Kenangan Cinta

Kenangan Cinta
Permintaan BODOH


__ADS_3

...Syafi Anindita Septiana...



...Diksa Antonio Mahendra...



...Reno Prawija...



...Anatalia Dwi Yulana...



...Noviana Anidita putri...



...Sasina Karolina Putri...



...Cindy Anastasia ( nenek lampir)...



...Iswana Renata Sari( nenek sihir)...



Foto di atas sekedar hanya sekedar untuk memberikan gambaran wajah tokoh. Jika kurang berkenan bisa lah dituker wajahnya antar tokoh lain atau juga bisa di ganti dengan bias/ idola kalian masing-masing.


_________________________


1 bulan telah berlalu


...Tak terasa 1 bulan telah berlalu dan pertemananku dengan Diksa semakin baik walau tak bisa dipungkiri bahwa debat masih menyertai. Banyak pula kejutan akan seorang Diksa yang tak pernah ku pikirkan sebelumnya . Dia yang ternyata cerewet, humoris dan yang paling sering kulihat adalah senyum dan tawa nya yang terlihat begitu lepas,sangat mengesankan....


" Kemana teman² mu?" tanyaku pada alien yang sedang menyantap makanannya.


" Di lapangan basket" jawabnya.


" Ngapain?" tanyaku.


" Ya basket lah kamu pikir di lapangan basket ngapain,nyangkul?" jawabnya dengan sedikit tersenyum.


...Aku hanya tertawa benar juga memang nya tapi juga bisa saja mereka dilapangan basket merenung atau piknik kan seru kalau kepalanya ketampol bola....


" Kak Diksa!!!" panggil 3 orang cewek di meja sebelah dengan begitu centil.


...Diksa pun menoleh dengan muka datarnya dan melihat mereka sekilas dengan tatapan tak suka. Sungguh mereka sangat terobsesi dengan alien hingga mendapatkan tatapan hambar saja sudah senang setengah hidup lalu bagaimana jika mendapat senyuman serangan jantung mungkin....


" Bisa nggak sih ramah kalau sama orang lain,senyum al " ucapku sedikit berbisik dengan diakhiri senyum Pepsode*t.


" Nggak"jawabnya yang mengabaikan ku fokus dengan makanan.


...Aku pun menggerutu kesal sambil mengaduk kasar mie ayamku tapi dia tiba-tiba memanggilku hingga beberapa kali dan saat aku mendongak ke arah nya tiba-tiba dia menunjukkan senyum manisnya....


" Gini kan?" ucapnya.


"Emm ..iya iya" ucapku yang mendadak mematung.


...Aku segera menatap arah lain dan berusaha menyembunyikan rasa salting ku . Biasanya ada Sina yang membantu tapi entah kenapa dia terlalu tertarik dan sibuk dengan kegiatan kampus padahal orang di depanku saja malah santai dan cuek padahal dia ketua nya....

__ADS_1


Di Lapangan...


"Kok udahan?" tanya Diksa.


" Kamu sih kelamaan sa" ucap Dimas.


" Kan lagi makan."


" Makan apa nge date lama banget" sahut Reza.


...Ujung- ujungnya aku yang kena apes harus tanding basket dengan Diksa karna semua temannya nolak karena sudah terlalu capek.Dengan perjanjian yang kalah harus mentraktir yang menang dan yang menang boleh meminta apapun pada yang kalah membuatku menyetujui pertandingan ini....


Kita pun tanding saat matahari sedang semangat- semangatnya menyinarkan panas.


"Ayo rebut kalau bisa" tantangnya.


...Aku hanya berdiri dengan tangan terlipat di dada sambil mengamati setiap gerakan Diksa dan dengan cekatan aku merebut bola dari Diksa saat dia lengah.Aku mendribble bola dengan terus menghindar dari nya dan setelah kurasa perhitungan ku telah pas aku melempar bola ke ring ....


...Dan sudah di pastikan bola itu masuk setelah beberapa kali berputar di pinggiran keranjang dan membuatku menang sungguh tidak sia-sia aku pernah ikut ekskul basket....


(Singkat,pendek, tidak jelas↑)


Keesokan harinya....


...Yang awalnya Diksa hanya mentraktir ku pada akhirnya berubah menjadi mentraktir ketiga temannya dan juga Sina yang serentak protes minta traktiran....


"Kalian sering² deh tanding basket biar kita bisa dapet traktiran terus" ucap Rizal.


" Mau enaknya aja kamu" ucap Diksa.


" Kalau ada yang enak dan mantap kenapa milih yang hambar dan tidak berasa untuk di nikmati" ucap Rizal.


