempat kejadian perkenalan).
" Oke bye" ucapnya sembari melambaikan tangan dan tersenyum tipis.
...Emang aneh dan gampang banget berubah ya sifat manusia disini.Kemarin aja sinisnya minta ampun dan sekarang jadi sok ramah plus senyum manis di depanku .Mereka nggak pendirian pada diri sendiri hanya mengikuti apa yang sedang terjadi dan apa yang dilakukan orang lain....
...Ada orang famous yang ngebully si A semua jadi ikut ngebully,ada orang berpengaruh yang memberi pujian si B semua ikutan juga,heran aku....
Dikelas...
"Tolong Syafi dan Sina bantu ibu bawain tugas makalah ke kantor ya" ucap Bu Tami.
...Bu Tami meminta kita membantu membawakan makalah ke kantor tapi karena ada urusan dahulu di kelas sebelah maka beliau tak bisa menemani dan menyuruh kita untuk bertanya tempat mejanya pada dosen yang ada dikantor....
Sina terus saja mengeluh dengan makalah yang tertumpuk tinggi di tangannya.Pada awalnya memang hanya ada 20 makalah tipis yang cukup ringan tapi tanpa di duga dosen sebelah menitipkan 20 makalah tebal pada kita.
" Berat banget susah liat jalan udah gitu masih jauh lagi kantornya" keluhnya lagi.
" Kalau ngeluh mulu jadi tambah berat "ucapku.
" Udah liat depan nanti nubruk orang baru tau rasa" ucap Sina.
" Nggak bakk....aaaaaaaaaa!!! ."
Buk buk brukk.....
...Baru saja aku hendak menyangkal tak akan menabrak ataupun jatuh namun tiba-tiba aku tersandung tubuh seorang manusia....
...Aku terjatuh tepat di samping cowok yang ku tabrak itu .Dia Diam tak bergerak tengkurep di serakan buku makalah yang baru saja meruntuhi seluruh tubuhnya....
" Aduh..."aku bangun dari jatuhku tapi orang itu tak ada respon gerakan atau bersuara sama sekali.
" Jangan2 pingsan fi" ucap Sina dengan panik.
...Aku menoleh panik ke arah Sina dan segera menghampiri nya yang sedang meletakkan buku di kursi koridor....
" Gimana dong sin?" tanyaku.
...Bukannya memberi saran dan menjadikan suasana tenang Sina malah membuatku bertambah panik dengan kata² jangan- jangan dia pingsan,dia kebentur terlalu keras atau lebih parahnya dia dijemput tuhan....
...Aku kembali menghampiri cowok itu sambil menepuk pundaknya beberapa kali namun tetap tak ada respon juga....
" Kak kak...bangun kakak belum mati kan? " ucapku ngawur karna tak ada respon sedikitpun darinya.
" Gimana sin ?" tanyaku panik menoleh ke arah Sina yang berdiri mematung .
"Nggak ada akhlak! kamu nyumpahin aku mati. Kalau jalan hati2 dong! " gerutu cowok itu yang tiba" bangun sambil merapikan bajunya dan masih dalam posisi membelakangiku.
Aku pun tersentak dan menoleh kaget saat dia tiba-tiba bangun dan menggerutu kesal padaku namun aku lebih syok saat tau dia masih hidup .
__ADS_1
" Kamu lagi? kampus ini terasa begitu sempit" ucapku saat dia menoleh. dan menunjukkan wajahnya.
" Kamu itu emang suka nubruk orang ya,sakit tau nggak" ucapannya kesal sambil menunjuk ku.
" Aku tadi nggak liat kamu ada disini tuh" ucapku membela diri.
" Orang segede gini lagi benerin tali sepatu disini nggak keliatan?"ucap Diksa.
" Kamu nggak liat aku bawa buku banyak sampai tinggi banget,ya nggak keliatan lah.Lagi pula benerin tali sepatu di tengah jalan,ngalangin jalan tau nggak.Tali sepatumu aja nggak betah sama kamu makanya lepas mulu mau lari "serangan beruntun dariku.
" Banyak alasan....berisik"bentaknya.
" Daripada kamu nyebelin banget."
" Udah diem" ucap nya sambil memungut buku.
Dia memungut semua buku yang berserakan di lantai dan membawa nya pergi.
"Hei mau di bawa kemana?" tanyaku curiga.
"Mau aku buang!" ucapnya tanpa menoleh kearah ku.
Aku pun menyusulnya yang sudah berjalan lumayan jauh dari tempatku berdiri.Aku mengambil paksa tumpukan buku itu dari tangannya .
" Gila ya kamu" gerutuku.
