
...Setelah mamaku keluar dari kamar ku aku segera membersihkan diri dengan guyuran air hangat yang menyegarkan lalu ku santap sepotong roti untuk mengisi perut sebelum minum obat agar sakit kepala ku segera reda ....
...Lalu rebahan lagi sambil menatap langit langit atau mataku beredar berkeliling menatap setiap sudut kamarku atau setiap benda yang ada hingga berulang rulang kali. Jangan pikir mataku jalan jalan dia masih stay di wajahku yang cantik kok ,he he. Walaupun ada mata panda nya tapi panda kan imut....
" Syaaaafi!!" teriak Lia dan Ani yang tiba tiba sudah berada di kamar ku.
" Kalian ngapain disini ?" ucapku dengan malas.
...Saking malas nya aku tak bergerak sedikitpun dari ritual rebahanku....
" Mau maling kamu !! ya mau main lah pakek nanya" ucap Ani dengan berkacak pinggang.
" Wuihh Panda dari mana tuh" ucap Lia sambil menunjuk ke arah mataku.
" Dari China " ucapku dengan agak ketus.
" Kamu kenapa sih fi cerita dong sama kita " ucap Ani yang telah rebahan di sampingku begitu pun Lia yang sudah guling sana guling sini.
" Nggak papa kok " ucap ku .
" Bohong !" ucap Ani yang nada tegas.
"Ngakk kenapa-napa kok An" bohongku.
...Aku terus berusaha berbohong hingga tak berani menatap ke arah Ani maka dari itu aku hanya bisa berpura-pura sibuk membersihkan kuku ku yang tak ada noda sedikitpun....
" Nonton film aja yuk ,huaah" ucap Lia dengan molet molet gak karuan dan di akhiri dengan menguap lebar.
" Yuk ,bentar aku ambilin minum sama cemilan" ucapku yang segera bangkit dari rebahan .Nonton film ide yang bagus untuk menghindari pertanyaan mendesak dari mereka .
...Aku pun ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman di kulkas karna kebetulan stok di kamarku udah abis....
" Eh fi Lia sama Ani di ajak makan bareng ya" ucap mama.
" Tapi kalau udah pada makan gimana ma?inikan udah jam 8 lebih" tanyaku.
" Tadi mama udah nyuruh mereka untuk sarapan disini aja jadi mereka belum makan dong" ucap mamaku yang secara tidak langsung memberi tau bahwa mama yang menyuruh mereka datang.
...Aku menatap mama ku dengan tatapan curiga tapi yang ku curigai malah cuek saja .Selalu saja begini mama slalu mengadu pada mereka sungguh apa yang harus ku katakan saat mereka bertanya....
****
"An ,Li ayo sarapan dulu!! " teriakku saat masih otw jalan ke kamar.
...Aku bersandar di dinding samping pintu kamarku dan menunggu mereka keluar dari kamar tapi setelah beberapa kali ku panggil mereka tetap tak juga menampakkan diri....
Ceklek..
"Ayo sarapan dulu woy!!" teriakku.
" Yah gak bisa manis dikit gitu nyuruhnya" ucap Lia bangun dari ritual memeluk karpet lantai.
"Biarin siapa suruh dari tadi di panggil nggak jawab nggak keluar" ucapku sambil tersenyum geli melihat wajah masam Lia.
__ADS_1
" Isssh kapan manggilnya" gerutu Lia.
______________
Dimeja makan...
______________
"Kalian makan yang banyak .Itu ambil lagi ayamnya nambah nasi nya juga " ucap mamaku pada Lia serta Ani dan diriku ini hanya diabaikan.
"Makasih tante ini aja udah cukup " ucap Ani .
"Apaan porsi diet gitu mana kenyang" ucapku.
"Kalau punyaku ini porsi diet porsimu itu porsi kucing apa gimana?" balas Ani .
"Ya Ini aku nambah punyaku deh" ucapku yang sengaja malah nambah nasi dan beberapa lauk ke piring Ani .
" Ihh ini mah punyaku fi" ucap Ani.
...Aku tertawa kecil melihat ekspresi Ani yang syok dengan isi piringnya yang menyamai porsi kuli .Andaikan saja setiap hari meja makan ini memiliki suasana yang indah seperti ini ....
