
jam sudah menunjukkan pukul 1 siang
tok...tok...tok...
" permisi bu " kata pak totok kepala sekolah revita
" iya pak ada apa " kata bu mirna guru biologi
" saya mau memberitahukan kepada revita bahwa ia bisa pulang sekarang "
" baik pak terimakasih " kata bu mirna yang diangguki oleh pak totok
" revita kamu bisa meninggalkan kelas sekarang " kata bu mirna
" baik bu, terimakasih " kata revita sambil membereskan buku bukunya
" lu mau kemana? " tanya naya
" enak banget lu bisa pulang menghindari biologi yang sangat membosankan ini " tambah nita
" enak apaan, gue habis ini harus rapat gantiin bokap gue " kata revita
" wah wah calon bos besar " tambah naya, ya naya dan nita tidak kaget lagi jika revita menghadiri bahkan memimpin rapat perusahaan papanya itu
" yaudah gue duluan ya gaes " kata revita
" iya, semangattt" kata nita dan naya bersamaan yang diangguki oleh revita
setelah itupun revita berjalan menuju parkiran bergegas masuk mobil dan melajukan mobilnya ke perusahaan papanya dengan kecepatan sedang, 30 menit berlalu revitapun sudah berada di kantor papa nya, ia langsung berjalan menuju ruangan papanya
semua karyawan menunduk dan tersenyum kepada revita, revita pun juga ikut tersenyum ramah
" selamat siang nona revita " sapa diana serketaris santoso
" selamat siang juga mba diana, saya mandi dulu ya berkasnya tolong mba taruh meja papa biar nanti setelah mandi saya pelajari "
" baik nona, oiya nona mau minum apa biar saya pesankan "
" seperti biasa saja mba " kata revita yang diangguki oleh diana, revita pun bergegas meninggalkan diana
setelah masuk ruangan papanya revita langsung masuk kamar mandi dan berganti pakaian yang ia bawa ya pakaian kantor, ia memakai pantsuit dan kemeja formal yang pas dibadan revita dan dipadukan dengan heels hitam, ia terlihat sangat cantik dengan rambut yang terurai panjang, terlihat anggun dan berwibawa seperti papanya
revita memoles wajahnya dengan sedikit sentuhan makeup lalu dia duduk di kursi kebesaran papanya dan mempelajari berkasnya sambil menikmati jus jeruknya
tak terasa sudah pukul 14.50
tok...tok...tok...
" iya masuk "
" nona rapat akan dimulai 10 menit lagi "
" memang sudah pada datang mba "
" beberapa sudah datang non "
" baik, mba diana ikut sama saya ya "
" baik nona "
__ADS_1
jika kalian berfikir raymon tidak menghubungi revita, itu salah raymon dari semalam menghubungi revita namun tetap saja nomor revita tidak aktif, revita sengaja tidak mengaktifkan ponselnya, bahkan ia tidak membawa ponselnya
setelah itu revita keluar ruangan dengan mambawa berkas yang ia butuhkan
" mba mari "
" iya nona "
" oh iya mba kan saya sering bilang panggil saya revita saja mba "
" eh iya lupa "
setelah beberapa saat akhirnya revita sampai didepan pintu ruang rapat,revita menghela napas panjang lalu membuka pintu ruang rapat
" selamat sore tuan tuan " sapa revita
" selamat sore juga nona " sapa semua orang
ya ternyata itu adalah rapat pemegang saham dan santoso adalah pemegang saham terbesar dan
deg.....
