
Keesokan harinya, Sofia tiba di sekolah sangat awal seperti biasanya. Ia masuk kelas dan duduk di kursinya. Ia mengeluarkan buku untuk dibaca sambil menunggu teman teman yang lain datang. Beberapa menit kemudian, saru per satu teman temannya mulai datang dan hiruk pikuk suasana kelas mulai terasa. Sofia melihat ke sana kemari hendak mencari seseorang, tapi yang dicari ternyata masih belum datang. Ia memutuskan untuk melanjutkan kegiatan membacanya kembali.
Selang beberapa menit kemudian, orang yang dicari akhirnya datang. Sofia menghampirinya.
"pagi Gar." sapa Sofia. Ternyata orang yang ditunggunya dari tadi adalah pacarnya, Gary.
"pagi" jawab Gary singkat bahkan tanpa memandang ke arah Sofia. Gary bersikap sangat cuek sehingga membuat Sofia untuk mempertimbangkan rencananya menanyakan PR Gary.
"emm... PRmu udah selesai?" tanya Sofia setelah mengumpulkan banyak keberanian.
"udah" jawab Gary singkat dan masih cuek serta sibuk dengan kegiatannya sendiri.
"ohh...oke" setelah berkata demikian, Sofia kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan kegiatan membacanya. Namun, sebenarnya pikirannya sedang tidak tertuju pada isi bacaannya, melainkan ia terus memikirkan sikap Gary yang sangat cuek terhadapnya.
"Sof" sapa Dani, "ajarin aku ini dong" katanya sambil duduk di samping Sofia.
__ADS_1
"ohh... ini. Untuk mengerjakan ini kamu harus tau semua identitas trigonometri" jelas Sofia.
"gimana caranya?" tanya Dani lagi yang masih belum paham.
"Persamaan ini bisa kita manipulasi menjadi seperti ini kan?" jelas Sofia sambil menuliskan jawabannya, "kemudian, coba kamu cari identitas trigonometri yang berhubungan dengan persamaan ini..."
Sofia menjelaskan panjang lebar kepada Dani sampai ia mengerti.
"PRmu udah selesai?" tanya Sofia kepada Dani.
"belum semua"
"bagi dong"
"he Del, jangan kau tutupi"
__ADS_1
"awas dulu kau"
Sofia mendengar keributan dari sudut kelas. Setelah dilihat, ternyata ada banyak teman temannya yang sedang duduk atau berdiri mengelilingi sebuah meja yang di atasnya terdapat sebuah buku tulis yang sedang dibuka. Sofia bisa menebak bahwa itu adalah buku PR Sara yang jawabannya sedang dicontek oleh teman temannya yang lain. Sofia tidak merasa terkejut akan hal itu. Tapi, yang membuat Sofia terkejut adalah ketika melihat Gary juga ikut ikutan mencontek jawaban Sara.
'bukannya tadi dia bilang kalau PRnya udah selesai? kalau memang belum, ia kan bisa melihat jawabanku' kata Sofia pada dirinya sendiri.
Sofia merasa sangat sedih dan kecewa melihat kejadian itu. Ia merasa bingung, mengapa Gary bisa bersikap seperti itu? Mengapa Gary yang dulu ia kenal sangat lucu dan perhatian terhadapnya justru sekarang menjadi orang yang paling cuek dan dingin terhadapnya?
Kegiatan pembeljaran tetap berlanjut dengan beberapa pertanyaan yang masih menggantung dalam otak Sofia.
Pada waktu istirahat, Sofia tidak memiliki keberanian untuk melihat ke belakang, ke arah tempat duduk Gary. Ia takut jika akan dicuekin lagi. Menghindari ia berpapasan atau bertemu atau melihat Gary, ia lebih memilih untuk ke luar kelas menuju ruang perpustakaan. Sofia duduk di sana dengan sebuah buku di tangan, namun bukan untuk dibaca. Buku tersebut hanya sebuah alat baginya agar tidak diusir oleh pak Martin, penjaga Library.
"hei, melamun aja" kata Yanto yang tiba tiba muncul.
Sofia kaget mendengarnya, "oh!" kata Sofia singkat.
__ADS_1
"kamu kenapa?" tanya Yanto setelah mendapatkan kursi untuk duduk di samping Sofia.
"gak kenapa napa" jawab Sofia singkat