
Keesokan harinya...
...Aku terbangun dengan rasa sesak dan sulit bergerak ternyata mamaku masih memelukku hingga sepanjang malam.Aku memandangi wajah teduh mamaku yang telihat tenang namun terdapat setitik air mata di sudut matanya....
...Apa mamaku slalu menangis setiap malamnya.Aku terlalu egois karena terlalu terlarut memikirkan hubunganku dengan Reno sehingga aku tak menyadari bahwa orang yang ku sayang juga slalu bersedih slama ini....
...Begitu lama mama slalu menutupi perasaan sedihnya dariku namun saat ini dia tak mampu lagi menyimpan semua.Aku merasa sangat bod*h dan tak berguna karena slalu berpikir mamaku slalu bahagia karna slalu tersenyum dan ceria di depanku....
" Ma maafin Syafi ya " ucapku lirih dengan tetesan air mata.
Tiba-tiba mamaku membuka matanya ...
"Nak kamu kenapa nangis?" mamaku terbangun dan melepaskan pelukannya.
"Kamu nggak suka mama peluk semalaman?" tanya mama dan aku hanya menggeleng pelan.
" Maafin Syafi ya ma" aku memeluk erat tubuh mamaku.
" Kenapa nak? kamu nggak ada salah sama mama" ucap mama lembut.
" Maafin Syafi karna slama ini Syafi gak bisa ngertiin perasaan mama .Syafi slalu senang dengan kesendirian jadi membuat mama kesepian " ucapku sendu.
" Kamu jangan gitu fi,ini semua bukan salah kamu mama seneng banget punya kamu.Kamu itu kekuatan mama makanya mama bisa ketawa terus mama bisa bertahan " mama melonggarkan pelukan dan mengusap air mataku lalu segera mengusap air matanya yang baru jatuh.
" Tapi ma Syafi tau pasti mama sedih banget kan? maafin Syafi yang nggak sadar mama kesepian tapi sekarang Syafi janji bakal lebih merhatiin mama.Jadi sekarang mama nggak usah sedih lagi ya,Syafi akan slalu nemenin mama".
" Makasih ya nak.Maafin mama karna bikin kamu jadi sedih juga.Mama janji akan lebih kuat dan tegar karna slalu ada kamu nak disisi mama."
"Mama gak perlu minta maaf karna ini udah kewajiban seorang anak, Syafi ingin membahagiakan mama .Syafi nggak papa kok slama ini papa jarang pulang.Meskipun cuma sama mama tapi Syafi udah bahagia banget .Mama Syafi emang terbaik".
...Mulai hari ini aku takkan membuat kesalahan yang membuat mamaku sedih.Aku takkan biarkan ada orang yang menyakiti keluargaku.Aku akan buktikan pada orang yang mungkin tak suka pada ku bahwa aku bisa membuat mamaku bangga....
______________________
"Ma...aku akan membanggakan dan membahagiakan mama,i love you"ucapku lalu mencium pipi mamaku saat pamit kuliah.
" Mama percaya kamu pasti bisa buat mama bangga, maafin mama ya" memelukku.
...Mamaku kembali meminta maaf padaku dengan penuh rasa sedih.Masalah ini bukanlah salah mamaku tapi mengapa mamaku terlihat seperti sangat merasa bersalah padaku....
" Ma ini bukan salah mama jadi mama jangan minta maaf lagi ya ."
" Tapi bila kesalahan mama Syafi janji mau maafin mama?" tanya mama dan aku hanya mengangguk.
______________________
Kampus...
...Aku berjalan pelan tak bersemangat menuju kelasku.Pikiranku selalu terngiang pada ucapan mamaku. Mama papaku slalu menyelesaikan masalah dengan dewasa dan slalu mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan nya hingga tak pernah ada namanya cekcok dalam keluarga tapi kenapa kesannya masalah ini di biarkan saja....
"Fi!" panggil Diksa dari atas pohon.
" Hemm?" ucapku lemes.
"Nggak semangat banget"ucap Diksa dengan kecewa.
" Biarin,ngapain kamu disitu dah kayak monkey "ucapku tanpa ekspresi.
" Nunggu orang galak".
"Maksud kamu nungguin...".
" Nungguin kamu" potongnya yang loncat dari atas pohon yang tak terlalu tinggi.
...Aku melihatnya yang telah berdiri tegak didepanku.Sifatnya hari ini bahkan seperti lebih parah dari kemarin . Sebenarnya apakah hidupnya begitu sulit hingga sifatnya berubah dengan cepat seperti ini....
__ADS_1
Sebenarnya kenapa dia? mengapa banyak orang aneh sekarang? tanyaku dalam hati.
" Tumben nggak galak dan cerewet?" tanyanya.
