Kesayangan Raymon Alexander Raharja

Kesayangan Raymon Alexander Raharja
#65


__ADS_3

"Permisi tuan diluar ada tuan Raka ingin bertemu dengan tuan "


"Ya suruh masuk saja "


"Baik tuan "


"Hay bro "


"Hay lu ngapain kesini perasaan gue ga ada janji sama lu deh "


"Emang ga ada hanya saja gue bosen di kantor "


"Trus lu kesini cuma mau gangguin gue kerja"


"Ehh ada Revita, kamu ngapain disini mana pakek seragam sekolah lagi " kata Raka sambil duduk dikursi sebelah Revita


"Jangan ganggu adek gue lu, dia lagi kerja "


"Astaga lu Ren tega banget sama adek sendiri "


"Iya ni ka, ka Reno memang begitu "


"Ya kan bentar lagi kamu akan memimpin perusahaan baby "


"Masih lama kaka, Revita masih mau kuliah menikmati masa muda Revita "


"Tetap saja kamu harus belajar menjadi pemimpin "


"Revita sangat cocok kok jadi ceo pernah sekali aku rapat dengannya ku kira dia bukan anak SMA "


"Sudah lu kesini mau ngapain Ka " tanya Reno


"Tadinya gue mau ngajakin lu ngopi gitu tapi berhubung disini ada adek lu mending gue ajak adek lu jalan "


"Eng..." jawab Revita tapi dipotong oleh Reno


"Boleh,lu ajak jalan dia ketempat yang indah tapi lu beliin dia baju,makan dan pastiin dia aman serta lu nanti malem traktir gue untuk syarat laennya menyusul "


"Kalau soal Revita gue jamin aman, tapi soal persyaratan laennya itu mesti aneh aneh kan lu "


"Iya atau tidak sama sekali "


"Iya deal "


"Yaudah baby kamu jalan sama Raka dulu nanti kalau dia macem macem kamu hubungin kaka,. biar kala hajar Raka "


"Tapi ka "


"Sudah dengarkan saja kata kaka, tunggu sebentar biar kaka hubungin serketaris kaka buat beliin kamu baju tapi biar masuk tagihannya Raka "


"Dasar orang kaya pelit " kata Raka pelan tapi masih didengar Reno


"Bukan pelit tapi sesuai dengan persyaratankan " kata Reno lali dia menghubungi serketarisnya


"Mungkin dengan kamu jalan sama Raka kamu akan sedikit melupakan permasalahanmu dengan Ray dek " batin Reno dalam hati


Tak berapa lama serketaris Reno pun mengantarkan baju untuk Revita

__ADS_1


"Ini dek kamu ganti " kata Reno, Revita pun langsung masuk ke kamar Reno untuk berganti pakaian


"Ka Revita jangan sampai lepas dari pengawasan lu "


"Apa ada masalah? "


"Mungkin iya barusan calon tunangan Revita telfon gue dia bilang telah terjadi sesuatu dan kemungkinan adek gue dalam masalah "


"Adek lu mau tunangan ?"


"Ya "


"Sama siapa? kok gue baru tau ?"


"Anak tunggal Alexander Raharja, ya ini juga terlalu dadakan sebenernya tapi ya sudah asal adek gue bahagia, gue sih ga masalah "


"Maksud lu si Raymon?"


"Ya siapa lagi "


"Ya baiklah gue bakal awasin adek lu itu selama dia bersama gue, ya semoga saja pertunangan mereka gagal biar gue yang gantiin Ray "


"Jangan macem macem lu Ka "


"Gue ga macem macem,gue cuma berharap doang ga salahkan?


