
" Iya ga papa kan Revita bukan prioritas kaka, prioritas kaka kan kantor kantor dan kantor padahal kaka selalu bilang apa kamu lupa kalau pacarmu ini bosnya jadi bisa kapan saja meninggalkan kantor tidak akan yang marah " kata Revita dengan mengubah gaya bicaranya seperti Raymon
mendengar itu Raymon semakin merasa bersalah pada Revita
"Maafkan kaka sayang, bukan maksud kaka begitu, kamu itu prioritas kaka, kamu itu hidup kaka kebahagiaan kaka " kata Ray semakin mengeratkan genggamannya
" iya ga papa ka Revita mengerti kok, cuma laen kali Revita mohon kasih kabar Revita kalau kaka sibuk ga bisa jemput gitu, biar Revita bareng nita dan naya, atau Revita naik taksi atau mungkin Revita bisa meminta tolong supir ka reno buat jemput Revita" jelas Revita
" baiklah sayang,kaka janji lain kali kaka akan memberikan kabar, dan lebih baik kalau kaka ga bisa jemput bareng temenmu itu atau dijemput sopir,jangan naik taksi kaka takut kamu kenapa napa dijalan "
" ih kaka apaan si lebay banget " kata Revita dengat tersenyum krna merasa gemes dengan Revita Ray pun mencubit pipi Revita
" auuu kaka sakit tau maen cubit cubit pipi orang sembarangan " kata Revita dengan memanyunkan bibirnya
cuppp......
lagi lagi Raymon mencium bibir Revita
" kaka jangan asal nyium kenapa sih "
" nyubit ga boleh nyium juga ga boleh trus bolehnya apa "
" Ya selain itu lah ka "
" Berarti membawamu ke kamar dan membuatmu mendesah di bawah kaka boleh dong " kata Ray dengan senyuman menggodanya mendengar itu Revita langsung melotot, ia tidak menyangka Ray akan berbicara hal sevulgar itu dengan santai
" Apa kaka akan menjadi pedofil "
"Kaka tidak peduli mau dikata apa, asal itu sama kamu kaka rela dikatain pedofil "
" kaka memang sudah mulai gila "
"Iya memang kaka sudah gila, kamu sih bikin kaka tergila gila sama kamu "
" ah sudahlah percuma ngomong sama kaka "
" baiklah baiklah sayang, tadi kamu pulang sama siapa "
deg...Revita bingung harus menjawab apa, dia mau jujur takut Raymon marah dia ga jujur takut lama lama bakal ketauan
"Udah ga penting ka, yang terpenting sekarang kan Revita sudah sampai rumah ka " jawab Revita
"Jawab jujur sayang,jangan ada yang sembunyikan dari kaka, atau kaka akan mencari tau sendiri dan kamu pasti akan menyesal jika kaka tau sendiri " kata Ray menatap tajam Revita
mendengar dan mendapatkan tatapan tajam dari Raymon seperti itu membuat Revita susah payah menelan ludahnya
" jadi masih mau diam saja baiklah biar kaka yang mencari tau sendiri " kata Ray yang akan mengambil ponselnya dari saku jasnya
__ADS_1
" Jangan ka " kata Revita mencegah Ray mengambil ponselnya, ia tau Ray pasti akan berbuat diluar dugaan
" baiklah sekarang jawab pertanyaan kaka tadi dan jangan coba coba berbohong "
" tadi Revita diantar sama guru Revita "
" Namanya siapa?"
" Itu namanya pak anton ka "
" Apa ada yang terjadi diantara kalian tadi " kata Raymon penuh selidik
" fiks ini ka Raymon beneran sodaranya Dilan makanya bisa tau " batin Revita dalam hati
" Sayang kaka bertanya mengapa kamu malah melamun " kata Raymon menyadarkan Revita dari lamunannya
" Kaka janji dulu jangan marah "
" Tergantung kalau itu membuat hati kaka kesal ya kaka marah "
" Yaudah mending Revita gausah cerita saja "
"Oh pilihan yang bagus sayang,jadi biar kaka cari tau sediri dan kaka akan pastikan urusannya akan lebih panjang"
" Selalu saja memaksa dan selalu saja Revita yang kalah " protes Revita
"Bukan begitu sayang, kaka hanya ingin kita baik baik saja makanya kaka akan melakukan apa saja untukmu dan untuk hubungan kita, jadi apa kamu masih tidak ingin cerita "
" Iya sayang "
" Jadi tadi waktu Revita menunggu kaka, pak Anton menghampiri Revita "
"Iya lalu ?"
