
Ternyata benar kata mamanya Sofia ketika ia mengatakan tidak baik untuk pacaran ketika masih duduk di bangku sekolah, itu hanya akan mengganggu konsentrasi belajar serta merusak ketenangan pikiran.
"huahh" Sofia menghela napas, "seandainya aku tidak pernah pacaran, seandainya aku menolaknya waktu itu" kata Sofia pada dirinya sendiri yang sedang melamun di tempat duduknya. Dari pada melamun, Sofia memutuskan untuk menggabungkan diri dengan teman temannya yang lain. Ia memang bergabung, namun hanya mendengarkan mereka yang sedang bercanda dan ikut tertawa jika ada sesuatu yang menurutnya lucu.
"main yuk" ajak Dani
"ayo. kita main kartu UNO. aku bawa" kata Oni.
"wahh...ayo"
"ayo" jawab teman temannya.
"Sof, ayo main" ajk Dani ke Sofia.
"ku gak tau cara mainnya" jawab Sofia yang tidak pernah bermain kartu UNO.
"Nanti aku ajarin" jawab Dani.
"oke"
Oniengocok kartunya dan membagikannya masing masing 7 kartu kepada teman teman mainnya, ada Dani, Beni, Deli, Windy, dan Sofia. Sofia duduk dekat Dani yang Dani bertugas untuk mengajari Sofia.
__ADS_1
permainan pun dimulai. Permainan berlangsung cukup seru yang selalu diselingi dengan tawa ketika ada yang harus mengambil empat kartu karena diberikan kartu +4 oleh orang di sampingnya, bahkn ada yang sampai mengambil 12 kartu tambahan. Setiap kali tiba giliran Sofia untuk menurunkan kartu, Dani membantunya memilih kartu mana yang harus diturunkan. Namun, karena seringnya gerakan Sofia lambat, gilirannya sering dicut oleh yang lain. Karenanya, pada permainan awal ia kalah dan harus menerima hukuman.
"oke, pilih truth or dare" kata Oni
Sofia berpikir sebentar, "aku pilih truth aja" jawabnya kemudian.
"oke, siapa yang ingin bertanya?" tanya Oni.
"aku. aku aja" Beni mengajukan diri.
"Sebutkan nama orang yang saat ini kamu suka" kata Beni
"loh, kok itu" tanya Deli bingung.
"iya, aku memang suka sama kalian, kalo aku gak suka mana mau aku berteman sama kalian" jelas Sofia.
"yaahhh, gak seru ah" kata Deli lagi
"memang pertanyaannya seperti itu kan?" jawab Sofia lagi yang justru membuat teman temannya makin kesal karena jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.
"oke oke, kita main lagi" kata Oni kemudian
__ADS_1
Mereka bermain lagi, kali ini Sofia sudah agak mengerti aturan permainannya dan sesekali bertanya ke Dani jika ia bingung. Ia kelihatan sangat semangat dan juga ia dan Dani kelihatan sangat dekat. Dani sesekali memandng ke arah Sofia yang tidak mempedulikannya.
Dari pojok kelas, ada sepasang mata yng sedang memperhatikan kedekatan Sofia dan Dani tersebut. Ia kelihatannya sangat marh dan tidak senang terhadap kedekatan mereka. Ia mengepalkan tangan namun tetap diam di tempat duduknya. Sepasang mata tersebut adalah milik Gary yang merasa cemburu, dan merasa dikhianati oleh Sofia karena ia memperlihatkan kedekatannya dengan cowok lain di hadapannya.
"yes, aku menang" sorak Sofia yang untuk pertama kalinya memenangkan permainan setelah tiga kali bermain.
"udah pintar kau ya Sof. cepat kali kau paham aturannya" puji Dani
"utu mah gampang. aturannya juga sangat simple, jadi mudah dipahami" jelas Sofia dengan muka yang masih berseri seri seperti habis memenangkan suatu perlombaan tingkat nasional.
"jadi, lebih senang mana. memenangkan permainan ini atau memenangkan olimpiade?" goda Dani.
"kayaknya aku lebih senang memenangkan permainan ini deh. kayaknya ku gak sesenang ini ketika menang OSN" jawab Sofia kemudian.
"makanya, sering seringlah bergabung dengan kita" kata Dani lagi.
"cieee, cieee" goda teman temannya yang lain, "eheemm... batuk nih"
"kalian kenapa" tanya Sofia yang ikut bercanda juga. Ia tau kalo teman temannya pasti sedang bercanda saat itu.
Di samping Sofia yang terlihat biasa saja, terdapat Dani yang kelihatan agak salah tingkah digoda seperti itu dan hal itu justru membuat teman temannya semakin menggoda mereka berdua. Hal itu juga membuat sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka menunjukkan tatapan marah yang sangat tajam.
__ADS_1