" Li kamu anteng banget kalo ada makanan heran deh,bantuin aku dong" ucap Ani yang hanya dibalas gelengan oleh Lia .
"Aku tadi bilang apa?"godaku.
" Punyamu " jawab Ani pelan.
" Mana ada aku bilang punyaku."
...Aku menunggu jawaban Ani yang sepertinya menyadari bahwa dia tidak akan bisa mengalahkan ku yang membuatku tersenyum atas kemenanganku....
"Tadi aku bilang aku tambahin punyaku trs kamu ngakuin dan bilang ini mah punyaku ngak ada yang bilang punyamu .Sama2 punyaku kan?" ucapku yang aku sendiri malah jadi binggung.
" Udah deh ni ngalah aja"saran Lia yang sangat bagus.
" Iya deh ... tapi tidak semudah itu" ucap Ani yang tersenyum.
...Ani tiba² menuangkan separuh nasinya ke piringku, sungguh serangan balik yang tak terduga.Aku melirik kearah mamaku yang tersenyum lebar melihat kelakuan kami....
_____________________
30 menit kemudian...
_____________________
...kami bertiga pun telah duduk menatap layar terpaku untuk nonton film ,film,film,film.Aku pun hanya diam melamun menatap layar itu tak menggubris Lia dan Ani yang berdebat memilih film apa yang akan di tonton.Tiada hari tanpa debat mau debat langsung maupun debat online selalu ada dan harus jadi menu wajib.Tapi untuk hari ini nggak papa deh biar ada hiburan....
" Fi gimana kalau ini ?" ucap Ani menunjuk layar laptop.
" Baiklah,aku ngikut aja " ucapku dengan melihat sekilas tanpa membaca judul nya.
__ADS_1
" Ooke ayo segera nonton " teriak Lia sembari mengangkat kedua tangan nya ke atas.
" Udah mulai nih " ucap Ani dengan semangat.
...Aku sebenarnya sangat tak berminat menonton film. Aku gelisah karna aku bingung harus cerita gimana lebih tepatnya bukan tentang bagaimana aku bercerita tapi bagaimana aku menjawab pertanyaan tak masuk akal mereka ....
...Jadi aku lebih sering melamun daripada menonton atau mengamati setiap angka ,abjad dan simbol yang ada di tombol keyboard sambil, nguyah dan nguyah.Untung saja Lia dan Ani serius menonton jadi gak tau kalau aku gak nonton....
"Fi kamu kalau ada apa² cerita aja sama kita" ucap Ani secara tiba-tiba.
" Nggak ada ..apaan sih udah lanjut nonton aja" elak ku.
" Bohong kamu itu kalau udah diem aja nglamun pasti lagi ada masalah.Udah deh gausah ngelak kamu tuh mudah ditebak" cerocos Lia.
" Mukamu itu udah kayak orang depresi masih aja ngelak..basi " tambahnya.
...Aku hanya tersenyum malu menanggapi itu ternyata seperti biasa mereka pasti tau aku ada masalah hanya karna...
aku tiba-tiba menjadi diam saja.Aku menghela napas panjang untuk mulai bercerita juga sudah tersedia tisu di depanku.
"Kemarin Reno mutusin aku" hening mereka berdua hanya saling kontak mata menatap satu sama lain lalu menatap banyak arti padaku.
"Emm aku diputusin" aku mengulangi kembali perkataan ku lalu bersiap untuk dicerca pertanyaan dari mereka.
'Yang bener kamu fi kok bisa? alasan mutusin apa?kenapa bisa begini ?, pasar malemnya rame?Dia beneran ngomong gitu?, kalian ada masalah?, kronologi nya gimana ?Yang bayar parkir siapa?, bla bla dan bla aku hanya terpaku mendengar pertanyaan sili berganti dari mereka yang tak kunjung terjeda.
"Dia tambah ganteng nggak fi ?" setelah beberapa saat hening tiba tiba menyusul satu pertanyaan yang sudah jelas Lia yang bertanya dengan senyum Pepsode*t.
" Kalian nanya kaya masalah hidup nggak berhenti henti banyak yang diluar nalar gimana aku bisa jawab"
" Maaf maaf" ucap mereka bersamaan.
.
.
.
.
.
silahkan:
like 👍
comment📝
favorit ❤️
rating⭐
__ADS_1
jangan lupa ya readers .
Makasih semua😘.