
Hari untuk berkemah akhirnya tiba. Sofia berangkat bersama Dani karena ternyata mamanya tidak mengizinkannya mengendarai sepeda motor sebab ia masih belum memiliki SIM. Sofia mempersiapkan barang barang yang akan diperlukannya di tempat berkemah nantinya. Ia menyusun dengan rapi di dalam tas ranselnya yang cukup besar. Mereka dan juga murid lain yang akan ikut berkemah terlebih dahulu berkumpul di sekolah agar bisa berangkat bersama sama.
Di tempat perkemahan, Sofia selalu menempel kepada Dani sebab ia merasa cukup asing dengan kondisi di sana. Ia tidak tau harus bersikap seperti apa terhadap anggota Pramuka yang selalu berkata "siap kak" dan selalu menyapa orang lain denga "pagi kak" sekalipun hari sudah siang.
Dani sudah biasa dengan keadaan seperti itu sehingga ia tertawa ketika melihat Sofia bingung mendengarkan mereka mengucapkan kata kata yang demikian secara terus menerus.
"itu mah biasa kalau di kegiatan Pramuka. Kita selalu mengucapkan selamat pagi agar kita tetap memiliki semangat pagi. Dan semua orang kita panggil kakak sekslipun cowok karena hubungan antara kakak dengan adek itu lebih dekat dari pada abang dengan adek" jelas Dani kepada Sofia yang dari tadi kelihatan bingung.
Sofia memandang Dani seakan akan mempertanyakan 'kok kamu bisa tau isi pikiranku?'
Namun, Sofia hanya berkata "ohh...gitu. Thank you".
"ternyata ada juga ya hal di dunia ini yang tidak kamu ketahui" kata Dani
"yaialah, emang aku ini Tuhan yang Mahatahu?" kata Sofia
"biasanya kan kalau di kelas kamu selalu bisa menjawab semua pertanyaan guru dengan benar"
"itu kan lain lagi ceritanya"
"hmm...kamu gak ada rencana ikut gabung kegiatan Pramuka?" tanya Dani
__ADS_1
"enggak" jawab Sofia langsung dengan tegas.
"kenapa?"
"ngg.... gak suka aja"
"oke"
Kegiatan berkemah sore itu diawali dengan kegiatan upacara di bawah panas terik sinar matahari. Mereka hanya dibekali dengan sebuah topi Pramuka berbentuk bulat yang bahkan wajah mereka pun hanya tertutupi sebagian. Sangat panas. Tapi, selama upacara, tidak ada yang berani bergerak atau ngobrol dengan teman di sampingnya, tidak ada juga yang berani menutupi wajahnya dengan tangan atau menggunakan jaket atau berlindung di tempat teduh. Semua dengan tegak berdiri di lapangan, sangat tertib dan hening, rasanya seperti sedang mengikuti kegiatan kemiliteran.
Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan di dalam ruangan.
Pada malam harinya, setelah semua kegiatan yang melelahkan selesai, tiba saatnya pada acara yang ditunggu tunggu di tengah malam, yaitu Api Unggun. Mereka semua duduk mengelilinginya.
Dani memperhatikan Sofia yang sedang terkagum kagum melihat pemandangan di hadapannya saat itu sambil tersenyum, ditambah lagi adanya beberapa atraksi yang dilakukan oleh anggota Pramuka lainnya.
"kamu belum pernah melihat api unggun sebelumnya ya" tanya Dani ke Sofia
"ha! hm.. belum. baru kali ini"
"ohh iya? Makanya, ayo ikut kegiatan Pramuka" ajak Dani
__ADS_1
"enggak ah!"
Mereka kembali terdiam dan sibuk dengan pikiran dan pandangan masing masing. Tiba tiba, beberapa orang menyapa Dani.
"hai kak Dani. Boleh kami duduk di sini?" sapa orang orang tersebut yang ternyata adalah Lani dan temannya.
"hai dek. silakan" jawab Dani mempersilakan mereka duduk.
Sofia bergeser sedikit untuk memberikan ruang bagi mereka duduk. Sofia tidak tau jika Lani, mantannya Gary juga ikut kegiatan perkemahan tersebut. Maklum, ketika mereka berkumpul di sekolah sebelumnya, Sofia tidak tertarik untuk memperhatikan sekelilingnya.
"kalian tadi duduk di mana?" tanya Dani kepada Lani dan temannya.
"kami tadi duduk di sana kak. Tapi, di sana apinya terasa sangat panas karena anginnya arahnya ke sana. Jadi, kami ke sini deh" jelas Lani.
"ohh..." jawab Dani berohh ria.
"kak Sofia ikut juga?" tanya Lani sambil melihat ke arah Sofia.
Sofia berpaling memandang Lani dan berkata, "ohh, iya dek"
"diajak kak Dani ya kak?" tanyanya lagi
__ADS_1
"iya"