
"kemarin kau dah tonton videonya? tanya Berlin kepada Gary.
"udah"
"gimana? Seru gak?" tanyanya dengan ekspresi nakal
"seru sih. Gila. Lama kali mereka main" jawab Gary dengan semangat sambil membayangkan adegan dalam video yang ia tonton tadi malam.
"iya. Aku jadi pengen main" jawab Berlin.
"haa...apa yang kalian bicarakan?" tanya Sara yang kebetulan lewat dan mendengar sedikit perbincangan mereka.
"apa sih. Ganggu saja. Pergi sana" usir mereka berdua
Sara bergabung bersama dengan teman temannya dan menceritakan apa yang didengarnya barusan.
"main apa itu?" tanya Rini temannya
"gak tau juga. Tapi, kurasa itu tentang hal hal yang itu..."
"yang itu apa?" tanya Rini bingung
"itu lho, cewek dan cowok" jelas Deli
"ohh..." oh Rini menunjukkan ia mulai mengerti
"emang apa itu?" tanya Sofia yang dari tadi hanya diam saja.
"itu lho, hubungan cowok dan cewek,"
__ADS_1
"emang gimana hubungannya?" tanya Sofia lagi. Di kelas Sofia memang terkenal sangat pendiam dan juga polos. Bukan polos, tapi tidak tau apa apa selain materi pelajaran sehingga ia pun selalu menjadi juara di kelasnya.
"aduh...nanti kamu cari tau ya Sof, tidak enak membicarakannya" jelas Deli.
"ohh..oke"
Di rumah Sofia
Pada waktu istirahat sore di rumah Sofia, ia mengambil hpnya dan mulai mebuka youtube. Ia menuliskan keyword "hubungan cowok dan cewek". Ketika ia membukanya, yang ia temukan hanya beberapa video mengenai motivasi atau ceramah mengenai orang yang berpacaran.
"ini doang? Lalu kenapa tadi teman teman harus bicara sambil berbisik bisik mengenai ini? Ah, atau mungkin bukan ini keywordnya" Sofia mencoba keyword lain, yaitu cewek dan cowok. Pada pencariannya ia menemukan video game show yang menunjukkan cewek telanjang di hadapan cowok dan beberapa video lainnya. Sofia mulai memutar video tersebut dan menontonnya sampai akhir. Tidak ada yang istimewa di sana kareba itu merupakan video sebuah game show di Jepang. Tapi, video berikutnya menunjukkan video dua orang, cewek dan cowok yang saling berciuman dan hampir telanjang. Sofia mengklik video tersebut dan mulai menontonya. Sofia awalnya merasa risih dan ia menonton sambil setengah setengah menutup mata. Tapi, tanpa ia sadari ia mulai suka menontonnya. Ia pun terus mengklik video berikutnya yang serula dan menontonnya. Hingga malam, Sofia masih terus betah di depan ponselnya menonton video yang baru saja ia temukan tersebut.
"Sofia, mandi, udah gelap" teriak mama Sofia
"iya ma. Bentar"
Keesokan harinya di kelas
"Gary, Berlin, kembali bertemu dan ngobrol. Kali ini tambah personil lain, yakni Irfan dan Dani. Sofia memperhatikan mereka dan kelihatannya mereka asyik sekali bercerita. Sesekali mereka tertawa. Sofia melihat ketawanya mereka tersebut ada maksud di baliknya.
"Sofia, kau udh tau arti yang kemarin?" tanya Deli
"arti apa?" jawab Sofia bingung, atau mungkin pura pura bingung padahal kemarin ia sudah menonton video itu.
"yang diceritakan Sara kemarin lho"
"Ohh...aku udah tu sedikit"
"apa yang kamu tau?"
__ADS_1
Sofia membisikkan jawabannya kepada Deli, "dua orang cewek dan cowok yang berciuman"
"cuma itu aja yang kau tau? Ya ampun, susah juga ya kalau terlalu polos"
"Sara" teriak Gary, "sini dulu"
"apa?" tanya Sara
"sini dulu bentar" kata Gary sekali lagi
Sara mendekati Gary dan teman teman, "kenapa?"
"PRmu dah selesai? Minta dong"
"belum. Ini aku baru mau tanya sama Sofia caranya"
"nanti kalau udah tau kasitau ya"
"iihh...tanya sendiri laa sama Sofia sana"
"dia pasti gak mau. Dia selalu ngajarin dulu baru kasi jawaban"
"bukannya itu bagus? Ya, biar kamu mengerti" jelas Sara
"yaelah, kelamaan kalau dia jelaskan dulu. Malas belajar. Minta yaa" kata Gary sedikit memelas
"kita lihat saja nanti ya"
"yee. Thank you Sar"
__ADS_1