"Berharap apa " tanya Revita tiba tiba


"Berharap jalanan engga macet " sahut Raka sekenanya


"Ketempat yang indah, sudah ayok keburu siang "


"Ka Reno, Revita pamit dulu ya. "


"Iya hati hati, jagain adek gue ka "


"Siap komandan " jawab Revita


"hm " sahut Raka


Merekapun akhirnya berangkat didalam mobil Revita hanya diam


"Kamu kenapa diem? " tanya Raka sambil mengemudi


"Engga papa kok ka "


"Santai ajja sama aku, kalau ada masalah cerita ajja kali ajja bisa mengurangi beban dalam hatimu "


"Em kaka sejak kapan kenal sama ka Reno ". tanya Revita mengalihkan pembicaraan


"Emmm tepatnya sih aku lupa cuma sudah lama dan ya lumayan deket lah "


"Kok Revita ga pernah tau kalau ka Reno punya temen ka Raka "


"Ya mungkin Reno tidak menceritakannya sama kamu dek, dan Reno pun ga pernah menceritakan soal kamu, dia hanya bilang kalau dia punya adek kecil kesayangannya dan itupun cuma sekali, Reno itu tertutup soal hal pribadinya jadi aku sebagai sahabatnya juga tidak pernah menanyakan hal pribadi "


"Lah bukannya kaka itu sahabatnya ka Reno, kok kaka engga kepo sih soal hal pribadi ka Reno "

__ADS_1


"Iya bener sahabatnya makanya aku paham Reno, dia paling tidak suka kalau hal pribadinya dikepoin, jadi ya aku hanya menunggu kapan Reno mau cerita atau minta bantuan"


"Tapi ka Reno kalau sama aku dia apa apa cerita dan dia sangat hangat "


"Iyalah kan kamu orang yang paling disayangi dan dilindungin sama Reno,walau diluar dia diem dan terkadang sadis bahkan kejam tapi aku melihat tadi dia sangat hangat saat bersamamu dek "


"Apapun ka Reno dia yang terbaik "


"Iya, coba ajja aku duluan yang kenal sama kamu dek, pasti aku beruntung sekali "


"Beruntung? "


"Iya beruntung mempunyai pasangan sepertimu dan mempunya kaka ipar seperti Reno dan mertua seperti om Santoso "


"Ah kaka bisa ajja sih. "


"Kalau Raymon menyakitimu dan kamu berniat meninggalkannya kamu bisa datang kepadaku "


"Apaan sih ka Raka "


"Kaka beneran loh "


"Udah lah ka jangan bahas ka Raymon dulu "


"Iyaa maaf, sudah lupakan masalahmu dulu inikan kita mau bersenang senang "


"Iya kaka benar, eh ka ini mau kemana sih "


"Sebentar lagi kita bakal sampai kalau kamu lelah tidur dulu nanti kalau sampai kaka bangunkan " kata Raka yang diangguki oleh Revita,, benar tak lama Revita pun tertidur pulas


1 jam kemudian mereka sudah sampai dikebun teh yang sangat luas, Raka berhenti pas didepan rumah sederhana ditengah tengah kebun teh


"Dek bangun " kata Raka pelan membangunkan Revita


"Bentar lagi Ma, Revita masih ngantuk "


"Lah dikira aku emaknya " batin Raka namun dia menahan tawa


"Revita Putri Santoso bangun kita sudah sampai ditempat tujuan kita ini aku Raka bukan Mama" kata Raka didekat telinga Revita, seketika membuat Revita kaget dan langsung membuka matanya dan ia langsung terpesona melihat pemandangan itu tanpa menghiraukan Raka ia langsung membuka pintu mobil lalu keluar dan berlari mendekati pohon teh


"Dasar bocah ada ada saja tingkahnya, bukannya menungguku atau mengajakku eh malah lari duluan untung dan menggemaskan " guman Raka pelan dan diapun langsung berjalan mendekati Revita


"Gausah lari lari yang ada entar kamu jatoh pelan ajja ga akan ada yang kabur "


"Hehehe maafkan aku ka, aku terlalu terpesona sama semua ini "


"Apa kamu menyukai semua ini "


"Suka bangettt "


"Pantas saja Raka membeli kebun teh seluas ini ternyata untukmu " batin Raka dalam hati


"Ka apa aku boleh kesana melihat ibu ibu itu memetik teh "


"Tentu lakukan apapun yang kamu mau asal itu tidak membahayakanmu atau aku yang akan dibunuh sama kaka Rakamu itu "


"Makasih Ka Raka " kata Revita dan langsung berlari menghampiri ibu ibu yang tengah memetik daun teh

__ADS_1


__ADS_2