
Tidak seperti biasanya, Yanto mulai bersikap dingin ketika bertemu dengan Sofia. Sofia memang kelihatan biasa saja, tidak mempedulikan akan hal tersebut, tapi dalam hati ia terus bertanya tanya mengapa. Pertanyaannya akhirnya terjawab ketika Gary mengajaknya ngobrol di depan kelas waktu istirahat.
"Sof, kamu beneran pacaran sama Wandri?" tanya Gary setelah pembicaraan basa basi sebelumnya.
"ohh?" sahut Sofia yang kelihatan kaget
"benar ya?"
"emm... ada cerita di baliknya sih, tidak seperti yang kalian tau" jawab Sofia
"emang apa?"
"yaa, aku gak bisa cerita"
"wahh... kamu tega ya sama Yanto. baru kali ini lho aku melihat Yanto menangis karena cewek. Biasanya dia akan berkata masih ada cewek lain, tapi sama kamu beda lho. Kemarin ia menceritakan sama kami sambil menangis" jelas Gary.
Ternyata masalahnya adalah di FB Sofia statusnya telah berubah menjadi 'berpacaran dengan Wandri'. Hal tersebut juga sebenarnya tidak diinginkan Sofia, hanya saja ia terpaksa berpura pura berpacaran dengan Wandri melalui status FB karena ada cowok yang terus mengganggunya jika ia tidak memiliki pacar. Jadi, ia minta tolong kepada temannya waktu SMP. Sebenarnya alasannya sangat tidak masuk akal sih, tapi itulah yang terjadi dan benar, setelah status itu dipublikasikan, akhirnya cowok yang sering mengganggu Sofia tidak lagi pernah muncul.
"begitu ya Sof. Tapi, kamu seperti memberikan harapan palsu sama Yanto selama ini" kata Gary kemudian.
"harapan palsu gimana?" tanya Sofia kaget dibilang seperti itu
"ya, harusnya kalau kamu gak suka kamu bilang aja, jadi Yanto juga tidak berharap banyak sama kamu" jelas Gary
Gary kemudian pergi dan bergabung dengan kawan kawannya yang lain.
Setelah pembicaraan singkat itu, Sofia merasa bersalah. Ia merasa dirinya memang cewek pemberi harapan palsu kepada cowok. Kata kata Gary terus teringat di benaknya. Sisa harinya di sekolah dilewatinya dengan banyak kegiatan melamun. Ia bahkan sudah tidak berani melihat Yanto lagi dan hari itu pun Yanto tidak pernah membuat lelucon seperti yang selalu ia lakukan sebelumnya.
__ADS_1
pada malam harinya, Sofia menghubungi Wandri dan meminta dia agar mengubah kembali status mereka di FB. Tapi, tanpa diduga ternyata Wandri mengatakam bahwa ia menyukai Sofia dan mengharapkan gar hubungan mereka itu menjadi serius, bukan lagi pura pura. Bodohnya Sofia, ia mengiyakannya tanpa banyak pertimbangan. Jadi, Sofia dan Wandri jadian melalui chat FB.
Hari hari berikutnya, Wandri selalu menghubungi Sofia, menanyakan kabarnya, kegiatannya, dan bahkan memiliki panggilan sayang bagi mereka di antara berdua.
"selamat ya" kata Yanto ketika Sofia sedang duduk sendirian di kursinya.
"selamat buat apa?" tanya Sofia menghentikan kegiatan menulisnya.
"yaa, selamat atas jadinya kamu dan Wandri"
"ohh... " Sofia menjawabnya dengan senyum canggung.
"boleh aku duduk?" tanya Yanto kemudian
"iya, silakan"
"emm... ceritanya panjang"
"yaudah, ceritakan singkat saja"
Sofia hanya menggelengkan kepala tanpa memandang Yanto.
"yasudah kalau kamu gak mau cerita, aku gak akan paksa, ha ha ha" Yanto tertawa dibuat buat
Sofia tersenyum canggung dan malu menanggapinya.
"kamu lagi nulis apa?" tanya Yanto kemudian.
__ADS_1
"eng... enggak" jawab Sofia dan langsung menutup bukunya.
"boleh aku baca?"
"enggak"
"okelah" setelah diam sebentar, Yanto bertanya "gimana perasaanmu setelah jadian samanya?"
"biasa aja" jawab Sofia singkat.
"kok begitu?"
"yaa, harusnya bagaimana?"
"yaa, harusnya kamu senang dong"
"biasa aja sih" jawab Sofia
"kalian jadiannya gimana sih? kan dia beda sekolah dengan kita dan dia juga rumahnya jauh, kalian ketemunya di mana?" tanya Yanto penasaran.
Sofia terlihat malu dan hanya tersenyum sambil menggeleng menanggapi pertanyaan Yanto tersebut.
"ohh... ha ha. atau kalian jadian melalui chat?" tebak Yanto sambil memperhatikan ekspresi Sofia, "ha ha, iya?" tanya Yanto kemudian. Sofia tidak menjawab, ia memasang ekspresi datar dan memandang ke lantai.
"ohh... okelah kalau begitu. semangat ya, semoga langgeng" kata Yanto dan kemudian pergi.
Seperginya Yanto, Sofia merasa sangat malu pada dirinya sendiri karena memiliki pacar yang jadian melalui chat dan alasan mengapa ia menerima Wandri pun masih dia bingungkan sampai pada saat itu. Ia tidak pernah memiliki perasaan apapun kepada Wandri sejak SMP hingga sekarang. ia terus mencoba mencari alasannya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"apa karena aku terlalu tidak enakan? atau karena ingin berterimakasih telah membantuku sebelumnya, jadi aku gak enak untuk menolak" kata Sofia pada dirinya sendiri.