Revita menarik napas panjang dan menghembuskannya berlahan
"Lalu pak Anton ngajakin Revita ke taman sekolah, pan Anton mengungkapkan perasaannya kalau Beliau menyukai Revita " kata revita dengan satu tarikan napas
"Lalu ?"
"Lalu apa lagi ka, udah gitu doang "
"Bukan gitu, maksud kaka apa kamu tanggepan kamu sayang "
"Ya kan itu hak pak Anton untuk menyukai Revita tapi Revita sudah bilang sama pak Anton kalau Revita ga bisa membalas perasaannya dan lebih baik mencari wanita lain yang lebih baik dari Revita "
"Kenapa kamu ga bisa membalas perasaan pak Anton "
__ADS_1
"Emm krna ada hati yang Revita jaga"
" Siapa ?"
"Ih kaka kepo banget sih dari tadi nanya terus "
" Udah jawab saja sayang, atau kamu akan mendapatkan hukuman dari kaka " kata Raymon yang mendekatkan wajahnya ke wajah Revita
" baiklah baiklah Revita jawab tapi kaka menjauhlah sedikit ini terlalu dekat " kata Revita, Ray pun mejauh sedikit
" Jadi hati siapa yang kamu jaga sayang "
" Ya hati tuan Raymon Alexander Raharja " kata Revita dengan menekankan nama Raymon, sedangkan Raymon yang mendengar itu langsung memeluk Revita dengan erat
" Terimakasih sayang, kaka sangat bahagia bisa bersamamu dan memilikimu "
"Revita juga bahagia bisa bersama kaka, tapi bisakan lepaskan pelukan kaka ini terlalu erat Revita susah bernapas "
"Maaf sayang, kaka terlalu bahagia " kata Raymon melepaskan pelukannya
"Untung Revita tidak mati "
" hehe maaf sayang, oiya sayang kamu terlihat sangat seksi menggunakan pakaian renang seperti ini " kata Ray menggoda Revita
"Stop jangan mikir untuk aneh aneh "
"Siapa yang mikir aneh aneh sayang, orang kaka cuma memuji jangan jangan kamu yang mikir aneh aneh " goda Raymon, mendengar itu seketika muka Revita menjadi merah merona
" Ya ampun sayang pipimu merah merona apa kamu malu " kata Raymon dengan memegang kedua pipi Revita
" Sudah ah ka lepaskan, Revita mau mandi " kata revita yang berdiri dan memakai kimononya dan berjalan masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Raymon
" Eh ada kamu son " kata Santoso yang melihat Raymon
"Iya pa, papa baru pulang dari kantor "
" iya, pekerjaan kantor sangat memusingkan sepertinya papa sudah harus pensiun kan anak papa sudah besar bisa mengurus perusahaan " kata Santoso melirik Revita
"Kok melirik Revita, Revita masih sekolah ya pa, papa ga lupa kan "
"Haha iya princess papa ga lupa, sudah sana mandi dulu kasian Raymon ga ada yang nemenin "
" Santai saja pa, ini Raymon mau langsung pulang juga "
" Loh kok kaka udah mau pulang sih " kata Revita terlihat kecewa mendengar Raymon akan pulang seperti tidak rela
"Kenapa seperti tidak rela melihat kaka pulang, apa kamu masih merindukan kaka sayang " kata Raymon dengan santainya sedangkan Santoso hanya menggeleng gelengkan kepala melihat putri kesayangannya dan calon menantunya itu
__ADS_1
######
❤️❤️❤️❤️❤️