KEPOLOSAN

KEPOLOSAN
Putus


__ADS_3

Aku tak pernah berhenti berpikir.


Kepalaku selalu disibukkan dengan pikiran pikiran aneh.


Bahkan, kesibukanku mengalahkan bulan yamg hanya bekerja pada malam hari.


Mengalahkan matahari yang bekerja 24 jam per hari.


Sibuk, sangat sibuk.


Hiruk pikuk pasar tidak dapat menandingi keramaian dalam otakku


Seolah olah waktu akan terbuang sia sia jika aku tidak memikirkannya.


Seakan akan tidak ada lagi tempat bagi lelas untuk menghampiriku.


Aku sadar


Dunia mulai membelakangiku


Air mata mulai menghampiriku.


Ketika ku merasakan kesendirianku lebih sendiri,


Kegelapan menjadi lebih gelap di sisiku,


Penyesalanku lebih menyesal dari pada aku.

__ADS_1


Aku mulai takut, khawatir!


Apa yang terjadi?


Mengapa kata kata begitu kuat?


Mengapa huruf huruf yang dirangkai memiliki kekuatan yang super hebat?


Mengapa semua ini terjadi?


Kini...


Pikiranku hanya disibukkan dengan pertanyaan 'mengapa' dan ' mengapa'.


Namun, tidak pernah ada yang memberikan jawaban.


Pertanyaan mengapa ini seperti lebih sulit dari soal astronomi mengenai dunia di luar sana.


Pikiranku dekat di kepalaku, namun sangat jauh untuk dapat dijangkau.


Itulah salah satu serangkaian tulisan yang ditulis oleh Sofia ketika ia sendiri dan mulai merasakan bahwa Yanto semakin jauh darinya. Ia punya pacar, yaitu Wandri, tapi ia juga ingin jika Yanto tetap menyukainya dan tetap mengganggunya seperti sebelumnya.


Kehidupan Sofia berjalan begitu saja di kelas setelah ia mulai pacaran dengan Wandri. Tapi, suatu hari ketika di rumah, Wandri mengirim pesan keada Sofia disertai dengan panggilan sayang. Sialnya, hal itu dibaca oleh mamanya karena pada saat itu hpnya sedang di charger.


"Sofi, Wandri itu siapa?" tanya mamanya kepada Sofia yang baru ke luar dari kamar mandi.


"Ohh... itu temanku waktu SMP ma" jawab Sofia

__ADS_1


"kenapa isi chatnya begini?" tanya mamanya lagi sambil menyodorkan ponselnya ke Sofia.


"ohh..." Sofia mulai mencari alasan, "dia memang suka memanggil semua temannya seperti itu ma. Dia itu cewek, bukan cowok" jelas Sofia.


"ohh... ku kira..." jawab mamanya yang seperti percaya namun juga kelihatan masih meragukan jawaban Sofia.


Setelah kejadian itu, Sofia mulai khawatir. Dari dulu mamanya memang melarang mereka, dengan kakak dan adek adeknya untuk pacaran jika masih sekolah. Pacarn baru diizinkan ketika kuliah nanti. Sofia khawatir jika mamanya tidak percaya dan mencari tau siapa Wandri. Ia pun mulai mencari cari alasan untuk memutuskan hubungannya dengan Wandri. Ia sering tidak membalas chat Wandri, tidak mengangkat ketika dia menghubungi, atau dia merespon Wandri tspi dengan agak cuek.


Namun, Wandri tidak juga memutuskan hubungan mereka. Karena demikian, akhirnya Sofia berinisiatif untuk menghubungi Wandri.


"hai Wan" sapa Sofia melalui chat.


"hai juga sayang..." balas Wandri


Sofia berpikir sebentar...


"Wan, aku rasa kita harus putus deh. Mamaku tidak mengizinkan aku pacaran" akhirnya Sofia memilih kalimat yang tepat setelah berpuluh puluh kali mengetik dan menghapus kalimat kalimatnya.


"ohh iya?" balas Wandri singkat, "baiklah kalau begitu. kamu juga harus menuruti perkataan orang tuamu" balas Wandri lagi.


"hah? cuma begini saja responnya? seperti bukan apa apa" kata Sofia kepada dirinya sendiri.


"terimakasih ya" balas Sofia


"kita akan tetap menjadi teman ya. Ku gak mau kalau setelah putus kita jadi musuhan seperti orang orang di luar sana" kata Wandri.


"iya, kita akan tetap berteman"

__ADS_1


"oke, selamat malam" balas Wandri kemudian mengakhiri chat mereka.


Setelah itu, Sofia membuka FB dan mengubah statusnya menjadi single. Sofia merasa sangat tenang setelah memutuskan hubungannya dengan Wandri. Tidak ada lagi rasa takut meninggalkan hp di meja. Nama Wandri di kontaknya pun dia ganti menjadi Wandri, teman SMP da semua chat mereka sebelumnya ia hapus.


__ADS_2