KEPOLOSAN

KEPOLOSAN
Tiba tiba


__ADS_3

Keesokah harinya, Sofia beremcana menanyakan perihal pesan Gary kemarin malam. I menunggu jam istirahat dan menghampirinya.


"hai Gary, kemarin kamu bilang apa?" tanya Sofia ketika sudah cukup dekat dengan temat Gary berada.


"gak jadi" jawab Gary tanpa menoleh.


Sofia menerjemahkan respon Gary tersebut sebagai kalimat, 'aku tidak mau bicara sama kamu'


"ohh...oke" jawab Sofia yang kemudian kembali ke tempat duduknya dan melakukan kegiatan rutinitasnya.


Gary sama sekali tidak melihat ke arah Sofia.


Suatu hari, pada pembelajaran Fisika, mereka diberikan tugas kelompok oleh ibu Deri. Ibu Deri menentukan kelompok berdasarkan kemampuan mereka. Oleh karena itu pulalah Gary dan Sofia satu kelompok.


"Kamu maunya kita bagi tugas atau kita kerjakan bersama?" tanya Sofia saat mulai berdiskusi.


"terserah saja"

__ADS_1


"yaudah, kita bagi tugas aja ya biar cepat" kata Sofia memutuskan. Setelah mengatakan hal demikian, Sofia langsung membagi tugas dan mengerjakan bagiannya tanpa memperhatikan. Ia terlalu asyik mengerjakan soal yang diberikan hingga tiba tiba ia mendengar Gary berkata, "kita putus".


"apa?" Sofia tidak mendengarnya dengan jelas hingga ia menanyakan kepastiannya.


"kita putus" kata Gary lagi.


"boleh gak nanti aja dibicarakan" kata Sofia yang tidak tertarik untuk membahas hal lain selain soal Fisika yang ada di hadapannya.


"sekarang kita putus" kata Gary lagi menekankan apa yang ia bilang sebelumnya.


"oke" jawab Sofia singkat dan kembali melanjutkan kegiatannya.


Gary memperhatikan ekspresi Sofia setelah mengatakan demikian. Tapi, di sana ia tidak menemukan adanya ekspresi sedih atau menyesal atau kesal. Sofia tetap memasang ekspresi datar seperti biasanya jika ia sedang belajar. Hal itu membuat Gary kesal, ia menduga bahwa Sofia memang sudah tidak menyukainya lagi sehingga ketika ia mengatakan ingin putus, Sofia mengiyakannya dengan cepat tanpa menanyakan alasannya. Bahkan Gary juga berpikir bahwa Sofia sekarang sedang menyukai orang lain, dan ia menduga orang itu adalah Dani.


Waktu untuk diskusi selesai dan jam pembelajaran Fisika juga sudah selesai, hasil diskusi mereka akan dibahas pada keesokan harinya.


"Gary, silakan kamu kerjakan dan jelaskan jawaban nomor 5" perintah bu Deri.

__ADS_1


Gary tidak langsung maju, ia kelihatan bingung. Ia pura pura mencari bukunya dalam laci, kemudian dalam tasnya.


"ohh! bukunya Gary di sini bu. Seertinya ketinggalan" kata Sofia tiba tiba. Ia tau bahwa Gary pasti tidak mengerjakan tugasnya, entah karena lupa atau karena tidak mengerti. Jadi, Sofia juga mengerjakan bagian Gary dn menulisknnya di sebuah buku kosong. Itu jelas bukan buku Gary.


Tanpa ngomong apa apa, Gary langsung mengambil bukunya dari meja Sofia dan mulai menjelaskan. Pada jawaban yang ditulis Sofia, ia juga menambahkan penjelasan dengan detail sehingga ketika ibu Deri hendak bertanya, Gary bisa menjawabnya dengan benar melalui catatan Sofia.


"Wahh! Sepertinya kalau Gary belajar bersama Sofia, ia bisa menjawab semua pertanyaan ibu dengan benar. Besok besok kalian satu kelompok lagi ya" kata ibu Deri.


Hal itu membuat Sofia dan Gary cukup terkejut. Itu artinya mereka akan sering bersama ke depannya.


"hebat juga kau ya bro" puji Yanto kepada Gary ketika pulang sekolah.


"kau jujur, siapa yang mengerjakan itu?" tanya Berlin. Mereka sudah mengenal Gary cukup lama dan tau pasti bahwa Gary jarang sekali mengerjakan tugas jika tidak menyontek.


"iya, siapa? tapi, tadi kamu bisa menjawab semua pertanyaan ibu Deri, kok bisa?" tanya Yanto lagi.


"bukan urusan kalianlah kawan" jawab Gary.

__ADS_1


__ADS_2