KEPOLOSAN

KEPOLOSAN
Hubungan Lanjutan


__ADS_3

Hari hari bersama teman teman di kelas XI akhirnya berakhir dan mereka akan menjadi kakak kelas tertua di sekolah tersebut. Keseharian Sofia pun berlanjut dengan semakin dekatnya ia dengan Gary yang setiap hari mengganggunya, menghubunginya, dan mendekatinya. Hingga suatu hari Gary menginginkan Sofia untuk menjadi pacarnya. Sofia tidak pikir panjang. Ia juga suka sma Gary yang sangat senang sekali mbuat sesuatu hal yang lucu ketika di kelas, dan juga bisa bersikap serius di keadaan yang benar benar serius. Akhirnya mereka pacaran. Awalnya hal ini disembunyikan oleh mereka berdua, namun lama kelamaan teman teman dekat Gary mulai curiga dan akhirnya mereka pun mengetahuinya.


"kau pacaran sama Sofia?" tanya Yanto dan Berlin


"emm... iya" jawab Gary sambil tersenyum kaku.


"wahh... selamat ya kawan" kata Yanto yang sampai sekarang masih menyukai Sofia namun gak pernah direspon.


"maaf ya kawan" kata Gary menyesal.


"gak apa apa kok, kamu beruntung. Mungkin aku akan menemukan yang lebih baik ke depannya" jawab Yanto sabil tersenyum yang masih menyiratkan adanya rasa kecewa dan sakit.


"makasih ya" hanya itu yang bisa diucapkan Gary karena ia memang sedikit merasa bersalah terhadap kawannya yang satu itu yang sudah sangat lama menyukai Sofia dan Gary mengetahuinya dengan betul.


Di sisi lain


"ciee..." goda kawan kawan Sofia


"apa sih?" tanya Sofia sedikit bingung.


"selamat ya" kata Sara


"selamat buat apa?"


"halahh... itulah kau Sof, gak mau berbagi" kata Deli


"berbagi apa?" tanya Sofia lagi


"kami dah tau kok" kata Deli


"jadi, gak usah malu" Sara menyambung.


"hmm" Sofia hanya tersenyum dan pura pura tidak tau hal yang sedang dibicarakan.


"lalu, gimana dengan Yanto?" tanya Sara lagi

__ADS_1


"emang Yanto kenapa?" Sofia balik bertanya.


"yaa... mau tau gimana perasaannya waktu dia tau kalau kamu udah jadian sama Gary" jelas Sara.


"yaa... mana ku tau" jawab Sofia sambil mengangkat bahu, "sudahlah, jangan bahas itu lagi"


Sofia pergi ke luar kelas menuju perpustakaan. Ia duduk di sana menikmati segarnya AC sambil membaca buku. Ia memang anak yang sangat rajin belajar, namun satu hal kelemahannya, ia tidak pandai mengungkapkan perasaannya.


Yanto memperhatikan Sofia ketika ia ke luar kelas. Ia pun langsung memutuskan untuk mengikutinya. Ia menunggu hingga Sofia memutuskan buku yang akan ia baca dan duduk. Lalu, ia menghampirinya.


"eheemmm..." Yanto berdehem ketika berada dekat dengan meja di mana Sofia berada, "boleh gabung?" tanya Yanto.


Sofia emandang Yanto, "silakan".


Yanto kemudian duduk, ia juga memegang sebuah buku namun bukan untuk dibaca, melainkan untuk dibolak balik saja.


"lagi ngapain?" tanya Yanto


"lagi makan"


"yaa, jelas jelas aku lagi membaca masih ditanya" kata Sofia.


"yaa... itu hanya sikap sopan santun saja menanyakannya. Kamu lagi baca apa?"


"MTK" kata Sofia lagi dengan cuek.


"ha ha ha. kamu deh" kata Yanto sambil berpura pura mencubit tangan Sofia.


"apa sih?"


"kamu bisa ngelucu juga ya ternyata"


"hmm..."


"emm... boleh aku ngomong serius samamu Sof?" tanya Yanto tiba tiba menjadi serius.

__ADS_1


"ngomong aja"


"emm... selamat ya"


"selamat buat apa?"


"selamat, kamu dah jadian sma Gary. Gary baik kok, pasti kamu senang" jelas Yanto


"iya" kata Sofia agak kikuk dan mukanya mulai merah. Entah kenapa ia merasa malu pada Yanto dan pada dirinya sendiri.


"kenapa dulu kamu gak pernah meresponi aku?" tanya Yanto tiba tiba


"merespon apa?" tanya Sofia yang sebenarnya ia sudah tau jawabannya, tapi berpura pura tidak tau.


Yanto memain mainkan buku yang ada di depannya sebelum mengucapkan kalimat berikutnya.


"aku udah lama suka sama kamu, aku udah lama menunggu kamu, aku udah sering menanyakan ke kamu, aku bahkan menunggu kamu saat tau bahwa kamu pacaran sama Wandri, tapi kamu gak pernah memberikan jawaban yang pasti ke aku hingga sekarang kamu dan Gary pacaran. aku masih oenasaran, apakah kamu suka sama aku?" jelas Yanto panjang lebar kepada Sofia.


Sofia memandangnya sesaat, "emm... gak tau" jawab Sofia mengangkat bahu seakan akan apa yang disampaikan oleh Yanto adalah sesuatu hal yang sepele.


"jawab iya atau enggak aja udah cukup" kata Yanto lagi.


"suka sebagai apa dulu?"


"ya sebagai pacar laa Sofia cantikkkk" jawab Yanto mulai gemas gemas kesal.


"mmm..." Sofia hanya menunjukkan senyumnya kepada Yanto tanpa memberikan jawaban yang pasti.


pada saat itu, bel tanda masuk berbunyi.


"nah, udah masuk. ayo" ajak Sofia sambil beranjak dari tempat duduknya.


"kamu gak mau jawab dulu?" tanya Yanto yang masih tetap duduk di kursinya.


"udah masuk lho Yanto. nanti kita dimarahi kalau terlambat masuk" kata Sofia lagi

__ADS_1


"huffthh..." Yanto menghela napas panjang dan akhirnya menyusul Sofia masuk kelas.


__ADS_2