
Beberapa teman Sofia yang tetap berada di kelas ketika istirahat menyaksikan kejadian antara Gary dan Lani. Hal itu tentu saja membuat mereka bingung karena Gary berani bersikap seperti itu kepada mantannya dengan disaksikan oleh Sofia. dan tentu saja banyak dari mereka yang menanyakan hubungan antara Gary dan Sofia oada saat itu.
"Sof" panggil Oni, "Sof!" panggil Oni sekali lagi karena panggilan pertama tidak direspon oleh Sofia.
"apa?" tanya Sofia mendongakkan kepala melihat Oni yang sedang berdiri di hadapannya.
Oni langsung bergegas duduk di samping Sofia, "kau baik baik saja?" tanya Oni penasaran.
"iya, kenapa emangnya?" jawab Sofia yang juga bingung terhadap sikap temannya yang satu itu.
"kau yakin?" ragu Oni
"iya!" jawab Sofia singkat
"sabar yaa" kata Oni sambil mengelus ngelus punggung Sofia
"apa sih On? emang kenpa?" tanya Sofia yang masih bingung.
"kau tadi melihat mantannya masuk kan?" kata Oni sambil menunjuk Gary dengan ekor matanya.
"iya, aku lihat. lalu?"
__ADS_1
"kau gak cemburu? kau gak marah?" tanya Oni yang sepertinya lebih marah dari lada Sofia.
"enggak, biasa aja"
"kok kau gitu?"
"yaa, kalo udah jadi mantan gak harus musuhan kan? toh mereka juga gak melakukan apa apa, hanya bercanda saja" jelas Sofia.
"kau yakin Sof? wahhh... keren betul kau!" kata Oni sambil mengacungkan kedua jempolnya kepada tepat di muka Sofia.
"apa sih? udah ah! aku mau lanjut nulis lagi"
"kalau kau sakit hati, bilang ya. aku siap menampung" kata Oni akhirnya pergi meninggalkan Sofia di tempat duduknya.
tapi, yang pasti aku harus menjalaninya.
sebuah peristiwa memang tidak akan pernah bisa dipahami maknanya jika masih terjadi.
namun, bila suatu saat aku mengingatnya kembali, di situlah aku bisa memahami makna dari semuanya.
manusia memiliki keterbatasan untuk memahami segala hal dalam hidupnya.
__ADS_1
demikian juga dengan aku yang lemah dan terbatas dalam memahami orang lain.
Itulah sedikit kutipan dari tulisan Sofia yang ia tulis ketika ia melihat semua kejadian yang terjadi di kelas pada hari itu.
"Dani, aku jadi ikut ya. papaku kasi izin" kata Sofia saat bertemu dengan Dani di depan kelas.
"ohh iya? oke" jawab Dani
"kamu diizinkan bawa sepeda motor gak?" tanya Dani.
"ya mana bisa aku membawa sepeda motor, terlalu berat laa" jawab Sofia bercanda.
"haha, maksudku bukan dibawa, dikendarai" jelas Dani.
"ohh... tadi kau bilang bawa sepeda motor. emm... kalau itu aku belum tanya"
"oke, nanti kalau misalnya gak diizinkan bilang aku ya, kita bisa berangkat bareng"
"oke, beres" jawab Sofia yang terlihat ceria.
Sofia masuk kelas, dan ia berpapasab dengan Gary ketika nyampe di pintu kelas. Ekspresi Sofia langsung berubah, tidak seceria ketika ia bicara sebentar dengan Dani. Mereka memang berpapasan, tapi keduanya tidak saling melirik, apalagi menyapa. Keduanya memasang ekspresi datar. Tapi, kelihatan bahwa baik Gary maupun Sofia salah tingkah ketika mereka harus berpapasan.
__ADS_1
'memang ini gak enaknya kalau punya pacar sekelas' kata Sofia ada diri sendiri setelah duduk di kursinya.
'jadi, dia gak ada niat untuk baikan gitu ya?' kata Gary pada dirinya. Ia melirik sekilas ke dalam kelas melihat keberadaan Sofia dan ia menyadari bahwa Sofia memang benar benar tidak mempedulikannya lagi karena Sofia terlihat sangat tenang dan biasa aja setelah mereka berpapasan.