KEPOLOSAN

KEPOLOSAN
Biasa Saja


__ADS_3

"diajak kak Dani ya kak?" tanya Lani


"iya" jawab Sofia singkat.


Keadaan diantara mereka kembali hening. Semua fokus memperhatikan orang orang di hadapan mereka yang sedang melakukan atraksi. Ada yang menyemburkan api dari mulut, meminum bensin dan kemudian menyemburkannya ke obor yang ada di tangannya, ada juga yang membentuk menara manusia yang sangat tinggi dan orang yang berdiri aling atas menyemburkan api dari mulutnya ke arah langit. Setiap kali api disemburkan, banyak yang bersorak, bersorak kagum disertai rasa takut jika ada di antara mereka yang terluka.


Atraksi berhenti sejenak, memberikan waktu kepada pemain untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk melakukan atraksi berikutnya. Di tengah waktu istirahat tersebut, hp Lani berbunyi. Ternyata ada seseorang yang mengajaknya video call. Lani menjawabnya.


"hallo bang, kenapa? Ohh... ku lagi duduk bersama dengan kak Dani dan kak Sofia" kata Lani. Ketika Sofia mendengar namanya disebut, ia menoleh ke arah Lani dan melihat bahwa orang yang sedang video call dengannya adalah Gary, pacar Sofia dan mantan pacar Lani. Sofia tersenyum.ke arah Lani, demikian juga dengan Dani.


Gary terlihat agak kikuk saat mengetahui bahwa Lani sedang bersama dengan Sofia, berbeda dengan Lani yang bersikap biasa aja. Sofia juga merasa itu wajar, mungkin mereka memang memiliki hubungan pertemanan yang sangat baik, jadi Sofia tidak terlalu menghiraukannya.

__ADS_1


Dani memperhatikan ekspresi Sofia yang sama sekali tidak menunjukkan respon terhadap Gary yang sedang vidcall dengan mantannya.


"Sof..." perkataan Dani terpotong oleh adanya api yang menyembur sangat dekat di hadapan mereka seakan akan hendaj melahap mereka berempat. Dani segera mengajak Sofia untuk mundur yang kemudian disusul oleh Sofia yng mengajak Lani serta kawannya untuk mundur menghindari api tersebut.


"wahh... serem banget!" seru Sofia setelah pindah ke posisi yang lebih aman.


"sepertinya dia terpeleset tadi, jadi dia gak bisa mengontrol apinya" jelas Dani


"aku pernah coba sebelumnya"


"oh iya? wahh... gimana caranya?" tanya Sofia yang terlihat tertarik dengan kisah Dani.

__ADS_1


"Kamu harus minum bensin dulu, tapi jangan sampau ditelan. Lalu, bensinnya disemburkan ke arah api yang di obor" jelas Dani.


"iii... gimana rasanya itu?" tanya Sofia jijik membayangkan orang orang meminum bensin.


"Rasanya aneh sekali, dan bau bensinnya hilangnya lama sekali dari mulut. Aku berkali kali gosok gigi dan kumur kumur air dalam sehari, tapi baunya tetap ada hingga hampir seminggu, kayaknya 5 hari baru agak mendingan baunya" jelas Dani lagi.


"ohh iya? berarti mereka juga nanti akan merasakan hal yang sama ya. Terus, gimana mereka bisa sekolah? maksudku, pasti gak nyaman jika ada bau bensin dalam mulut" kata Sofia membayangkan orang orang yang melakukan atraksi akan merasa kurang nyaman selama hampir seminggu hanya untuk menunjukkan sebuah atraksi dalam beberapa menit.


Ketika Sofia dan Dani sedang asyik berbicara, Gary memperhatikan mereka mellui kamera Lani. Dari hp Lani, mereka berdua memang terlihat walau hanya sepotong dari mereka, tapu dari situ Gary bisa menyaksikan bahwa mereka berdua sedang asyik ngobrol. Sofia tidak terlalu memperhatikan mereka, jadi ia tidak atau apa yang terjadi antara Lani dan Gary. Sedangkan Dani sengaja mengajak Sofia untuk cerita panjang lebar agar Sofia tidak menyaksikan Gary, pacarnya sedang bercanda dengan mantannya.


Lani bersikap cukup manja terhadap Gary. Ia menjawab Gary dengan suara yang dibuat buat seperti anak kecil. Ia juga menunjukkan suasana malam hari di perkemahan kepada Gary dan mengatakan bahwa ia sangat senang bisa berkemah. Jika ada orang yang tidak mengenal mereka, orang tersebut pasti mengira mereka pacaran.

__ADS_1


__ADS_2