" Kamu juga tumben dari kemarin nggak dingin lagi sakit ya makanya anget"seketika wajah nya kembali pada mode datar .
" Dasar aneh " batinku.
"Syafi!!" teriak Sina.
...Sina berlari tergesa ke arah ku hingga sampai mau terlewat karna tak bisa mengerem. Dia pun mengejek ku yang sedang berdua dengan Diksa...
" Ga!" panggil Diksa padahal tak ada orang lain di sekitar kami.
" Lagi ngomong sama bangsanya yg tak terlihat kalik " bisik Sina padaku.
"Mungkin dia indih*me" ucapku sambil mengangkat kedua bahu .
" Ga!" panggil nya.
"Ga!" panggilnya lagi yang masih dengan pandangan tetap lurus kedepan.
...Aku menatapnya heran sedang bicara dengan siapa tatapan lurus kedepan tanpa ekspresi atau jangan-jangan dia kesambet setan....
" Kamu manggil siapa sih ,berisik" ucapku mulai kesal.
"Kamu" ucapnya.
"Aku?" menunjuk diri sendiri.
" Jadi duta shampo lain" gurau Sina.
"Ga!" panggil Diksa menoleh padaku sambil tersenyum.
...Dia pun bisa membuat emosi ku timbul padahal tadi aku seperti tak ada energi dan malas untuk menanggapi bahkan untuk berjalan saja ogah- ogahan....
"Akhirnya balik seperti semula, galak" ucapnya mengelus dada .
" Apa katamu?" ucapku tambah kesal.
" Galak nya" ucapnya.
"Terserah aku" aku memalingkan wajahku dari tatapannya.
...Tak disangka namaku yang bagus ini dirubah seenak jidatnya menjadi Ga .Lebih parahnya lagi ternyata arti panggilan nya adalah galak ,emang segalak itukah diriku?....
" Dasar Al!" .
" Al?" tanyanya dingin dgn tatapan tajam.
" Iya singkatan dari alien,bagus kan?" ucapku sambil senyum meledek.
"Dasar ratu galak " ucapnya yang terlihat sangat kesal.
"Kamu raja alien nyasar kesini .kamu sebenarnya kenapa sih kalau sakit dirumah aja"ledekku.
" Ganteng gini?"Diksa mendekatkan wajahnya padaku.
"Kalau gak bisa ramah dan dingin ditambah suka stess gini,gantengmu gak guna!" ucapku judes.
"Cewek galak kayak singa" ucapnya.
" Cowok kok nggak pernah senyum, takut keriput" balasku.
...Bersahutan lah perdebatan yang terus terucap saling menyerang satu sama lain.Mau gimana pun beginilah jika cewek galak dan cowok dingin bertemu, kita ngga bakal bisa akur dan mana bisa yang namanya nggak debat ....
__ADS_1
"Kamu marah² mulu kerjaannya".
" Tapi kan tetep cantik"ucapku tersenyum dengan tangan v di dagu.
"Cantik kalau galak gini gak ada cowok yang berani deketin" ledek nya.
"Cewek juga pada takut membeku deket sama kamu" balasku.
" Banyak yang mau sama aku " ucapnya datar tp ada unsur sombong.
" Pede gila".
"Buktinya kamu mau" tunjuknya padaku.
" Ihh ogah banget mending cari yang lain daripada sama Alien".
" Galak!!".
" Alien!!"
" Galak!!".
" Alien!!"
...Kita secara bersamaan memutar badan dan pergi berlawanan arah....
" Eh kok bubar sih,udahan nih " ucap Sina yang lalu menyusul ku.
di kelas...
"Nyebelin deh pagi² udah bikin kesel" aku menaruh tas dengan kasar.
" Ya elah fi baru juga tadi aku bilang kamu akur eh malah debat lagi" .
"Dia yang mulai duluan" ucapku yang masih emosi.
" Tadi itu panggilan spesial lho fi" ledek Sina.
" Apaan,dari mana spesialnya".
" Kamu sih emang galak bener sama cowok".
" Biarin,aku nggak suka cowok".
" Aku normal lho fi jangan ajak aku" ucap Sina dengan lucu.
"Apaan sih, maksudku sekarang kalau sama cowok bawaanya bikin emosi.Aku jadi nggak suka deh" jelasku.
" Oh kirain kamu...." ucap sina yang terhenti.
" Jangan mikir sampai sana aku ini normal "ucapku dengan wajah datar.
...Aku tiba-tiba tersenyum mengingat nya dia benar- berubah sekarang walaupun aku sangat heran dengan perubahannya tapi tak apa dia sedikit banyak bicara sekarang....
.
.
.
.
Terimakasih sudah berkunjung . Sekedar info sekarang Diksa panggilannya jadi alien😂.
__ADS_1