
...7hari sudah aku tak bertemu dengan alien bahkan berpapasan atau sekedar melihat wujudnya saja tidak.Entahlah dia yang biasanya seperti setan yang muncul dimana-mana sekarang seperti hilang begitu saja....
...Mungkin memang harus ku akui jika sebenarnya aku mengira tak apa, tapi ternyata yang ku katakan padanya adalah luka yang ku anggap cahaya....
...Disaat aku harus melawan diriku sendiri untuk merubah dan menyudahi segalanya.Sulit memang harus mengakhiri semua padahal semua baru saja dimulai....
...Bukannya diri ini tak konsisten pada perkataan yang keluar dari mulutku tapi salahkah aku mengakui bila perkataan itu sangat bertolak belakang pada hatiku.Aku berusaha mengatakan itu dengan senyum yang membuat diriku sendiri muak bila mengingat itu....
___________________
____________________
...Di koridor yang sepi aku menatap jauh ke langit yang begitu cerah .Aku seperti menunggu datangnya bintang di langit siang hari,memang ada namun entah bersembunyi dimana....
...Ternyata melawan diri sendiri terasa begitu sulit terlebih tentang masalah hati.Dulu aku mengira bahwa aku bisa mengendalikan isi hatiku sendiri tp aku salah benar-benar salah bahkan aku tak bisa menolak walau seribu kali aku berkata tidak....
...Sepanjang hari pikiranku selalu berperang dengan hatiku....
"Fi ngapain disini" ucap Sina yang tiba-tiba duduk di sebelahku.
" Cuma duduk doang kok" ucapku.
" Kamu pasti mikirin kak Diksa ya? kalau boleh saran kamu temuin dia dan jujur aja tentang semua ,nggak baik terlalu lama membohongi diri fi."
" Tapi aku nggak bisa ."
" Coba aku tanya ke kamu .Kamu bahagia gak sekarang ,kamu seneng atau kamu jadi lebih tenang gak? "tanya Sina dan aku cuma menggeleng untuk menjawab.
...Haruskah aku jujur dan membuat perlawanan dengan diriku menjadi sia-sia .Aku telah berusaha menaklukkan ego dalam hati tapi akankan kalah dengan sebuah perasaan....
...Kita pun cuma saling diam berkutat dengan pikiran masing-masing.Aku pun semakin pusing dengan pikiranku sendiri dan dengan apa yang harus aku perbuat agar pada akhirnya aku tak menyalahkan takdir atau menyalahkan siapapun....
...•••...
...Aku duduk sendirian di sebuah cafe dengan segelas ice coffe yang hanya ku aduk sedari tadi.Kenapa aku selalu di permainkan oleh perasaan ku sendiri bahkan sekarang aku tak tau bagaimana perasaan ku sebenarnya....
" Hai."
...Tiba-tiba Diksa duduk di depanku dan aku sangat terkejut hingga hanya bisa terdiam.Dia tersenyum padaku dan terus memperhatikan wajahku....
...Dengan spontan aku bertanya padanya kenapa dia datang menemui ku dan kenapa dia bersikap seperti tak terjadi apapun.Dia bahkan selalu tersenyum dan memandangiku tanpa menunjukkan bahwa dia akan marah atas perbuatan bodoh ku....
" Lalu aku harus apa ,kau menginginkan hal itu jadi aku harus apa? kalau kau tanya aku marah atau tidak jawabannya pasti saja aku marah. Dan kenapa aku malah tersenyum padamu itu karna kau sendiri yang telah mengajarkan padaku untuk membuat sebuah senyum palsu " ucapnya dengan tersenyum simpul .
__ADS_1
...Aku terdiam beku mendengar ucapannya yang membuatku semakin menyalahkan diriku sendiri.Tak berapa lama setelah dia mengatakan itu dia beranjak pergi dan tanpa pikir panjang aku mengejar nya....
...Aku mengikuti di belakangnya dan hanya bisa memanggil dan menyuruh berhenti.Aku tak bisa mencegat atau menarik tangannya, aku sungguh tak punya keberanian....
...Brukkkk....tanpa aba² dia tiba-tiba berhenti dan aku yang tengah mempercepat langkah tak bisa menghindarinya.Dia berbalik dan menatap ku penuh makna....
