
Semua murid yang ikut berkemah merasa lelah, tampak di wajah mereka adanya keinginan untuk memejamkan mata dan tidur nyenyak, namun juga ada wajah senang di balik kelelahan yang dirasa. Mereka senang karena acara bisa berjalan dengan lancar hingga akhir walaupun ada sedikit kecelakaan yang mengagetkan, tapi tidak sampai mengacaukan jalannya acara.
"Sof, ayo" Dani mengajak Sofia untuk pulang bersama karena memang sudah seharusnya. "dek, kalian pulang bareng siapa?" tanya Dani kepada Lani dan kawannya.
"nanti kami dijemput kak" jawab Lani.
"ohh...oke. Kami duluan ya" pamit Dani
"oke kak"
Dani menunggu Sofia merapikan barang barangnya agar mudah dipegang.
"kamu ngantuk ya Sof?" tanya Dani setelah beberapa saat memperhatikan Sofia yang sedang sibuk.
"iya, capek banget" jawab Sofia dengan suara yang udah agak lemah.
"yasudah, ayo pulang. Tapi, seru gak?"
__ADS_1
"seru kok. Hanya aku memang gak pernah begadang sebelumnya" jelas Sofia.
"ohh...pantes aja. Yaudah, ayo. Kita pulang sekarang" ajak Dani.
Mereka berdua langsung pulang ke rumah. Ketika dalam perjalanan. Dani mengendarai motor tanpa ngebut takut bila Sofia jatuh karena ia kelihatan sangat mengantuk. Dani mengantar Sofia hingga depan rumahnya. Kebetulan ketika tiba di rumah, kedua orang tua Sofia sedang bekerja, jadi Dani tidak bertemu dengan mereka.
"nanti langsung istirahat aja. matamu udah seperti lampu 5 Watt saja" ejek Dani.
"hemm... iya" jawab Sofia tanpa semangat.
"udah, masuk sana. Bye!"
Sofia masuk rumah, ia langsung mandi dan kemudian tidur dengan sangat tenang dan nyenyak.
Keesokan harinya, mereka masuk sekolah seperti biasanya. Dari jauh, Gary melihat keberadaan Sofia. Gary mempertimbangkan untuk menghampirinya dan ingin menyampaikan sesuatu kepadanya. Namun, niatnya bicara hilang ketika ia melihat Dani menghampiri Sofia dan ngobrol dengannya. Gary langsung mengurungkan niatnya dan terus berjalan menuju kelas, ke arah di mana Dani dan Sofia berada. Gary melewati mereka tanpa menoleh dan menyapa mereka.
"pagi Gar" sapa Dani ketika ia lewat.
__ADS_1
"pagi" jawab Gary dengan ekspresi yang dibuat seceria mungkin. setelah membalas sapaan Dani, ia langsung masuk kelas dan tidak menghiraukan keberadaan pacarnya. Dani dan Sofia kembali melanjutkan obrolan mereka.
"tidurmu udah cukup? kalau misalnya kamu senang ikut berkemah, aku bisa mengajakmu lain kali lagi" jelas Dani.
"wahh... boleh aja. aku sih senang asalkan tidak jadi anggota" jawab Sofia
"gak kok. nanti kamu jadi tamuku saja"
"oke, thank you"
Selama kegiatan pembelajaran hari itu, Gary terus dibingungkan dengan niatnya untuk bicara, namun tidak tau harus mulai dari mana dan bagaimana ia akan menghampiri Sofia. Bisa dibilang hubungan mereka sudah sangat tidak baik akhir akhir ini walaupun status mereka masih pacaran. beberapa hari ini, Sofia juga sering merasa seperti tidak memiliki pacar jika tidak diingatkan oleh orang orang di sekitarnya dan merasa bahwa Gary adalah seorang teman yang tidak mau berteman dengan dia. Kegelisahan Gary ditangkap oleh Yanto, namun ia malas untuk menanyakan perihalnya.
"Selamat malam Sofia" pesan Gary kepada Sofia pada malam harinya. Jelas saja bahwa Sofia kaget menerima pesan dari Gary.
"malam juga" balas Sofia.
"aku mau bilang sesuatu sama kamu, boleh aku telp?" tanya Gary.
__ADS_1
Sebelum Sofia menerima pesan dari Gary, ia sudah menerima pesan dari Dani yang meminta bantuannya untuk menyelesaikan beberapa soal MTK. Sofia langsung mengambil buku dan pulpen, serta langsung mencoba menyelesaikan soal yang diberikan Dani disertai dengan penjelasan. Butuh 15 menit bagi Sofia untuk menyelesaikan semua soal tersebut. Setelah lima belas menit itu barulah Sofia membaca pesan Gary yang ternyata telah dihapusnya kembali sehingga Sofia tidak mengetahui isinya.
"kamu bilang apa Gar? pesanmu dah terhapus" pesan Sofia kepada Gary. Semalaman itu Gary tidak membalas pesan Sofia sekalipun ia sudah membacanya dan hal itu menambah rasa oenasaran Sofia terhadap isi pesannya.