
"kalau kerjaan kaka belum selesai bagaimana "
"Selesai engga selesai kaka bakal balik sayang, percaya sama kaka " kata Ray memohon
"Terserah " kata Revita dan berlari ke arah mobil Haikal sedangkan Ray mengacak rambut frustasi
"Nona ada yang bisa saya bantu "
"Kaka apakah disini cuma ada 1 mobil tidak adakah kendaraan lain "
"Untuk apa " tanya Ray tiba tiba dibelakang Revita
". Aku ingin tidak mau semobil dengan bosnya ka Haikal "
Ray merasa kesal dengan Revita tapi dia juga paham kalau Revita tidak ingin dihari bahagianya akan berantakan,tapi Ray tidak ada maksud bikin semua jadi berantakan seperti ini
"Sudah masuk " kata Ray memaksa Revita masuk
tanpa menunggu perintah Haikal langsung masuk mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang
Revita memilih memandang keluar jendela
"Aku sebenarnya kenapa, kenapa rasanya tidak rela jika ka Ray pergi walau hanya sebentar " batin Revita dalam hati
"Sayang "
Revita hanya diam saja
"Sayang maafin kaka,kaka janji kaka bakal lebih cepat baliknya "
Tapi Revita masih saja membisu dia benar benar tidak ingin menjawab walau hanya sepatah kata pun namun matanya mulai berkaca kaca melihat itu Ray merasa sakit dan iapun menekan tombol pemisah agar Haikal tidak melihat dibelakang, dan Ray langsung memeluk Revita dengan erat
"Sayang tolong jangan seperti ini, ini membuat kaka sakit "
"yaudah kaka gausah keluar negri "
"Engga bisa sayang "
"Yaudah kalau begitu Revita ikut kaka "
" Engga bisa sayang, kamu harus sekolah sebentar lagi ujian " kata Ray,sebenarnya bukan krna itu tapi demi keselamatan Revita
"Apa kaka siap kehilangan Revita " tanya Revita entah mengapa tiba tiba Revita tanya seperti itu ia merasa ada hal yang akan terjadi
__ADS_1
"Tidak, kaka tidak akan pernah siap, dan kaka tidak akan biarkan itu terjadi,jangan mikir yang tidak tidak semua akan baik baik saja kaka hanya pergi sebentar "
"Entahlah aku hanya merasa tidak enak, kalau kaka pergi, apapun yang terjadi kaka harus kuat ya "
"Kaka akan selalu kuat selama kamu ada disisi kaka "
" Ada atau pun ga ada aku kaka harus kuat ya "
"Jangan berbicara yang tidak tidak " kata Ray dan membenamkan kepalanya dileher Revita menghirup bau wangi Revita
Tak berapa lama meraka sudah sampai di rumah Santoso, tanpa menunggu Revita langsung turun dari mobil dan masuk rumah sedangkan ray mengikuti dari belakang
"Hay baby kamu kenapa kok kesel gitu " tanya Reno
"Kaka, Revita merindukan kaka " kata revita yang langsung memeluk kakanya itu
"Iya kaka juga rindu padamu dek "
"Selamat malam Ren " sapa Ray
"Eh lu apain adek gue " kata Reno
"gue ga ngapa ngapain, gue cuma bilang kalau gue nanti bakal berangkat ke luar negri krna ada sedikit masalah disana "
"Lah bukannya minggu depan kalian berdua tunangan? atau pertunangan kalian diundur? tapi kok papa sama mama ga kasih tau "
"Tanpa kau suruh pun aku pasti menjaganya "
"Baik, terimakasih Ren, kalau begitu aku pamit dulu ya salam buat papa dan mama "
"oke, hati hati dijalan "
Setelah itu Ray balik badan melangkah meninggalkan Revita
"Ka Ray " teriak Revita dan langsung memeluk Ray dari belakang, ray kaget namun langsung balik badan dan memeluk erat Revita begitu pun revita dan entah dari kapan revita sudah menangis bahkan air matanya sudah membasahi jas Raymon
"Astaga sayang kenapa kamu menangis, kaka cuma pergi sebentar, jangan bikin kaka merasa gagal sayang"
Namun bukannya berhenti menangis Revita malah semakin menjadi
"Sayang kaka mohon jangan nangis, kaka janji akan segera pulang dan kaka akan sesering mungkin memberikan kabar,kaka janji setelah kaka menyelesaikan pekerjaan kaka, apapun yang kamu mau kaka akan berikan "
"Kaka janji "
__ADS_1
"iya sayang kaka janji, sekarang senyumlah biar kaka lebih tenang " kata Ray dan revita pun langsung tersenyum kepada Ray
cupp....ray mencium kening Revita lama
"Jaga diri baik baik ya sayang,kalau ada apa apa langsung kabarin kaka "
" Kaka juga jaga diri baik baik,dan ingat buat selalu kasih kabar "
"Siap bosss "
"Yasudah sana kaka pulang, istirahad yang cukup "
"siap komandan cantik, selamat malam dan mimpiin kaka, i love you Revita "
"I love you to Raymon "
Setalah itupun Ray langsung pulang
Sedangkan Reno hanya menggelengkan kepala melihat kemanjaan adiknya itu
"Astaga dek kamu itu bisa bucin juga ya cuma ditinggal bentaran doang bisa nangis gitu " kata Reno sambil berjalan menaiki tangga
"Entahlah ka rasanya berat dan ga rela gitu "
"Itu mah emang dasarnya kamu bucin dek "
"Halah bilang saja kaka iri sama adekmu yang paling cantik ini "
"iri kenapa coba ''
"Iri krna ga ada yang mau sama kaka "
"Sembarangan ajja itu mulut kalau ngomong, banyak yang mau sama kaka mu ini hanya saja kaka masih menikmati kesendirian kaka "
"Alasan saja bilang saja para wanita itu belom ada yang bisa menyentuh hati kaka yang dingin kayak es batu itu "
"Belum waktunya saja dek, kalau udah waktunya juga bakal dapet pasangan "
"Yaya terserah kaka sajalah, eh kaka ngapain mau masuk kamar revita "
"Mau ngobrol sama kamu lah dek ngapain lagi "
"Ihh ka Revita mau mandi dan mau langsung tidur, besuk saja ngobrolnya,"
__ADS_1
"Ya baiklah dek, awas kalau malah pacaran atau nonton drakor "
"Huh dasar kaka posesif " kata Revita dan langsung menutup pintu kamarnya sedangkan Reno hanya tersenyum dan berjalan memasuki kamarnya