KEPOLOSAN

KEPOLOSAN
Episode 26


__ADS_3

Keesokan harinya, Sofia datang terlambat ke sekolah karena ia harus menunggu adeknya sebab mereka berangkat bersama ke sekolah. Lagian, cuaca hari itu hujan sehingga sulit bagi mereka untuk berangkat ke sekolah karena mengendarai sepeda motor.


Keterlambatan Sofia tersebut membuat Dani khawatir, namun ia tidak ngomong apa apa hingga selesai UN.


Sepulang sekolah, Sofia menceritakan kejadian yang ia alami semalam kepada Oni.


"serius?" tanya Oni heboh.


"he, kecilkan suaramu" tegur Sofia


"sori sori. Jadi, giman?" tanya Oni dengan suara dipelankan.


"aku minta dia tunggu untuk aku berpikir dulu. menurutmu gimana?"


"menurutku ya, pasti dia serius apalagi kamu adalah orang pertama yang akan jadi pacarnya" jawab Oni.


"oh iya ya? tapi, kenapa dia sukanya sama aku?"


"yaelah, kalau itu sih aku sudah bisa tebak dari dulu kalau dia memang suka sama kau. Hanya kau saja yang tidak pernah peduli dan tidak mau tau" jelas Oni lagi.


"oh iya? kau tau dari mana?" tanya Sofia.


"ya kelihatanlah dari cara dia melihatmu, dia juga sering mengajak kamu berdebat agar kalian bisa semakin akrab"


Sofia mempertimbangkan apa yang disamlaikan oleh Oni. Memang benar bahwa Dani belum pernah pacaran dan aku adalah orang pertama yang ia ajak pacaran. Sofia juga menyadari bahwa ia memang menyukai Dani sejak kelas X, hanya ia tidak pernah ingin mengembangkan perasaannya tersebut karena merasa Dani tidak akan pernah menyukainya dan juga karena Dani orang kaya serta banyak wanita wanita cantik lainnya yang menyenanginya dan bertemsn dekat dengan dia. Sofia merasa, tidak seharusnya ia menyia nyiakan kesempatan tersebut. Ia akan menjadi orang pertama sebagai pacar Dani.


'malam Sof' pesan Dani kepada Sofia


Sofia merasa deg degan ketika membaca pesan Dani. Ia bingung harus bersikap bagaimana.


'malam juga Dan' balas Sofia akhirnya.

__ADS_1


'kamu lagi ngapain?'


'lagi nonton'


'emm... tadi kamu kenapa terlambat?' tanya Dani. Dani menanyakan hal ini karena semalam Sofia tidur kemalaman karena ngobrol via chat dengannya.


'aku harus nunggu adek, jadi lama' jawab Sofia.


'ohh...emm, oh iya, aku mau bertanya mengenai jawabanmu untuk pertanyaanku yang kemarin. jadi, bagaimana?'


Akhirnya, pertanyaan yang ditunggu tunggu oleh Sofia muncul juga. Ia sangat gugup sekalipun mereka tidak bertatap muka. Sejenak banyak hal yang muncul dalam pikirannya, ia memikirkan mengenai larangan mamanya untuk pacaran, ia memikirkan perkataan Oni, ia juga memikirkan keistimewaan yang ia dapatkan karena dipilih oleh Dani untuk menyukainya dibanding teman temannya yang lain.


Sofia memantapkan hati dan akhirnya membalas, 'iya, aku mau'.


'serius? terimakasih' balas Dani


'iya'


Setelah itu, Dani akhirnya menghubungi Sofia dan mereka mengobrol.


'oh iya, kamu gak belajar. Besok masih ujian' kata Dani sebagai bentuk perhatian pertamanya kepada pacarnya.


'aku udah belajar sejak tadi sore, nanti lagi aku lanjut belajarnya'


'wahh... aku salut sama kamu'


'kamu gak belajar?' tanya Sofia.


'emm... sebenarnya aku dkk dapat kunci jawaban dari sekolah lain' jawab Dani jujur kepada Sofia.


Sofia pikir, kenapa Dani bisa berani memberitahukan hal itu kepadanya? apa ia tidak takut akan dilaporkan kepada kepsek?

__ADS_1


'ohh...' jawab Sofia singkat.


'kamu mau gak?' tawar Dani


'enggak ah. aku mau belajar saja'


'wahh... semangat ya'


'jadi, sekarang kamu lagi ngapain?'


'kami lagi manggang, di sini ada Gary, Berlin, dan Yanto'


Sofia ketika mendengar di situ ada Gary.


'ohh...'


'yasudah, kamu belajar dulu. Jangan sampai tidur terlalu malam'


'iya, bye'


'bye, see you' kata Dani


'ya'


"itu siapa?" tanya Yanto


"Sofia" jawab Dani singkat.


"ohh"


setelah itu suasana di antar mereka hening dan sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.

__ADS_1


Sampai saat ini, semua orang yang pernah menjadi pacar Sofia selalu melalui chat, tidak ada yang mengutarakan perasaannya secara langsung kecuali Yanto. Namun, Yanto tidak pernah diterima Sofia sebagai pacarnya.


__ADS_2