" Apa kau senang melakukan ini ?apa ini semua kemauan mu ? apa kau bahagia aku jauh darimu....apa kau sangat bahagia?"
...Aku hanya bisa menggeleng dan menitikkan air mataku tanpa tau harus bicara apa .Rasa sesalku telah membuatku serasa kehilangan kata-kata....
" Jadi carilah aku dan temui aku sebelum semua terlambat dan akan sirna...."
...Dia tersenyum manis padaku lalu kembali berjalan meninggalkan ku .Aku pun berusaha mengejarnya...
"Tunggu ....tunggu kumohon jangan pergi" ucapku padanya yang semakin menjauh.
...Disaat aku tengah berusaha mengejarnya tiba-tiba saja dia menghilang begitu saja dari pandangan ....
"Al......!!!!!!"
...Aku membuka mataku terbangun dari tidurku dan pandangan pertama ku adalah langit langit...
...kamarku, ku usap keringat dan air mata yang telah membanjiri wajahku.Ternyata hanya sebuah mimpi tapi sangat begitu nyata bagiku....aku menyesali diriku yang terlalu bodoh ....
_____________
" Sin ayo cepet."
" Tapi fi kita udah nyari keliling kampus."
" Pokoknya aku harus ketemu sama dia ."
...Aku memutuskan untuk mencari tapi sampai sekarang aku belum juga melihat dan menemukan sosoknya.Ingin sekali rasanya aku berteriak keras memanggil namanya.Ijinkan aku memperbaiki kebodohan ku....
Di sebuah taman kota.....
" Kenapa kamu nyari aku?"dingin.
...Aku mendongak dan terlihat Diksa yang berdiri tegak di depanku menatapku ketus ...aku terdiam sedih tanpa bisa menanyakan apapun bahkan sekedar berbasa-basi bertanya mengapa dia bisa tau aku berada di tempat ini ....
...Melihat mukanya yang ketus membuat ku putus asa dan tak percaya semua akan baik-baik.Hadirnya memang ku cari tapi bukan dengan sikap seperti ini....
" Aku mau minta maaf ......
__ADS_1
" Gak perlu minta maaf semua yang udah berakhir gak bisa kembali hanya dengan permintaan maaf "
" Aku menyesal aku mengaku aku salah jadi tolong maafkan aku."
" Aku udah maafin kamu tapi seperti yang udah aku bilang semua gak bisa kembali... jadi sekarang jangan temuin atau cari² aku lagi!. Waktu itu kamu yang minta untuk kita gak usah ketemu lagi jadi sekarang giliran aku yg akan minta kita untuk gak usah ketemu lagi...!!"ucapnya tegas.
...Dia terlihat begitu serius mengatakan itu semua tapi aku serasa tak ingin mempercayai perkataan itu.Aku menyakinkan hati bila dia tak benar-benar menginginkan itu.Perkataannya bak pukulan karma bagiku yang sungguh membuatku tak berdaya....
...Dia memutuskan untuk mengakhiri tapi aku bahkan tak bisa memintanya nya untuk kembali dan tetap tinggal. Aku memandang dirinya yang tak terduga akan melakukan ini namun diriku mungkin memang layak harus mendapatkan semua ini....
" Hapus nama ku dalam pikiran mu karena aku sudah melupakan nama mu dalam otak ku" ucapnya lalu beranjak pergi meninggalkan ku.
...Aku melihat keseliling yang begitu sepi ..aku sungguh sendirian. Aku terduduk bersandar pohon dengan mendekap kedua lututku menatap langit di semilir angin senja yang telah terselimuti awan hitam....
Beberapa saat kemudian......
...Diri ku beranjak pergi dengan langkah berat ...saat satu persatu rintik hujan jatuh mengenai kulitku ....
...Hujan pun turun semakin deras tapi aku urung untuk berlari namun malah berhenti menatap langit. Aku menjatuhkan diri lalu duduk memeluk erat lututku dan tertunduk di dinginnya guyuran air hujan.Aku terisak meluapkan rasa sesal , sedih berserta kesal yang berpadu jadi satu....
"Apa aku....terlambat?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Keπaπgaπ...
__ADS_1
...¢iπta...