
Tiga hari mereka mengikuti ujian yang menentukan kelulusan mereka dari sekolah. Kali ini sekolah sama sekali tidak.berikan bantuan kepada murid murid semenjak adanya kepsek baru di sekolah mereka. Hal ini pun mendorong sebagian besar murid untuk belajar dengan keras, baik di rumah maupun di sekolah sebelum ujian dimulai. namun. ada juga beberapa murid yang berusaha mencari kunci jawaban dari sekolah lain.
"pinjam bukumu bentar dong"
"masih pake"
"bentar aja"
"pinjam sama yang lain aja sana"
"he, gimana cara ngerjain ini? kenapa jawabannya seperti ini?"
"aduh, capek kali aku. Tadi malam aku begadang menyelesaikan soal ini. cuma satu soal men dan aku menyelesaikannya selama 2 jam lebih. Bayangkan kita harus menyelesaikan 50 soal hanya dalam waktu 2 jam. huahh.... ngantuk kali aku. Kayaknya apa yanh kupelajari semalam pun sudah menguap dari otakku"
"kira kira ada gak ya yang bis menyelesaikab semua soal ini dengan benar dalam waktu 2 jam?"
"aku yakin, yakin seyakin yakinnya bahwa yang membuat soal ini pun tidak bisa menyelesaikan semua soal ini dengan benar"
Begitulah keributan yang terjadi di dalam ruang ujian sebelum guru pengawas masuk membawa bertumpuk tumpuk kertas soal dn jawaban. Keadaan akan menjadi sangat hening kembali ketika kertas soal sudah mulai dibagikan.
"gimana tadi Sof?" tanya Dani selesai ujian pertama.
"hm?" jawab sofia kaget menghadap Dani.
"sulit gak soalnya?" tanya Dani lagi
__ADS_1
"iya, lumayan" jawab Sofia singkat
"wahh... aku salut sih sama kamu"
"biasa aja" jawab Sofia datar.
"yaudah, kamu semangat ya belajarnya" setelah mengatakan demikian, Dani hendak bergabung dengan teman temannya yang lain sambil tersenyum dan memberikan semangat kepada Sofia. Sofia hanya tersenyum membalasnya.
Kejadian tersebut disaksikan oleh banyak teman teman Sofia yang lain. Banyak yang penasaran terhadap mereka berdua. Hanya Oni yang tidak penasaran karena telah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua.
Beberala menit kemudian, ujian yang kedua pun dimulai. Keadaan kelas kembali menjadi sangat hening. Murid murid yang diketahui Sofia memiliki kunci jawaban ke luar ruangan terlebih dahulu dan yang lainnya baru ke luar ketika pengawas mengatakan bahwa waktu ujian telah selesai.
Sebelum pulang, murid murid masih banhak yang ingin nongkrong sambil bercerita di sekolah. Di kesempatan itu, Gary mendekati Sofia dan menyapanya.
"hai" sapanya agak kaku
"emm... gimana?"
"apanya?" tanya Sofia bingung
"gimana ujiannya?"
"ya, begitulah"
mereka berdua diam dalam waktu yang cukup lama, setidaknya bagi mereka berdua itu adalah waktu yang sangat lama sekalipun sebenarnya hanya beberapa menit saja.
__ADS_1
"gimana hubunganmu dengan Dani?" tanya Gary kemudian.
"hubungan apa?"
"aku udah dengar dari Dani kok. malam itu aku ada di rumah Dani" jelas Gary.
"ohh... jadi?"
"enggak, cuma mau bilang selamat aja" kata Gary dengan senyum dipaksa.
"ohh..." jawab Sofia santai, "lalu, gimana...kamu dan Lani? udah jadi?" tanya Sofia masih tetap terlihat santai.
"aku dan Lani gak ada hubungan apa apa"
"ohh... jadi?"
"dia udah ada pacar kali... jadi, gak mungkinlah aku ganggu dia lagi" ternyata Gary cukup tau diri juga.
"ohh... oke"
Gary masih ingin menyampaikan sesuatu kepada Gary, namun ia menyadari bahwa Sofia tidak terlalu tertarik untuk membahas mengenai hubungan mereka sebelumnya. Karna demikian akhirnya ia mengurungkan niatnya.
"Gar, ayo main" panggil Yanto yang sedang bersama dengan Dani dan Berlin. "ohh... lagi ngomong serius ya?" kata Yanto kemudian setelah melihat Gary dan Sofia sedang ngobrol.
"enggak kok, tunggu bentar" kata Gary lalu bersiap siap, "kami main basket dulu ya, daa" pamit Gary kepada Sofia.
__ADS_1
"hm!" jawab Sofia
Sofia memandang Dani dan Dani juga ternyata sedang memandang dia dan tersenyum.