" Nggak peka banget jadi cewek , aku mau bantu" ucap Diksa yang mengambil lagi buku yang ku ambil.
Aku pun terheran mendengar itu hingga spontan menoleh kearah Sina tapi ternyata Sina tak ada di tempatnya entah menghilang kemana dia .Tapi tak berapa lama dia pun muncul dari arah selatan.
"Kamu kemana sih sin?" tanyaku.
" Maaf kebelet " ucapnya tanpa dosa.
Diksa yang tadi berdiri di depanku pun memanfaatkan situasi untuk pergi melarikan diri .
"Hei bukunya? teriakku.
Kamipun melanjutkan misi ngumpul tugas di kantor ,berjalan pelan di belakang Diksa si alien.
"Kenapa sih fi?" ucap Sina selirih mungkin.
"Jangan2 tadi terlalu keras kejedot sama kejatuhan bukunya " ucapku.
"Emang kenapa?."
" Kok tiba-tiba mau bantuin" ucapku heran.
...Kita memang terlihat terlalu heran melihat Diksa yang membantuku. Mengingat kejadian saat dia seperti sangat tak perduli padaku walaupun pada akhirnya dia yang menyelamatkan diriku tapi itu membuatku merasa belum percaya bila dia membantuku lagi dengan semudah ini....
" Jangan jan......
" Bisa diem nggak! ghibah aja" ucap Diksa dengan tetap fokus jalan .
Kamipun lanjut jalan yang jadi garing karna nggak boleh ngobrol alias disuruh diem trs sama alien es.Aku pun binggung mau seneng apa sedih liat perubahannya.
...Aku pun sebenarnya sudah mengucapkan terima kasih padanya soal masalah kemarin walaupun sangat canggung terlebih bukankah dialah penyebab utamanya.Tapi rasanya kurang jika hanya meminta maaf saja....
"Diksa!" iswa menghampiri Diksa.
" Minggir !" bentak Diksa.
" Aku bantuin ya" tawarnya.
...kami berhenti aku pun membuang pandangan dari si nenek sihir ke arah lain yang lebih indah dipandang....
" Nggak usah sana minggir!"ucap Diksa .
" Oke ingat soal kemarin "ucap iswa dengan senyum mengancam.
__ADS_1
"Diam,itu masih 1 Minggu lagi"ucap Diksa. yang mendadak jadi lebih kalem.
"Oke kalau kamu masih ingat" ucap iswa lalu Diksa kembali berjalan.
"Ada apa sih?" bisikku pada Sina dan dia hanya menggeleng pelan sambil mulai lanjut berjalan mengikuti Diksa.
" Liat jalan yang bener " ucap Diksa padaku dan benar saja ternyata iswa hendak mencelakaiku lagi.
" Dasar nyebelin!awas ya kamu" ucap iswa padaku dan aku hanya mengabaikannya.
...Sesampainya di kantor aku dan Sina segera menaruh buku itu di meja Bu Tami dan Bu dosen kelas sebelah....
" Kalian mau kemana? tanya Diksa .
" Mau ke kelas lah" jawab ku.
" Kalau gitu aku duluan" ucapnya yang beranjak pergi.
"Diksa!! " panggil ku.
Dia menoleh dan berbalik badan menghampiriku dengan muka dipenuhi ekspresi tanda tanya.
" Hmmm... makasih ya udah nolongin aku" ucapku dengan gugup.
" Oke itu kan juga aku yang salah .Kalau gitu gue duluan jangan berterima kasih terus" jawaban tak terduga darinya.
...Entah kenapa aku sangat senang mendengar itu hingga senyum terpancar dari bibirku sambil melihatnya berjalan menjauh.Orang itu seketika berubah.......
___________
Di kelas...
___________
Kita kembali ke kelas untuk mengambil tas serta beberapa barang dan bergegas ,rencananya kita hendak mampir dulu di restoran baru dekat kampus.
"Fi kak Diksa sekarang berubah banget ya" ucap Sina sumringah.
" Iya nggak nyangka deh” ucapku.
" Pribadi nya emang sulit ditebak "
...Aku hanya tersenyum mengingat nya yang tak lagi dingin walaupun masih suka mengajakku berdebat tapi itu seru setidaknya sekarang aku merasa berdebat dengan manusia....
" Aku mau makan mau ikut?" tanya Diksa di parkiran.
" Nggak kita langsung mau pulang " ucapku cepat.
" Yaudah " Diksa beranjak melajukan motornya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Beri saran bila membosankan.
Kasih kritik bila kurang menarik.
__ADS_1
Beri like bila suka.
Terimakasih.