
"kamu yakin gak kenapa napa?" tanya Yanto lagi dengan gayanya yang mengganggu.
"iya" jawab Sofia singkat.
"ohh..."
Mereka diam dalam beberapa menit.
"kamu ada masalah sama Gary?" tanya Yanto lagi.
"masalah? enggak kok"
"kamu yakin?" tanya Yanto sambil menatap ke wajah Sofia ingin mengetahui ekspresinya.
"iya" jawab Sofia mendorong Yanto karena salah tingkah jika diperhatikan seperti itu.
"ohh... baiklah" Yanto sudah tidak bertanya lagi karena ia tau bahwa Sofia tidak senang jika ditanya tanya mengenai hal itu.
"hei Gar" kata Yanto ke Gary ketika pulang sekolah. "kamu ada masalah apa sama Sofia?" tanyanya.
__ADS_1
"gak ada masalah apa apa" jawab Gary singkat.
"tapi, tadi kenapa kamu cuekin dia?" tanya Yanto lagi yang tidak percaya terhadap jawaban Gary.
"gak apa apa" jawab Gary lagi.
Yanto mulai geram mendengar jawaban Gary, "kamu masih sayang kan sama dia?"
"itu bukan urusanmu laa bro" kata Gary yang menunjukkan sikap tidak senang ditanya seperti itu.
"jangan gitu laa, aku ini kan temanmu. Jika kamu ada masalah sama dia, bolehlah kamu sharing biar kita selesaikan gitu lho.." jawab Yanto yang masih menunjukkan sikap sabar.
"masalah Sofia itu juga bisa menjadi masalah bagiku" kata Yanto yang sudah mulai kesal.
"hah! emang kamu suka sama dia?" jawab Gary seperti meremehkan.
"bukannya kamu udah tau ya kalau dari dulu, sebelum kamu pacaran sama dia aku memang suka sama Sofia. bahkan aku juga sering cerita sama kalian, termasuk kamu. ya, aku memang masih suka sama Sofia" jelas Yanto dengan muka merah karena menahan amarahnya.
"yasudah, dia pacarku, jangan kau ganggu"
__ADS_1
"aku tidak akan mengganggu hubungan kalian cuy, tapi jika kamu menyakitinya, aku tidak kn tinggal diam" kata Yanto yang kemudian pergi meninggalkan Gary di tempat tongkrongan mereka.
Pada malam hari
Sofia masih tetap memikirkan sikap Gary yang cuek terhadapnya di kelas tadi. Ia kemudian mengambil ponselnya dan membuka FBnya.
Di berandanya, ia melihat postingan mantan Gary. Sofia berhenti sejenak memperhatikan foto Lani tersebut.
'ia memang sangat manis dan cantik dibanding aku' kata Sofia pada dirinya sendiri.
Ada banyak sekali yang menyukai serta yang mengomentari fotonya tersebut. Sofia mulai mengkliknya dan membaca satu per satu komentar orang orang. Sebagian besar komentar berputar sekitar, 'cantik sekali, manis'.
Sofia kemudian berhenti scrolling ketika ia membaca nama 'Gary' di kolom komentar, ditambah lagi komentarnya "Makin cantik aja kamu dek" disertai dengan emotikon love yang kemudian dibalas oleh Lani, "Makasih bang".
Cukup lama Sofia memandangi komentar tersebut. Ia tidak tau bagaimana perasaannya saat itu. Ia juga bingung apa yang harus ia lakukan. Ia pikir, mungkin sikap cuek Gary terhadapnya ada hubungannya dengan Lani. Mungkinkah Lani mau menerima Gary untuk balikan lagi? Mungkinkah...
Sofia tidak melanjutkan perkiraan dan kemungkinan yang bisa terjadi terhadap hubungannya dengan Gary. Ia tidak mau jika hal itu benar benar terjadi.
"yasudah, bodo amat. Bukan dia satu satunya cowok. Masih ada banyak cowok di luar sana" kata Sofia pada dirinya sendiri hendak meyakinkan dirinya untuk tidak menangis.
__ADS_1
satu sampai dua hari berikutnya, Sofia juga membalas sikap cuek Gary dengan sikap yang sama. Sofia tidak lagi memperhatikan Gary, tidak pernah melihat ke arah Gary duduk, dan tidak pernah menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan Gary. Suasana di antara mereka berdua sungguh dingin. Tak ada satu orang pun di antara mereka yang mau mengalah. Malah sikap Gary semkin menjadi jadi dengan sering menceritakan Lani, mantannya bersama dengan teman temannya sambil tertawa. Bahkan mereka juga ke luar kelas melihat lihat dan mengganggu Lani ketika istirahat.