
"Kau lumayan dekat ya sama Dani" Gary tiba tiba mengirim pesan kepada Sofia dengan isi pesan yang membuat Sofia bingung harus balas bagaimana.
"dekat bagaimana?" balas Sofia
"kamu kira tadi aku gak lihat kalian?" balas Gary lagi dengan nada yang sudah agak naik (setidaknya begitulah nada bicara Gary ketika membaca pesannya).
selama lima menit, Sofia memikirkan kata kata yang harus ia gunakan untuk membalas pesan Gary tersebut. Ia gak mau jika Gary salam paham.
"tadi itu aku gak ngerti aturan mainnya, jadi Dani menawarkan diri untuk mengajariku" balas Sofia akhirnya.
"ohh...begitu. kalau gk ngerti ya gk usah main, kenapa?" balas Gary kemudian.
"kamu kenapa?" tanya Sofia yang juga sudah mulai gak sabar membaca isi pesan Gary. Setelah sekian lama gak pernah ngobrol atau chat, Sofia senang akhirnya bisa chat pada malam itu, tapi jika isi pesannya begitu terus, lebih baik gak usah ngomongan aja.
"ohh... jadi kamu memang suka ya dekat dekat sama dia?"
'apasih nih Gary' kata Sofia pada diri sendiri yang merasa tidak masuk akal dengan balasan Gary.
__ADS_1
"jadi, kamu maunya gimana?"
"terserah kamu ajalah. kalau kamu memang suka sama Dani ya silakan"
isi pesan Gary terakhir membuat Sofia semakin geram.
"pertama ya Gar, aku juga manusia yang memiliki jiwa sosial. kedua, kamu juga ketika dekat atau mengganggu mantan kmu di luar kelas atau di FB, aku gak pernah protes karena aku tau kalau kamu maaih makhluk sosial. Jadi, menurutku wajar aja kalau kita berteman kepada siapa saja selagi tau batasannya" jelas Sofia panjang lebar.
"ohh...begitu yaa. oke, silakan kamu dekat dekat dengan Dani kalau memang itu yang kamu inginkan. aku mah abaikan aja, anggap aja aku gk ada" balas Gary lagi.
"iya, silakan berteman dengan Dani. sepertinya hubungan kalian sangat baik"
"ohh... baiklah Gary" balas Sofia ingin segera mengakhiri chat tersebut.
"ohh... kamu setuju ya!" balas Gary lagi
"terus, aku harus gimana" balas Sofia yang sudah semakin bingung dibuatnya.
__ADS_1
'kok dia seperti cewek sih' kata Sofia pada dirinya sendiri.
"ya! terserah kamu aja" balas Gary lagi
'huffthh... sekarang katanya terserah, terus nanti marah lagi, trus kalau ditanya jawabnya terserah. udah kayak cewek aja' kesal Sofia yang hanya bisa dia lampiaskan dengan menekan kuat kuat tombol ponselnya.
"terserah bagaimana?"
"oh iya, aku dan Lani udah gak ada hubungan apa apa ya. Jadi, kalau aku mengganggu dia itu hanya sekedar bercanda saja. Lagian yang mengganggunya Yanto dan Berlin, bukan aku"
"oke"
Pembicaraan mereka melalui chat pada malam itu berakhir dengan ending yang menggantung. tidak ada penyelesaian masalah yang ditemukan.
Di sekolah, Dani dan Sofia memang sering bergaul, apalagi jika ada PR. Dani akan selalu mendatangi Sofia untuk meminta jawaban atau minta diajarin. Gary dan Dani pun berteman dekat di kelas. Dani memang disukai banyak orang di dalam maupun di luar kelas karena ia sangat baik dan menghargai wanita. Tidak ada pula tanda tanda bahwa Dani menyukai Sofia karena ia dekat dengan banyak orang, cewek maupun cowok.
Jadi, sebenarnya Sofia tidak menemukan permasalahan dari peristiwa di mana Dani mengajarinya bermain UNO. Itu hanyalah sekedar peristiwa untuk mengisi waktu luang di kelas.
__ADS_1