KEPOLOSAN

KEPOLOSAN
Kesibukan dan hasilnya


__ADS_3

hari hari Sofia di kelas kini selalu disertai oleh banyak soal soal olimpiade astronomi. Ia selalu mempergunakan waktu luang untuk membaca bukunya, bahkan ketika pergantian jam mapel, ia menyempatkan diri mengeluarkn bukunya dari laci dan mbaca minimal satu paragraf darinya.


"rajin kali kau Sof" tegur Oni


"haa. ohh, enggak" jawab Sofia yang kelihatan malu diperhatikan seperti itu.


"susah gak astronomi" tanyanya lagi


"gak tau juga sih. hanya banyak sekali istilah baru" jelas Sofia


"semua buku itu udh kau baca?"


"belum, masih setengah. banyak sekali materinya" keluh Sofia yang memang baru pertama kali belajar astronomi karna di sekolahnya tidak diajarkan mata pelajaran tersebut.


"semangat!" kata Oni menyemangati.


"makasih"


"nanti kalau kamu udah terkenal, jangn lupakan kami ya Sof" kata Yanto


"apa sih..." jawab Sofia


"yaaa, siapa tau nanti kamu akan juara internasional, lalu terkenal"


"hm..." jawab Sofia singkat dan mulai melanjutkan membaca lagi.

__ADS_1


satu bulan penuh persiapan menuju olimpiade telah terlewati, besok saatnya bagi Sofia dkk benar benar menghadapi soal yang sebenarnya. suatu kebanggaan tersendiri jika dapat membawa nama baik sekolah ke tingkat provinsi, kalau bisa nasional. Semua memiliki kegugupannya masing masing, pikiran mereka mulai tertuju pada tegangnya suasana ketika akan mengerjakan soal besok.


"semangat!" kata Ebed, salah satu teman Olimpiadenya memlnyemangati.


"semangat!


"semangat!" sambung yang lainnya. mereka saling menyemangati.


Singkat cerita, Sofia dan empat orang teman lainnya memenangkan olimpiade tersebut dan akan menuju ke tingkat Provinsi. capek yang dirasa mereka selama ini akhirnya terbayar, apalagi Sofia yang harus mempelajari materi yang sama sekali baru baginya, bahkan bagi semua orang di satu sekolahnya. Tapi, semua lelah atau keluh kesah itu sama sekali tidak sebanding dengan kebahagiaan akan kemenangan yang sedang mereka rasakan.


"huaahhh... capek juga ya" kata Sofia setibanya di rumah.


satu bulan belajar capeknya baru terasa.


'heh, tumben Beni chat'


"sore juga Ben" balas Sofia


"lagi ngapain?" balas Beni


"lagi duduk, istirahat. kenapa?"


"tidak apa apa. aku mengganggu ya?"


"ohh...enggak kok"

__ADS_1


"ohh... oke kalau begitu"


Sofia tidak lagi membalas chatnya, tapi kemudian


"selamat ya, kamu juara satu lagi" katanya lagi


"terimakasih" balas Sofia singkat


"kamu udah makan?" tanyanya yang seperti kehilangan topik pembicaraan


"belumlah, kan masih sore"


"ohh...baiklah"


Karena Sofia tidak lagi membalas chatnha, akhirnya Beni mengakhiri obrolannya.


"selamat istirahat ya"


Sofia tidak membalasnya lagi.


entah apa yang merasuki Beni sehingga ia chat Sofia. Sofia menjadi bingung dibuatnya karena sebelumnya Beni tidak pernah sekalipun menghubungi Sofia walaupun di sekolah mereka satu meja. tapi memang hubungan mereka kurang baik karena hampir setiap hari mereka berantem, berantem karena hal hal yang sepele, memperebutkan buku, masalah meja yang bergerak gerak, dan lainnya.


malam itu, Sofia benar benar memanjakan dirinya dan tidak membuka bukunya sama sekali. ia ingin menikmati waktunya sebentar saja tanpa harus belajar. semalaman ia memainkan gadgetnya, menonton video video lucu dari youtube dan sesekali membuka instagram.


satu bulan kemudian, mereka akhirnya berangkat ke ibu kota provinsinya untuk mengikuti OSN, namun hasilnya mengecewakan karena tidak ada satu pun dari sekolahnya yang masuk lima besar. artinya, perjuangan mereka akan berakhir di situ.

__ADS_1


__ADS_2