KEPOLOSAN

KEPOLOSAN
Episode 25


__ADS_3

Setelah putus dari Sofia, Gary kembali bersikap seperti semula kepada Sofia. Ia mengganggu Sofia dan sering menanyakan kabarnya sekalipun itu hanya sekadar bercanda saja. Di sisi lain, Sofia semakin akrab dengan Dani walaupun akrabnya mereka sering menimbulkan perdebatan di antara mereka. Mereka memperdebatkan hal hal yang tidak pantas untuk diperdebatkan menurut pandangan teman temannya. Namun, hubungn di antara mereka tetap baik.


Sofia menjalani masa masa SMAnya tanpa seorang pacar hingga hampir tiba waktunya untuk UN.


"Sar, menurutmu Sofia itu gimana?" tanya Dani kepada Sara, salah satu teman yang dekat dengannya.


"kenapa?" tanya Sara heran.


"gak apa apa, jawab aja" sambung Dani.


"jawab dulu kenapa" kata Sara tak mau menjawab.


"nanti akan kukasitau, kamu jawab dulu" kata Dani memaksa.


"oke. menurutku dia cantik, baik, suka menolong orang. Dia juga pintar. Begitu. Jadi, kenapa?" jawab Sara


"oh iya? ohh...oke"


"kenapa?" tanya Sara penasaran


"tidak apa apa. cuma nanya aja"


"pasti ada sesuatu. cepat kasitau"


"gak ada apa apa kok"


Karena Dani terlihat tidak ada tanda tanda ingin memberitahukan alasannya, akhirnya Sara menyerah dan tidak menanyakannya lagi.


Dua hari berikutnya, Dani kembali mengajukan pertanyaan yang menimbulkan rasa penasarn Sara terhadapnya.


"Sar, gimana cara nembak seorang cewek?" tanya Dani agak salah tingkah dan malu.


"hee!!" Sara tersenyum menyeringai, "kau mau nembak siapa?" tanyanya menggoda Dani.

__ADS_1


"kamu jawab dulu"


"cieee" goda Sara


"cepatlah jawab"


"emangnya siapa ceweknya?" tanya Sara semakin ingin menggoda Dani, "emm...kayaknya aku bisa tebak deh siapa" kata Sara lagi.


"jangan sok tau kamu. Jadi, gimana?"


"ehemm..." Sara membersihkan tenggorokannya dan mulai memberikan saran mengenai cara untuk menembak cewek agar diterima.


"ohh... thank you"


Di teras rumahnya, Dani sedang duduk sambil memainkan hpnya. Dani kelihatannya sedang memikirkan dan mempertimbangkan sesuatu yang penting baginya. Benar, keesokan harinya mereka akan mengikuti UN, tapi bukan itu yang dia pikirkan. Lagian, dia sudah memiliki kunci jawaban UN yang ia beli dari temannya di sekolah lain. Ia memikirkn hal lain yang tidak ada hubungannya dengan sekolah.


Setelah beberapa saat, akhirnya ia membuka honya dan mulai mengetik suatu pesan kelada seseorang.


kemudian dia hapus lagi.


'malam, apakah aku mengganggumu?'


pesan yang ini pun dihapus.


'selamat malam, kamu lagi ngapain?'


dihapus lagi


'Selamat malam Sofia. Kamu lagi ngapain?' akhirnya ia memutuskan untuk mengirimkan pesan tersebut kepada Sofia.


'malam juga Dani, aku lagi duduk' balas Sofia setelah beberapa menit.


'ohh... kamu gak belajar?' tanya Dani

__ADS_1


'udah tadi, sekarang lagi istirahat' balas Sofia


'ohh... aku mengganggumu gak?'


'enggak kok, kenapa emangnya?'


'aku mau bilang sesuatu sama kamu. Itu pun kalau kamu mau'


'apa itu?' tanya Sofia penasaran.


Butuh 7 menit bagibDani untuk memutuskan akhirnya mengirimkan pesannya kepada Sofia.


'aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacarku?'


Sofia berulang kali membaca pesan Dani tersebut untuk meyakinkan dirinya bahwa ia tidak salah baca. Ia bingung karena sama sekali tidak ada gambaran baginya Dani akan mengatakan hal itu. Tapi, Sofia juga tidak bisa menyembunyikan kesenangannya, ia terus tersenyum di tengah kebingungannya.


'kenapa?' balas Sofia kemudian.


'aku suka sama kamu, kamu orangnya baik, pengertian, mau membantu orang lain. Jadi, aku suka itu' jelas Dani.


'ohh... begitu'


'jadi, bagaimana?' tanya Dani lagi meminta jawaban dari Sofia.


'boleh aku pikir pikir dulu?' tanya Sofia


'boleh. aku tunggu jawabanmu kapanpun kamu siap' balas Dani


'oke, thank you'


'kamu sekarang lagi ngapain?' tanya Dani lagi.


Mereka terus melanjutkan obrolan via chat mereka hingga larut malam, membicarakan beberapa hal yang kurang penting.

__ADS_1


__ADS_2