ternyata disitu ada raymon juga,revita seketika merasakan sesak didadanya bayangan kejadian kemaren berputar putar diotaknya
" nona apa kita bisa mulai rapatnya " kata raka
" baik kita mulai sekarang " kata revita dengan senyuman yang manis
" mengapa bocah ini yang memimpin rapat, bukankah dia masih bocah tapi tak apa setidaknya ak bisa melihatnya dan nanti bisa berbicara dengannya " batin raymon dalam hati
1 jam kemudian rapat telah selesai revita langsung meninggalkan ruangan setelah rapat ditutup
" benarkah? terimakasih atas pujian tuan tapi saya masih belajar " kata revita
" oh iya kenalkan nama saya raka " kata raka mengulurkan tangannya
" saya revita tuan " kata revita menerima jabatan tangan raka
" bisakah saya meminta nomor nona "
" oh ini kartu nama saya " kata revita memberikan kartu namanya
" terimakasih nona "
tanpa sadar ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang mengawasi mereka berdua, ya siapa lagi kalau bukan raymon
seletah itu revita langsung menuju ruangan papanya untuk ganti baju dan pulang
saat revita baru masuk dan menutup pintu tiba tiba ada seseorang yang masuk dan memeluk revita dari belakang
" maafin kaka "
ya kata itu yang keluar dari mulut raymon,revita tau kalau itu raymon, degup jantung revita memburu namun sebisa mungkin revita bersikap biasa saja
" maaf tuan, apa yang tuan lakukan "
" sayang tolong maafin kaka, jangan seperti ini "
" bisa lepaskan saya dulu "
__ADS_1
" tidak aku tak akan melepaskanmu "
" bukankah tuan akan meminta maaf dengan saya jadi tolong lepaskan pelukan anda jangan seperti ini, lagipula ini dikantor jaga sikap tuan " kata revita yang akhirnya raymon melepaskan pelukannya
" silahkan duduk jika ada yang mau anda bicarakan " kata revita mempersilahkan raymon duduk di sofa dan merekapun duduk disofa
" kaka mau minta maaf "
" untuk? "
" untuk kejadian dikantor kaka, itu tidak seperti yang kamu lihat "
" saya tidak melihat apapun " kata revita dengan senyuman
" sayang jangan seperti ini, ini membuat kaka sakit " kata raymon yang duduk bersimpuh dilantai memegang tangan revita
" baiklah akan saya jelaskan yang pertama anda tidak perlu minta maaf kepada saya, yang dua anda bebas melakukan apa saja krna itu bukan urusan saya, dan yang terakhir tolong jangan memanggil saya dengan sebutan sayang " kata revita menahan sesak didadanya
" apa yang kamu katakan sayang " kata raymon menatap revita bahkan tanpa ia sadari air matanya menetes
" apa kurang jelas apa yang saya katakan baiklah akan saya ulangi.... " kata revita yang tak bisa meneruskan kata katanya krna raymon sudah memeluknya dengan erat
" kaka mohon jangan katakan lagi, kaka sakit mendengar apa yang kamu katakan, kaka tidak ingin mendengar kata kata seperti itu lagi " kata raymon dengan masih memeluk erat revita
" tolong jangan seperti ini, ini dikantor " kata revita
" kaka tidak peduli, kaka mohon maafin kaka "
" apa kaka tau apa yang membuat aku memilih untuk mundur " kata revita
" engga kamu tidak boleh mundur, kamu harus selalu disamping kaka apapun yang terjadi " kata raymon mengeratkan pelukannya seorag kalau ia melepaskan pelukannya revita akan pergi
" waktu kaka di cafe, revita ada disana kaka sudah membohongi revita, awalnya revita pikir itu teman bisnis kaka, yang kedua revita melihat pemandangan yang indah di kantor kaka " kata revita dengan terpaksa tersenyum
" awalnya revita sudah menerima kehadiran kaka, tapi sepertinya itu salah ka, sekarang revita sadar revita tak ada artinya buat kaka, tugas revita untuk menemani kaka sampai ada wanita yang cocok untuk kaka sudah selesai " kata revita dengan susah payah menahan air matanya
" engga kaka ga akan mengizinkan kamu pergi dari sisi kaka, kaka mohon jangan tinggalin kaka " kata raymon
" kata kata kaka tidak mengizinkan revita pergi tpi cara kaka memperlakukan revita seolah menginginkan revita pergi " kata revita lagi
" kaka minta maaf, kaka mohon maafin kaka, kaka akan melakukan apa saja asal jangan tinggalkan kaka " kata raymon lagi
" ka revita mohon lepaskan revita "
" tidak sebelum kamu berjanji tidak akan meninggalkan kaka " kata raymon lagi
" akan revita pikirkan,tapi tolong lepaskan pelukan kaka " kata revita
###
😭😭😭
kan author jadi nangis....
bagusnya maafin engga ya ka?
oh iya author minta tolong like,comen dan votenya ya ka, biar makin semangat up nya
❤️❤️❤️
__ADS_1