" Ambigu" ucap Reza lalu meluncurkan jurus tabok .


...Setelah kita selesai makan ternyata cuaca agak mendung yang membuat teman-teman Diksa bergegas tancap gas untuk pulang begitupun Sina yang telah dijemput oleh pangeran nya....


" Ya tapi....


" Aku langsung anter ke rumah motor aman di kampus."


" Ya deh percuma juga protes" ucapku .


" Anak pintar."


...Aku pun diantar pulang oleh Diksa karna tadi aku memang dengan nya saat ke resto .Dan ternyata arah rumah kita juga searah dengan rumahku....


...Diksa baru pindah kerumah itu sekitar 1 bulan lalu dia memutuskan untuk tinggal sendiri dengan alasan ingin hidup mandiri.Padahal sepertinya alasannya adalah rumahnya bukan rumah yang dia ingin ....


" Kamu orangnya asyik juga ya nggak terlalu membosankan ternyata " ucapku.


" Memang menurutmu dulu aku membosankan?" tanyanya.


" Iya karna kamu sangat dingin, nyebelin tapi ternyata kamu cerewet dan seru juga."


"Namun sayangnya sebentar lagi aku sudah tak bisa melihat nya" ucapku dengan lirih.


.


.


.


"Ga jadi mau minta apa?" tanyanya setelah sedari tadi hanya aku yg slalu bertanya.


"Emm aku boleh meminta apapun?" tanyaku ragu.

__ADS_1


" Ya jangan yang susah dong ga" jawabnya.


Aku berpikir sejenak haruskah aku meminta ini dan akankah dia menuruti permintaan ku ini, kuatkah aku mengatakan permintaan ku.


" Ga?malah diem."


"Aku ....aku mau kita nggak usah ketemu lagi" akhirnya kata keramat ini keluar dari mulutku.


Cittt.............bunyi rem berdecit.


" Turun !!!" ucapnya dingin.


...Aku menatap Diksa yang sibuk mencari jas hujan di tasnya.Aku tau mungkin permintaan ku ini sangat membuatnya kaget bahkan marah,tapi kenapa dia malah tak membiarku pergi padahal harusnya dia mengusirku sekarang juga....


"Bagaimana dengan permintaanku apa kau setuju?"aku memberanikan diri bertanya hal tak berguna ini dengan suara bergetar.


...Diksa pun hanya diam tak menjawab ataupun menoleh kearah ku.Dia terlihat sangat kesal mendengar pertanyaan ku dan kurasa memang sangatlah wajar bila dia marah....


...Kita pun melanjutkan perjalanan dengan Diksa yang kembali dingin,cuek dan aku yang berusaha tak menangis.Aku bisa melihat wajah masamnya melalui kaca spion....


...Hari ini aku mengakhiri semua dan mengembalikan sisi yang mulai mencair menjadi membeku.Ini terlalu cepat bahkan aku tak percaya bisa mengatakan ini . Beberapa menit lalu kita masih saling bercerita dan kini hanya ada histori dalam pikiran kita....


Sampai di rumah ku....


"Makasih, Al kau...


" Jika itu emang kemauan mu oke kita nggak usah ketemu lagi!!! jika memang ingin pergi... silahkan pergi !!! tapi jangan nyalahin aku kalau kamu menyesali semua " potong Diksa dengan kesal.


" Baiklah, terimakasih atas semuanya... sampai jumpa" ucap ku bahkan aku memaksa bibirku untuk tersenyum .Aku segera beranjak membuka pagar rumah ku.


...Diksa pun melaju pergi dan aku hanya menatap sendu kepergian nya dari balik pagar, ini akan merubah semuanya.Mungkin dengan cara seperti ini hariku akan menjadi lebih baik....


"Maaf Al... maafkan aku."


_______________


...Aku melempar sembarang tasku lalu menghempaskan tubuh ke kasur dan perlahan bantal ku pun basah oleh air mataku....


...Wahai dunia lihatlah.. aku mengakhiri hari ini dengan penuh senyuman palsu jadi tolong jangan membuat ku menyesal karena telah melakukan ini....


...Disaat hal tersulit harus menjadi pilihan maka berlanjut atau menjadi berakhir adalah kemungkinan terbesar yang akan terjadi....


...Semua telah menjadi salah dalam memahami keadaan yang sebenarnya terjadi . Menjadikan diri ini memilih untuk tidak lagi mendengar kan diri sendiri maka apapun yang tak terduga akan terjadi....


Berakhir sebelum di mulai:)


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih yang sudah mau mampir !!

__ADS_1


KENANGAN CINTA 🎡


__ADS_2