KEPOLOSAN

KEPOLOSAN
Pasca OSN


__ADS_3

Kekalahan yang dialami ketika OSN tidak terlalu memberikan pengaruh kepada kelanjutan hari hari Sofia di sekolah. Tapi, setelah OSN, ia jadi lebih banyak menyadari hal hal yang terjadi di sekitarnya. Yanto, yang biasanya selalu menyapa dan memperhatikannya setiap hari, selama persiapan OSN tidak pernh digubrisnya. demikian juga dengan Gary dan Dani yang sering menggodanya.


Hingga setelah OSN berakhir,


"hai..." sapa Yanto dengan senyum nakalnya yang biasa. "boleh aku duduk di sini?" katanya sambil menunjuk kursi di sebelah Sofia.


"ohh... iya" jawab Sofia singkat.


"emm.. kamu lagi ngapain?" tanya Yanto lagi sambil memperhatikan wajah Sofia.


"lagi makan" jawabnya


"ha ha, kamu lucu deh" dengan ketawa yang dibuat buat sambil berpura pura mencubit tangan Sofia.


"ya, udah jelas jelas ku lagi menulis, tapi masih ditanya"


"sebagai silahturami saja lho Sofia..."


"lagi nulis apa?" tanya Yanto lagi.


"gak tau juga" sambil ngangkat bahu


"boleh aku baca?"

__ADS_1


"enggak"


"ohh...baiklah kalau gak bisa. kamu tadi udah sarapan belum?"


"udah"


"sarapan apa?"


"nasi"


"iya, tau. ha ha" Yanto mencoba mencubit tangan Sofia lagi, tapi Sofia memberikannya tatapan yang seolah olah berkata 'mau apa kau?'


"okelah. sepertinya kamu merasa terganggu dejgan kehadiranku di sini. kamu lanjutkanlah kegiatanmu. daa" pamit Yanto yang mulai beranjak dari tempat duduknya dan bergabung dengan teman temannya yang lain. Sofia hanya memandangnya sekilas dan kembali melanjutkan kegiatannya.


"Yanto..., dasar" teriak salah seorang teman ceweknya di kelas yang ternyata adalah Sara. Sofia menoleh. Kelihatan bahwa Sara sedang berusaha untuk menghukum Yanto dengan memukulnya disertai dengan senyuman di wajah Yanto. Cerita mereka sepertinya sangat lucu dan seru. Sofia penasaran, ingin bergabung, tapi malu kalau tiba tiba apalagi di situ terdapat Yanto. Sofia pun mengurungkan niatnya.


keesokan harinya dan keesokan harinya lagi, Yanto selalu datang menghampiri Sofia, menyapanya, mengajaknya ngobrol, mengganggunya, tapi seperti biasa, Sofia meresponnya sekedarnya saja. menjawab ya jika ya dan menjawab tidak jika tidak.


hingga suatu hari, Gary, salah satu teman dekat Yanto mengajak Sofia untuk ngobrol.


"Sof, kau udah jadin sama Yanto?" tanya Gary


Sofia kelihatan kaget dan ia menjawab dengan muka cemberut, "ya belumlah"

__ADS_1


"tapi, kau suka gak sama Yanto?" tanyanya lagi


"suka sebagai apa dulu?"


"sebagai pacar"


"gak pernah kupikirkan" jawab Sofia namun kelihatan salah tingkah karena ia mulai melakukan gerakan tak karuan seperti menggerak gerakkan tangannya atau memainkan pulpen.


"Yanto beneran suka lho sama kamu"


"ohh... jadi?" jawab Sofia


"jangan kau sia siakan sih Sof. serius. dia sering cerita kalau dia itu beneran suka sama kamu" jelas Gary lagi.


"jadi?" kata Sofia


"aku cuma mau kasitau itu sih. aku kenal baik dengan Yanto dan aku tidak pernah melihat dia menyukai seseorang seperti ia menyukai kamu"


setelah pembicaraan singkat tersebut, Sofia mulai memperhatikan Yanto. sebelumnya dia mang memperhatikannya, tapi sekarang ia mulai lebih memperhatikannya.


sebenarnya, Sofia pun bingung terhadap dirinya sendiri. ia suka dengan kelucuannya Yanto, tapi ia gak sesuka itu hingga ia mau menjadikan Yanto sebagai pacarnya. Is senang dengan tingkah Yanto, tapi bukan berarti ia mau pacaran dengannya. Kalau kita suka sama seseorang, apakah memang harus jadi status pacaran untuk mewujudkannya?


Hari hari ia memperhatikan Yanto, ia menyadari bahwa di sekitar Yanto ada begitu banyak cewek cantik, kakak kelas maupun adek kelas. ia disenangi karena tingkah dan kata katanya yang lucu, ganteng, mata sipit sehingga sering dianggil koko, kulit putih, pintar main basket, bisa memimpin teman temannya, peduli, dan menghargai cewek. satu hal yang ada dalam pikiran Sofia ketika menyadari akan hal itu, yakni 'apakah dia lebih baik dari mereka semua sehingga Yanto memilih untuk menyukainya?' Hingga akhirnya Sofia meyakinkan dirinya sendiri bahwa Yantonhanya bercanda, tidak serius seperti setiap perkataan lucu yang sering diucapkannya di kelas. Pandangan tersebut akhirnya terus diingat Sofia supaya ia jangan sampai beneran suka juga sama Yanto.

__ADS_1


__ADS_2