
Suatu hari, Lani dan kawan kawannya pergi ke kantin melewati depan kelas Gary. Kelas Gaey memang dekat dengan kantin, tapi ada banyak sekali jalan yang bisa ditempuh dari kelas Lani menuju kantin. Tapi, hari itu mereka sengaja lewat depan kelas Gary dengan alasan hendak bertanya suatu hal kepada Dani sebelum ke kantin. Teman teman cowok langsung merespon kedatangan mereka.
"ada apa dek? mau mencari Gary? sinilah sini!" canda Yanto.
"Gary ada di sini kok" sambung Berlin.
"gak usah malu malu" sambung Yanto lagi.
"kami gak makan orang kok dek"
Gary tertawa mendengar candaan kawan kawannya tersebut.
"kenapa dek?" tanya Gary kemudian.
Lani tersenyum menanggapi kata kata kakak kelasnya tersebut.
"eh bang, awas ada yang marah" kata Lani kemudian.
"kami mencari kak Dani kak" jelas salah satu teman Lani.
"ohh... silakan masuk"
"permisi ya kak" izin teman Lani sopan kepada ketua kelas.
Mereka menanyakan sesuatu kepada Dani selama beberapa menit.
"Lani, sini dulu" panggil Berlin setelah mereka selesai bertanya.
"apa bang?" jawabnya
"sini dulu, sebentar saja" kata Berlin lagi.
Lani datang menghampiri mereka, "kenapa kak?"
__ADS_1
"menurutmu Gary ini gimana?" tanya Berlin
"apa sih Ber..." kata Gary
"baik" jawab Lani singkat
"lalu, ganteng gak?" Yanto ikut bergabung
"ganteng. semua cowok pastinya ganteng dong..." jawab Lani lagi
"jadi, kamu masih suka sama dia?" tanya Berlin sambul nyengir hendak menggoda mereka berdua.
"ya, kalo suka sih iya. Kan kita gak boleh saling membenci bang" jelas Lanu
"ohh.. gitu ya. siapa pacarmu sekarang?"
tanpa disadari oleh Gary, ia berharap dalam hati semoga Lani masih belum memiliki pacar.
"belum ada kak" jawab Lani yng seakan akan memenuhi harapan Gary.
"alahh, abang bisa aja"
Bercandaan mereka berlangsung cukup lama hingga waktu istirahat hampir selesai.
"Gar, coba kau lihat dia" kata Berlin setelah Lani dan kawan kawannya pergi.
"kenapa?" tanya Gary
"coba kau lihat, dia cemburu gak?" yang dimaksud Berlin adalah Sofia.
"bagaimana aku bisa tau?"
"kau lihat ekspresinya" jelas Berlin
__ADS_1
"kayaknya tadi Sofia tidk terlalu memperhatikan deh. Dia dari tadi menulis terus" jelas Yanto.
"siapa tau dia sebenarnya mendengarkan, hanya pura pura tidak dengar saja"
"haelah, kau kayak gak kenal Sofia aja. Dia kan kalo udah bertemu dengan buku dan pulpen, sekalipun ada yang meninggal di sampingnya jika itu tidak berkaitan dengan dirinya, ia gak akan peduli dan gak akan dengar" jelas Yanto yang sudah lebih mengenal Sofia.
"iya juga sih, entah apaaalah yang dipikirkan anak itu"
Kejadian antara Lani dan Gary memang menarik perhatian Sofia, dan ia mendengarkan semua pembicaraan mereka. Ia memang sedang menulis, namun suara mereka terlalu besar sehingga Sofia bisa mendengarkannya dengan jelas.
Sofia sangat senang menulis. Ia menulis semua kisahnya di buku pribadinya, termasuk kisahnya bersama Gary. Ia menceritakan semua hal yang ia alami secara detail dan menjabarkan bagaimana perasaannya kala itu.
"Sof, hari Sabtu kamu ikut berkemah?" tanya Dani tiba tiba.
"ha? berkemah? di mana itu?" jawab Sofia kaget.
"Di sekolah Mawar"
"kapan itu?"
"hari Sabtu ini"
"aduh, aku juga gak tau"
"ikutlah, biar seru. jarang jarsng lho ada kesempatan seperti ini"
"nanti aku tanya dulu sama papaku deh" jawab Sofia lagi.
"oke"
"tapi, kenapa aku kamu ajak?" tanya Sofia bingung karena ia tidak terlibat dalam organisasi Pramuka yang diketuai oleh Dani.
"enggak. Aku diminta untuk mengajak salah satu teman di luar anggota. Jadi, aku ajak kamu laa" jelas Dani
__ADS_1
"ohh...oke. thank you ya"
Sofia masih bingung, kenapa harus dia yang diajak oleh Dani. Kan dia lebih dekat ke Sara, Deli, dan lainnya daripada sama Sofia. kenapa bukan mereka saja yang ia ajak?