
Semenjak jadian dengan Gary, Gary sangat jarang menghampiri Sofia seperti yang sering ia lakukan sebelumnya. Gary lebih banyak menghabiskan waktunya bersama dengan teman temannya, membahas banyak hal termasuk mantan Gary.
"makin cantik aja si Lani" kata Berlin. Lani adalah mantannya Gary yang merupakan adek kelas mereka.
"iya nih" jawab Yanto.
"kau gak ada rencana balikan sama dia Gar" tanya Berlin tiba tiba.
"ha?" Gary tersenyum kaku, "mungkin saja" jawabnya kemudian.
"lalu, gimana dengan Sofia?" tanya Yanto.
"hah!!" cuma begitu respon Gary ketika ditanya mengenai Sofia kepadanya.
"respon macam apa itu?" tanya Berlin
"kalian lagi ada masalah ya..." goda Yanto
"udahlah, gak usah dibahas" kata Gary yang tidak suka jika terus ditanya mengenai hubungannya dengan Sofia.
"emang apa masalah kalian?" tanya Yanto yang masih penasara, "sharing aja, kita ini kan kawan baik" kata Yanto lagi.
__ADS_1
Gary berpikir sebentar, dan kemudian berkata "aku hanya capek saja. aku terus yang harus memulai pembicaraan dan sering ia juga tidak merespon aku ketika aku ajak bicara" jelas Gary.
"ohh... itu toh masalahnya" kata Yanto yang sudah sering merasakan sikap cuek Sofia sebelumnya, "dia kan memang seperti itu dari dulu Gar, kamu juga tau itu" kata Yanto lagi.
"iya, kayaknya dulu kamu juga sering mengajak Sofia ngobrol sebelum jadian, pasti kamu udah gak asing lagi harusnya dengan sikapnya dia" sambung Berlin.
"iya sih, tapi tetap aja. hah! bodo amatlah!"
Pembicaraan mereka berakhir sampai di situ, Yanto dan Berlin tidak melanjutkan lagi bertanya, demikian juga Gary sudah tidak mau lagi membahasnya. Kemudian, mereka bertiga masuk kelas setelah bel tanda masuk berbunyi. Sofia juga hendak masuk kelas. Mereka berempat bertemu di depan kelas.
"hai Sof" sapa Berlin dan Yanto.
setelah itu, ia langsung masuk kelas tanpa menoleh sedikit pun ke Gary. Gary memasang ekspresi datar da susah ditebak. ia terus masuk kelas dan melewati depan meja Sofia tanpa memandang, apalagi menyapa Sofia. Kejadian tersebut tidak lepas dari pandangan kedua teman baik Gary, Yanto dan Berlin.
"Sof, udah selesai PRmu?" tanya Dani yang duduk di belakang Sofia.
"kenapa?" tanya Sofia balik.
"mintalah. aku belum selesai" kata Dani lagi.
"sini aku ajarin" kata Sofia yang tidak suka jika hasil kerjaannya dicontek, tapi ia lebih senang jika orang lain memintanya untuk mengajari mereka.
__ADS_1
"gak sempat lagi laa Sof, nanti kamu ajarin aku kalau udah selesai" kata Dani lagi.
"kenapa baru kau bilang sekarang?"
"janji deh Sof, nanti aku akan belajar dari kamu" kata Dani sambil mengangkat tangannya.
"okelah" Sofia akhirnya memberikan bukunya ke Dani yang langsung disambut olehnya dan membawanya kepada teman temannya, termasuk di dalamnya Gary, dkk.
"PRnya belum selesai ya? kok dia gak tanya aku" kata Sofia pada diri sendiri ketika melihat bahwa Gary juga ikut serta dalam rombongan pencontek jawabannya. "harusnya tadi aku tanya dia ya, kenapa tadi aku gak nanya ya?" tanya Sofia pada dirinya sendiri menyesali apa yang tidak terpikirkan olehnya untuk dilakukan. Ia merasa sangat jahat karena tidak memperhatikan pacarnya sendiri.
"nanti aku tanya pas pulang sekolah laa"
Pada jam puang sekolah, Sofia beberes dengan cepat dan berdiri di depan kelas menunggu Gary ke luar. Gary masih bercanda dengan temannya di dalam kelas sebelum akhirnya ia ke luar.
Tapi, ketika Gary melewati Sofia, ia sama sekali tidak menoleh ke arah Sofia, ia justru asyik bercanda dan cerita dengan Sara, entah apa yang sedang dibicarakan. Akhirnya Sofia membatalkan rencananya untuk mengajak Gary ngobrol.
Gary
Pada waktu Gary ke luar, ia melihat Sofia sedang berdiri di luar kelas menunggu seseorang. Gary tau yang ditunggu Sofia adalah dirinya, jadi ia dengan sengaja memperlama gerakannya dan menunggu hingga Sofia pulang. Tapi, karena Sofia masih tetap menunggu dan tidak beranjak dari tempatnya berdiri, Gary akhirnya memutuskan untuk ke luar kelas bersama dengan Sara, teman kelasnya sambil bercakap cakap sehingga ia ada alasan untuk tidak melihat ke arah Sofia.
Ketika Gary melihat Sofia, ia membuat suatu cerita lucu kepada Sara supaya mereka berdua terlihat sedang asyik bercakap cakap dan berharap agar Sofia tidak memanggilnya. dan ternyata rencananya berhasil, Sofia tidak jadi memanggil Gary. Ia hanya memandang Gary dan berpikir sebentar hingga akhirnya Sofia bergerak pulang dari tempatnya berdiri.
__ADS_1