
Gary dan Sofia mengerjakan tugas kelompok lagi. Buka kerja kelompok sebenarnya karena mereka mengerjakannya masing masing, tanpa ada diskusi.
"udah selesai?" pertanyaan ibu Deri ditujukan kepada Gary dan Sofia yang sedari tadi diperhatikannya.
Mereka berdua tidak yakin apakah pertanyaan itu ditujukan kepada mereka, tapi pandangan Ibu Deri sudah menunjukkan bahwa memang ditujukan kepada mereka.
"masih belum bu" jawab Sofia.
"belum bu" jawab Gary.
"kerja kelompok ya nak" kata Ibu Deri tanpa menjelaskan artinya karena Gary dan Sofia sudah pasti memahami maksudnya.
"iya bu" jawab Sofia.
setelah berkata demikian, guru Fisika mereka ke luar kelas menuju kantor guru dan tidak kembali hingga jam belajar Fisika selesai. Selama itu pula, Gary tidak kembali ke tempat duduknya yang sebenarnya dan tidak mengerjakan tugasnya. Sofia juga tidak berani untuk mengajaknya berdiskusi jika ia terus terusan megabaikannya.
"Sof, kami gak ngerti bagian ini. Boleh kamu jelaskan ke kami?" tanya Dani dan Nate teman kelompoknya.
"ohh... yang mana?" Sofia segera menghentikan kegiatannya dan memlelajari pertanyaan yang mereka berikan. Kemudia ia menjelaskan kepada mereka dengan detail dan beberapa kali memastikan apakah mereka memahami penjelasannya.
"thank you ya Sof" kata Dani dan Nate bersamaan.
"oke, sama sama"
'seandainya teman kelompokku seperti itu' kata Sofia ada dirinya sendiri.
Sofia mengerjakan semua tugas kelompoknya, ia membuat dua salinan, satu untuknya dan satu lagi untuk Gary. pada penutupan jam belajar, Sofia memberikan lembaran berisi jawabannya tersebut kepada Gary.
Sepulang sekolah, Sofia dan kawan kawannya yang lain piket kelas. Sofia mendapat giliran nyapu.
"kertas jawaban apa itu?" Sofia mengambil sebuah kertas berisi lembaran jawaban yang terletak di lantai. Ekspresinya langsung berubah ketika mengetahui isi dari lembaran kertas tersebut.
"apa itu?" tanya temannya
__ADS_1
"gak apa apa" jawab Sofia bohong. Pada saat itu, bisa dibilang Sofia sangat marah karena kerja kerasnha untuk mengerjakan soal dan menyalinnya dua kali tidak dihargai. 'Masalah pribadi harusnya tidak dibawa bawa ke dalam masalah belajar. Itu adalah tindakan paling bodoh menurut Sofia. Masa karna putus ia sampai tidak menerima bantuan dari Sofia, lagian yang memutuskan hubungan adalah dia sendiri'. Itulah pikir Sofia selama menyapu.
Sofia mengambil kertas tersebut dan membuangnya.
Keesokan harinya, sebelum kegiatan pembelajaran Fisika dimulai, Gary menghampiri Sara dan memintanya untuk mengerjakan tugasnya.
"bukannya kamu satu kelompok sama Sofia? tanya sama dialah. Dia pasti lebih tau" jawab Sara.
"ah! ayolah Sar, jelaskan dulu atau gak kamu kerjakan saja nanti aku pelajari" katanya lagi.
"tanya sama Sofia sana" Sara mendorong Gary untuk segera pergi dari tempatnya. Sofia mendengar ketika namanya disebut oleh Sara. Ia menoleh dan ketika melihat di sana juga ada Gary, ia bisa menebak apa yang sedang terjadi.
"tugasmu belum selesai?" tanya Yanto
"belum" jawab Gary ketus.
"bukannya kemarin Sofia sudah memberikan kunci jawabannya sama kamu?" tanya Yanto lagi.
Gary tidak menjawab pertanyaannta, ia justru memasang muka kesal.
Gary tidak menjawabnya lagi, ia pergi ke luar kelas dan pergi entah ke mana selama beberapa menit.
"Gary, silakan kerjakan nomor 6" perintah ibu Der.
Gary tetap maju sekalipun ia tidak mengetahui jawabannya. Ia menulis jawaban asal setelah berpikir beberapa menit di depan papan tulis.
"apa ini?" tanya Ibu Deri dengan nada ngerinya seperti biasanya. " kamu dapat dari mana jawaban ini? kamu sudah mengerjakan tugasmu Gary?" tanya ibu Deri berturut turut.
Gary menunduk dan ia tidak memberikan jawaban apapun.
"kamu bisa bicara nak?" tanya Ibu Deri dengan lembut lembut ngeri.
"bisa bu" jawab Gary tetap menunduk
__ADS_1
"sudahkah kamu mengerjakan tugasmu?"
"belum bu"
"kenapa?"
"gak ngerti bu"
"usaha apa yang sudah kamu lakukan?"
Gary diam
"bukannya kamu satu kelompok dengan Sofia? Sofia, kenapa kamu tidak membantunya?" pertanyaannta tiba tiba kepada Sofia.
Sofia bingung harus menjawab bagaimana. Ia pun terdiam. Kelas menjadi hening.
"Kalian jangan jadi pelit ilmu lah ya nak. Kalau sudah pintar, bantu juga temanmu yang masih belum bisa. Percuma kalian mendapat peringkat satu kalau kalian sama sekali tidak ada hati untuk membantu teman. Dengar Sofia?" jelas bu Deri.
"dengar bu" jawab Sofia sambil menunduk.
Ini adalah kali pertama ia dimarahi oleh guru di kelas, di hadapan teman temannya. Sofia merasa mukanya sudah sangat merah dan panas. Ia menangis. Untunglah air matanya menetes ketika jam belajar telah selesai. Ia menundukkan kepala di atas meja dan mulai menangis dalam diam.
"Sof, kamu gak apa apa?" tanya Dani menghampirinya.
Sofia menggelengkan kepala dan masih menunduk.
"Kamu gak ada rencana untuk minta maaf Gary?" tanya Yanto.
"hem? kenapa?"
"yaa, terserah kamu aja sih kawan, itu pilihanmu. Aku hanya mau mengingatkan kalau Sofia sudah membantumu, tapi kamu tidak menghargainya" Yanto kemudian pergi setelah mengatakan hal demikian.
"matamu kenapa, ha ha ha" tanya Yanto sambil bercanda hendak menghibur Sofia.
__ADS_1
Sofia tersenyum.